Setelah kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Taiwan, Tiongkok memberikan respons keras. Bahkan hal ini juga memicu kekhawatiran dari penduduk Taiwan akan perang.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 03 Agustus 2022 - 16:55 WIB
WowKeren - Dalam kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan itu memicu reaksi keras dari Tiongkok. Sebagaimana diketahui, Pelosi telah tiba di Taiwan pada Selasa (2/8).
Melansir The Asociated Press, Tiongkok bahkan diketahui memblokir impor jeruk dan ikan dari Taiwan. Hal ini disebut sebagai pembalasan atas kunjungan Pelosi, yang merupakan anggota parlemen terkemuka Amerika, ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu tetapi telah menghindari mengganggu salah satu teknologi dan hubungan manufaktur terpenting di dunia.
Sebagaimana diketahui, kedua belah pihak yang berpisah pada tahun 1949 silam, setelah perang saudara, tidak memiliki hubungan resmi. Meski begitu, ikatan bisnis bernilai miliaran dolar, terutama dalam aliran chip prosesor buatan Taiwan yang dibutuhkan oleh pabrik-pabrik Tiongkok yang merakit telepon pintar dunia dan elektronik lainnya masih terus berjalan.
Di saat mereka membangun bisnis tersebut, sementara Beijing tetap mengancam selama beberapa dekade untuk menegakkan klaim Partai Komunis yang berkuasa atas pulau itu dengan menyerang. Di sisi lain, perdagangan dua arah melonjak 26 persen pada tahun lalu menjadi USD328,3 miliar atau setara Rp4.883 triliun.
Dalam bisnis tersebut, Taiwan memegang peranan sebagai yang memproduksi separuh chip prosesor dunia dan memiliki teknologi yang tidak dapat ditandingi oleh daratan, mengatakan penjualan ke pabrik-pabrik Tiongkok naik 24,4% menjadi USD104,3 miliar atau setara Rp1.551 triliun.
"Ekonomi global tidak dapat berfungsi tanpa chip yang dibuat di Taiwan atau Tiongkok," ujar Carl B. Weinberg dari High-Frequency Economics dalam sebuah laporan, dilansir melalui The Asociated Press, Rabu (3/8).
Selain melakukan pemblokiran terhadap impor dari Taiwan setelah kedatangan Pelosi, Tiongkok diketahui juga mengumumkan empat hari latihan militer dengan tembakan artileri di perairan sekitar Taiwan. Hal ini lantas dinilai memungkinkan untuk menunda atau mengganggu pengiriman ke dan dari pulau itu, salah satu pedagang global terbesar.
Terkait dengan gangguan potensial tersebut, dinilai menambah kekhawatiran atas melemahnya pertumbuhan ekonomi global, tetapi pasar saham Asia naik Rabu (3/8), setelah tidak ada tanda-tanda segera tindakan militer Tiongkok.
(wk/tiar)