Menurut parah ahli Amerika, seluruh tahap inti utama roket dengan berat 22 ton (48.500 pon) telah mencapai orbit rendah dan diperkirakan akan jatuh kembali ke Bumi.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 28 Juli 2022 - 16:34 WIB
WowKeren - Sisa-sisa roket besar milik Tiongkok diperkirakan akan meluncur melalui atmosfer akhir pekan ini yang berpotensi masuk ke bumi dengan cara yang tidak terkendali. Namun, Tiongkok mengatakan bahwa puing-puing roket itu sedang dilacak dan hanya menimbulkan sedikit risiko bagi siapa pun di Bumi.
Sebagaimana diketahui, Roket Long March 5B diluncurkan pada hari Minggu (24/7) untuk mengirimkan modul laboratorium ke stasiun ruang angkasa baru Tiongkok yang sedang dibangun di orbit. Itu menandai penerbangan ketiga roket paling kuat Tiongkok sejak peluncuran perdananya pada tahun 2020.
Menurut parah ahli Amerika, seluruh tahap inti utama roket yang panjangnya 100 kaki (30 meter) dan berat 22 ton (48.500 pon) telah mencapai orbit rendah dan diperkirakan akan jatuh kembali ke Bumi setelah gesekan atmosfer menyeretnya ke bawah. Hal itu akan menyebabkan badan roket hancur saat jatuh melalui atmosfer tetapi cukup besar.
Banyak bongkahan kemungkinan akan bertahan dari bergesekan dengan atmosfer bumi saat masuk, dan menyebabkan hujan puing-puing di atas area sekitar 2.000 km (1.240 mil) panjangnya dengan lebar sekitar 70 km (44 mil), sebagaimana disampaikan oleh analis independen yang berbasis di AS pada hari Rabu.
Kemungkinan lokasi bidang puing tidak mungkin ditentukan sebelumnya, meskipun para ahli akan dapat mempersempit zona dampak potensial lebih dekat bagi roket itu masuk kembali selama beberapa hari ke depan.
Menurut Aerospace Corp, pusat penelitian nirlaba yang didanai pemerintah di dekat Los Angeles, sebongkah sampah roket luar angkasa itu memiliki berat lebih dari 20 ton. Para peneliti mengatakan 20 sampai 40 persen dari massa akan mencapai tanah. Itu berarti 5,5-9,9 ton akan berdampak pada Bumi, menurut Aerospace.
(wk/zodi)