Jokowi Teken UU Sumbar, Berikut Makna 'Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah'
BPMI Setpres/Muchlis Jr
Nasional

Dalam UU Sumbar yang diteken oleh Presiden Jokowi juga memuat tentang falsafah masyarakat Minangkabau yakni 'adat basandi syara', syara' basandi kitabullah'.

WowKeren - Presiden Joko Widodo belum lama ini diketahui menerbitkan Undang-Undang (UU) tentang Provinsi Sumatera Barat. Dalam UU ini, diketahui bahwa mengatur adat budaya Minangkabau berdasarkan falsafah adat basandi syara', syara' basandi kitabullah (ABS-SBK).

Adapun UU tentang Provinsi Sumbar yang diterbitkan itu dengan Nomor 17 Tahun 2022 dan diteken Jokowi pada 25 Juli 2022 lalu. Kemudian salinan UU baru ini dipublikasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).

Berdasarkan informasi yang dilihat melalui detikcom, falsafah tersebut diatur dalam Pasal 5 huruf c, dengan bunyi sebagai berikut.

"Adat dan budaya Minangkabau berdasarkan pada nilai falsafah, adat basandi syara', syara' basandi kitabullah sesuai dengan aturan adat salingka nagari yang berlaku, serta kekayaan sejarah, bahasa, kesenian, desa adat/nagari, ritual, upacara adat, situs budaya, dan kearifan lokal yang menunjukkan karakter religius dan ketinggian adat istiadat masyarakat Sumatera Barat," bunyi Pasal 5 huruf c, dilihat Jumat (29/7).


Sementara dalam bab "Penjelasan", maksud dari pasal tersebut dijelaskan bahwa falsafah itu berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemudian juga dijelaskan mengenai pengertian adat salingka nagari.

Dalam Pasal 5 c, dijelaskan bahwa salingka nagari adalah adat yang berlaku secara umum dan diwarisi secara turun-temurun di Minangkabau, serta menjadi sarana mediasi bagi penyelesaian permasalahan warga adat di nagari tersebut.

Adapun penerbitan UU tersebut diketahui melalui pertimbangan bahwa pemberian otonomi daerah harus memperhatikan potensi daerah dalam berbagai bidang, termasuk kekayaan budaya dan kearifan lokal. Di samping itu, dijelaskan bahwa pemberian daerah otonom merupakan upaya mempecepat terwujudnya tujuan bernegara.

Sementara berdasarkan informasi yang didapat dari laman resmi Provinsi Sumbar, falsafah adat basandi syara', syara' basandi kitabullah merupakan salah satu filosofi hidup yang dipegang dalam masyarakat Minangkabau, yang diketahui menjadikan Islam sebagai landasan utama dalam tata pola perilaku dalam nilai-nilai kehidupan.

Artinya, falsafah tersebut merupakan kerangka kehidupan sosial, baik horizontal-vertikal maupun horizontal-horizontal. Di samping itu, adat basandi syara', syara' basandi kitabullah diketahui juga merupakan sebuah identitas yang lahir dari sebuah kesadaran sejarah dan pergumulan tentang perjuangan dan hidup.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts