Kebakaran Hutan Meluas, Perdana Menteri Minta Prancis Adaptasi Hadapi Kerusakan Iklim
AFP/Thibaud Moritz
Dunia

Perdana Menteri Elisabeth Borne menegaskan bahwa Prancis harus bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mengatasi kerusakan iklim sambil juga beradaptasi.

WowKeren - Prancis masih berkutat dengan kebakaran hutan yang terus meluas. Kebakaran hutan terus menjalar ke hutan pinus barat daya dan telah memaksa evakuasi lebih dari 10.000 orang.

Perdana Menteri Elisabeth Borne menegaskan bahwa Prancis harus bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mengatasi kerusakan iklim sambil juga beradaptasi dengan kondisi semacam itu. Hal itu disampaikan olehnya saat bertemu dengan pihak berwenang yang memerangi kebakaran hutan besar.

"Kita harus terus berjuang melawan kerusakan iklim," kata Borne, ketika lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran memerangi kebakaran Landiras yang merajalela di selatan Bordeaux. Borne mengatakan jika dia akan mengawasi bentuk perencanaan lingkungan mulai September mendatang.

Hal itu dilakukan untuk memastikan Prancis beradaptasi dengan situasi iklim baru, serta menanam hutan baru. Menurut pihak berwenang, kobaran api besar telah kembali mengamuk pada Selasa (8/8) hingga menghancurkan lebih dari 6.800 hektar (16.800 hektar) hutan di daerah Gironde dan Landes yang berdekatan. Sebanyak 15.000 hektar hutan pinus di Gironde telah hangus selama bulan Juli.


"Ini ogre, itu monster," kata Gregory Allione, dari badan pemadam kebakaran Prancis FNSPF, kepada radio RTL. Kantor prefek setempat mengakui dalam sebuah pernyataan jika situasinya memang sangat sulit dengan kondisi tanah yang kering.

"Kondisinya sangat sulit: vegetasi dan tanah sangat kering," kata mereka memperingatkan bahwa panas kering yang ekstrem kemungkinan akan terjadi setidaknya hingga Minggu. "Ada risiko wabah baru yang sangat serius."

Remy Lahay, petugas pemadam kebakaran yang ditempatkan di dekat Hostens di Taman alam Landes de Gascogne mengatakan kepada media setempat jika kebakaran hutan sangat besar sehingga membuat petugas kewalahan menanganinya.

"Anda akan mengira kami berada di California," katanya kepada Agence France-Presse. "Ini sangat besar … Dan mereka terbiasa dengan kebakaran hutan di sini, tetapi kami kewalahan di sana-sini, tidak ada yang bisa memperkirakan ini."

Kebakaran Landiras awalnya meletus pada bulan Juli. Pihak berwenang setempat mengatakan api tidak pernah benar-benar padam namun terus membara di hutan pinus yang kering.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait