PBB Peringatkan Pemerintah Dunia Soal Ancaman 'Bunuh Diri Kolektif' Imbas Iklim Ekstrem
Dunia

Belakangan sejumlah negara di dunia dilanda iklim ekstrem seperti panas ekstrem dan kebakaran hutan. Atas hal ini, Sekjen PBB pun mengeluarkan peringatan akan dampak iklim ekstrem tersebut.

WowKeren - Banyak negara di dunia yang saat ini tengah berjuang melawan iklim ekstrem seperti kebakaran hutan hingga panas ekstrem. Bahkan Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres menyebut bahwa hal ini mendatangkan malapetaka di seluruh dunia.

Tidak hanya itu, Guterres bahkan memperingatkan bahwa iklim ekstrem tersebut menunjukkan umat manusia tengah menghadapi "bunuh diri kolektif". Hal ini disampaikannya di kala pemerintah di seluruh dunia berjuang untuk melindungi orang dari dampak panas yang ekstrem.

Melansir The Guardian, Guterres juga mengatakan kepada para menteri dari 40 negara yang bertemu untuk membahas krisis iklim pada Senin (18/7). "Setengah dari umat manusia berada di zona bahaya, dari banjir, kekeringan, badai ekstrem, dan kebakaran hutan," ujar Guterres.

"Tidak ada bangsa yang kebal. Namun kami terus memberi makan kecanduan bahan bakar fosil kami," lanjut Guterres. "Kami punya pilihan. Tindakan kolektif atau bunuh diri kolektif. Itu ada di tangan kita."


Sebagaimana diketahui, pada akhir pekan, kebakaran hutan berkobar di seluruh Eropa dan Amerika Utara. Sementara di Amerika Selatan, situs arkeologi yakni Macchu Picchu juga terancam terbakar.

Panas ekstrem sendiri diketahui telah memecahkan rekor di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir, karena gelombang panas melanda India dan Asia Selatan, kekeringan telah menghancurkan sebagian Afrika, dan gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya di kedua kutub secara bersamaan mengejutkan para ilmuwan di bulan Maret.

Di Inggris, bahkan telah mengeluarkan peringatan panas ekstrem dengan suhu terpanas yang pernah dicatat di negara tersebut diperkirakan terjadi pada Senin (18/7). Bahkan beberapa tempat diperkirakan mencapai suhu tertinggi di atas 40 derajat Celcius.

Pada pertemuan para menteri di Berlin untuk konferensi iklim dua hari yang dikenal sebagai Dialog Iklim Petersberg diketahui akan membahas cuaca ekstrem, serta melonjaknya harga bahan bakar fosil dan makanan, serta dampak krisis iklim.

Sebagai informasi, pertemuan itu diadakan setiap tahun selama 13 tahun terakhir oleh pemerintah Jerman, menandai salah satu peluang terakhir untuk menuntaskan kesepakatan di antara negara-negara kunci sebelum KTT iklim Cop27 PBB di Mesir pada November ini.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait