Dinas Geologi dan Pertambangan Nasional Chili, Sernageomin, mengetahui adanya lubang tersebut pada Sabtu (30/7) lalu dan telah mengirim personel spesialis ke daerah tersebut.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 03 Agustus 2022 - 12:29 WIB
WowKeren - Para ahli di Chili tengah menyelidiki munculnya lubang yang sangat besar di dekat tambang tembaga di gurun Atacama. Lubang tersebut lebih besar dari lapangan tenis dengan diameter sekitar 25 meter dan kedalaman sekitar 200 meter.
Lubang tersebut muncul pada akhir pekan di tanah yang ditambang oleh perusahaan Kanada Lundin Mining, sekitar 665 km dari Ibu Kota Chili, Santiago. Dinas Geologi dan Pertambangan Nasional Chili, Sernageomin, mengetahui adanya lubang tersebut pada Sabtu (30/7) lalu dan telah mengirim personel spesialis ke daerah tersebut.
"Ada jarak yang cukup jauh, sekitar 200 meter, ke bawah," Direktur Sernageomin, David Montenegro. "Kami belum mendeteksi material apa pun di sana, tetapi kami telah melihat keberadaan banyak air."
Sebuah perimeter keamanan 100 meter telah didirikan di sekitar lubang tersebut. Sernageomin melaporkan penutupan area dari pintu masuk ke lokasi kerja tambang Alcaparrosa, yang terletak di dekat lubang itu.
Sementara itu, Lundin Mining menyatakan bahwa lubang itu tidak mempengaruhi para pekerja atau anggota komunitas di sana. Lubang itu juga disebut "tetap stabil" sejak pertama kali terdeteksi.
"Setelah terdeteksi, daerah itu segera diisolasi dan otoritas pengatur terkait memberi tahu. Tidak ada dampak terhadap personel, peralatan, atau infrastruktur," demikian pernyataan Lundin Mining.
Lebih lanjut, Lundin Mining mengatakan bahwa analisis teknis sedang dilakukan untuk menentukan penyebab fenomena tersebut. Sebagai tindakan pencegahan, pekerjaan pengembangan di area tambang bawah tanah Alcaparrosa telah dihentikan sementara.
"Rumah terdekat berjarak lebih dari 600 meter, sementara area berpenduduk atau layanan publik hampir satu kilometer jauhnya dari zona yang terkena dampak," tambahnya.
Di sisi lain, Wali Kota Tierra Amarilla, Cristian Zuniga, mengatakan kepada wartawan bahwa lubang itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kotamadya tersebut diketahui memiliki populasi sekitar 13.000 jiwa.
"Kami minta penyebabnya diperjelas: apakah ambruknya hasil kegiatan pertambangan atau yang lainnya," tegasnya.
(wk/Bert)