Jadi Hambatan Sukses Orang Lain, Kenali Sindrom Crab Mentality dan Ciri-Cirinya
Pexels/Keira Burton
SerbaSerbi

Crab Mentality adalah sindrom tidak ingin orang lain maju atau lebih sukses darinya. Karena cukup berbahaya jika dibiarkan, sebaiknya kenali ciri-cirinya berikut ini.

WowKeren - Pernahkah kalian mendengar tentang istilah crab mentality atau mentalitas kepiting? Meski terdengar asing, sindrom ini kerap ditemukan di kehidupan masyarakat Indonesia.

Crab mentality adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak ingin melihat orang lain maju. Karena itulah dia selalu berusaha untuk menjatuhkan atau menghalangi kesuksesan mereka.

Kondisi ini dikaitkan dengan kepiting karena kemiripan perilakunya dengan binatang tersebut. Saat dilakukan observasi perilaku kepiting dalam ember terbuka, kepiting akan selalu mencoba keluar dari wadah tersebut.


Ketika salah satu di antara mereka keluar, kepiting yang lain akan menahan dan menariknya ke dalam ember. Mereka akhirnya saling menarik dan memilih untuk mati bersama daripada mencoba bertahan hidup atau melarikan diri.

Perilaku seperti ini sering kita saksikan di dunia nyata. Jika ada satu orang yang menonjol atau sukses, akan selalu ada pihak yang merasa iri sehingga dia akan menjatuhkannya dengan cara mengkritik, meremehkan hingga memanipulasi.

Jika dibiarkan, perilaku seperti ini akan sangat menghambat kesuksesan orang lain. Oleh sebab itu, sebaiknya kenali beberapa cirinya berikut ini agar kalian bisa mengambil langkah pencegahan.

(wk/eval)

1. Merasa Paling Hebat


Merasa Paling Hebat
Pexels/RODNAE Productions

Ciri paling umum yang dimiliki oleh orang dengan crab mentality adalah selalu merasa paling hebat. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi memang bagus, namun tak baik bila terlalu berlebihan karena jatuhnya akan sombong.

Orang dengan crab mentality selalu membanggakan pencapaiannya, entah itu besar atau kecil. Mereka akan membual pada orang-orang dan selalu bertindak bahwa mereka tahu segalanya. Mereka juga tidak peduli dengan pendapat orang lain karena merasa bahwa dirinya adalah yang paling pintar.

2. Enggan Mengakui Kesalahan


Enggan Mengakui Kesalahan
Pexels/Yan Krukov

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan hal itu wajar agar kita bisa memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Namun orang crab mentality enggan mengakui kesalahan karena memiliki ego yang tinggi.

Alih-alih meminta maaf, beberapa dari mereka bahkan menyalahkan orang lain atas kegagalannya. Dengan begitu, mereka bisa lolos dari masalah dan "mempertahankan gelarnya sebagai yang terbaik."

3. Panik Melihat Kesuksesan Orang Lain


Panik Melihat Kesuksesan Orang Lain
Pexels/Andrea Piacquadio

Perasaan iri dan dengki erat kaitannya dengan orang-orang yang memiliki mentalitas kepiting. Saat melihat teman atau rekannya sukses, dia akan merasa sangat panik karena tak ingin ada orang lain yang lebih maju darinya.

Karena merasa tidak aman, mereka akan mulai menyerang target dengan sangat buruk seperti mengkritik, memanipulasi hingga merendahkan di hadapan banyak orang. Mereka bisa sangat menjengkelkan, sehingga berhati-hatilah dengan orang seperti ini.

4. Punya Motto, 'Jika Aku Tidak Bisa, Kamu Juga Tidak'


Punya Motto, 'Jika Aku Tidak Bisa, Kamu Juga Tidak'
Pexels/Liza Summer

Orang dengan crab mentality memiliki motto khusus yang berbunyi, "Jika aku tidak bisa, maka kamu juga tidak". Mereka lebih suka berharap agar semua orang gagal daripada membiarkan dirinya sendiri gagal saat yang lain sukses.

Perilaku ini sangat mewakili perilaku kepiting di dalam ember, di mana mereka akan menarik satu sama lain hingga akhirnya menyebabkan kematian kolektif. Karena itulah orang yang bermental kepiting adalah orang egois yang tidak mau berkorban sedikit pun.

5. Memandang Rendah Orang Lain


Memandang Rendah Orang Lain
Pexels/cottonbro

Karena orang dengan crab mentality selalu merasa paling hebat, mereka suka memandang rendah orang lain. Mereka hanya melihat hal-hal baik dalam dirinya, namun dipenuhi dengan pikiran negatif tentang orang lain.

Maka dari itu, orang yang memiliki sindrom ini suka melontarkan kritik yang bersifat subjektif. Beberapa kritik mungkin valid, namun yang lainnya sengaja dibuat untuk mengacaukan orang lain.

6. Tak Paham Belas Kasih


Tak Paham Belas Kasih
Pexels/SHVETS production

Belas kasih adalah sebuah kebajikan besar yang penting dimiliki untuk memahami perasaan orang lain. Jika memiliki sikap ini, kita bisa menghargai orang lain dan tak menyinggung perasaan mereka dengan kata-kata yang kasar.

Sayangnya, orang-orang dengan crab mentality tidak memiliki belas kasih. Mereka hanya peduli pada dirinya sendiri, tidak pengertian dan mengabaikan perasaan orang lain yang sudah mereka sakiti. Mereka tak peduli dengan penderitaan orang lain selama mereka bisa meraih kesuksesan dengan mulus.

7. Menghabiskan Waktu untuk Bergosip


Menghabiskan Waktu untuk Bergosip
Pexels/Christina Morillo

Orang dengan crab mentality lebih suka menghabiskan waktunya untuk bergosip daripada memperbaiki diri sendiri. Mereka lebih suka berkeliling menyebarkan rumor buruk tentang orang lain dan memastikan bahwa tidak ada orang lain yang lebih baik darinya.

Saat terjadi krisis, mereka bahkan berbicara tentang bagaimana orang lain layak menderita alih-alih membahas solusi untuk membantu mengakhiri penderitaan mereka. Egois banget ya!

8. Menganggap Orang Lain sebagai Saingan


Menganggap Orang Lain sebagai Saingan
Pexels/PNW Production

Orang yang memiliki sindrom ini selalu memandang yang lain sebagai pesaing, sehingga mereka sangat sulit untuk diajak bekerjasama. Pikiran mereka selalu dipenuhi dengan kecemburuan dan sukses seorang diri, sehingga mereka lebih suka melakukan semua pekerjaan sendirian. Mereka bahkan lebih suka timnya kalah daripada menang tapi perannya tidak menonjol.

Nah itu dia delapan ciri crab mentality yang patut diwaspadai. Dalam artikel berikutnya, WowKeren akan menghadirkan beberapa tips untuk mengatasi sindrom ini. Stay tune ya.

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait