Kunjungan Nancy Pelosi di Taiwan Picu Kekhawatiran Penduduk Akan Perang
AP/Taiwan Presidential Offic
Dunia

Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Taiwan rupanya menuai reaksi keras dari Tiongkok. Di samping itu, memicu kekhawatiran dari penduduk Taiwan atas reaksi dari Tiongkok.

WowKeren - Pada Selasa (2/8), Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi diketahui telah mendarat di Taiwan. Namun kunjungannya ini justru memicu reaksi keras dari Tiongkok, yang mana menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah mereka.

Tidak hanya itu, kunjungan Pelosi di Taiwan itu rupanya juga memicu kekhawatiran tersendiri bagi penduduk negara tersebut. Bahkan, salah seorang teller yang diketahui identitasnya sebagai Joseph Chiu mengungkapkan banyak warga yang meminta untuk menarik jutaan kuai dari rekening mereka.

Melansir The Guardian, Chiu diketahui merupakan teller di sebuah bank populer di cabang Taipei pusat. Adapun permintaan yang dinilai aneh itu berlangsung pada Selasa (2/8). "Mereka khawatir bank akan tutup besok," ujar Chiu saat istirahat di pinggir jalan di sore hari, dilansir pada Rabu (3/8).

Lebih lanjut, Chiu mengatakan bahwa ia tidak khawatir akan peristiwa seperti itu, dan menurutnya, tidak ada indikasi bahwa itu mungkin, tetapi ia tak memungkiri bahwa hal tersebut merupakan tanda kecil bahwa di antara penduduk Taiwan yang tabah dan seringkali fatalistik, sesuatu telah berubah pekan ini.

Di samping itu, kunjungan Pelosi bersama dengan delegasi dari Kongres itu disebut datang pada saat yang sangat sensitif dan telah mengancam akan memicu krisis selat Taiwan keempat. Pada umumnya, penduduk Taiwan dinilai belum terlalu tertarik dengan pembicaraan kunjungan tersebut.


Hal itu dapat dilihat dari saat media internasional memuat berita utama dan opini, berita domestik memprioritaskan pemilihan lokal, gelombang panas yang berlangsung lama, serta berita selebriti. Bahkan dalam satu buletin, Pelosi tidak masuk dalam jajaran berita utama.

Masih melansir The Guardian, diketahui ada wartawan asing yang mengutip orang-orang Taiwan yang mengatakan kepada dunia sekali lagi bahwa mereka telah berada di bawah ancaman invasi Tiongkok setiap hari selama beberapa dekade, jadi apa gunanya mengkhawatirkannya?. "Tidak ada gunanya terlalu khawatir, Anda telah melihat perang Rusia, dan seperti apa perang itu. Jika itu terjadi, terjadilah," beber Chiu.

Pada mulanya, banyak penduduk Taiwan yang tidak mengkhawatirkan hal tersebut dengan alasan beragam, mulai dari melihat invasi sebagai keniscayaan yang tak terbendung, hingga misi sia-sia yang akan ditentang oleh Taiwan atau digagalkan dengan bantuan AS, hingga sesuatu yang tidak akan terjadi karena tidak ada yang menginginkannya.

Namun hal tersebut berubah kala kunjungan Pelosi ke Taiwan dikonfirmasi. Hal ini lantas disebut semakin meningkatkan kecemasan masyarakat. Ratusan warga sipil kemudian berkumpul di beberapa situs kota untuk menyambut atau memprotes kedatangannya.

Bahkan di luar bandara, kelompok kemerdekaan Taiwan memegang spanduk bertuliskan "Saya cinta Pelosi" dan "tutup mulut China". Di sisi lain, kerumunan terbesar berkumpul di luar Grand Hyatt, yang mana diketahui merupakan tempat Pelosi akan menginap.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait