Inggris Hadapi Ancaman Gagal Panen Massal Saat Petani Menuntut Larangan Pipa Air
Dunia

Bencana kekeringan membuat para petani di Inggris terancam gagal panen. Apalagi kini para perusahaan air masih belum melakukan tuntutan para petani terkait larangan pipa air.

WowKeren - Inggris kini terancam mengalami krisis pangan setelah para ahli memperingatkan akan kegagalan panen yang meluas di seluruh negeri. Prediksi kegagalan panen massal muncul karena perusahaan air masih ragu-ragu untuk melakukan larangan atau pembatasan distribusi air meski kekeringan dinyatakan di sebagian besar negara. Di mana badan amal dan petani telah mengkritik dan memprotes sikap tersebut.

Melansir The Guardian, Jumat (12/8), Badan Lingkungan mengklasifikasikan delapan dari 14 wilayah Inggris sebagai daerah kekeringan. Meskipun demikian, perusahaan air, termasuk Anglian Water, Southern Water dan South West Water belum memberlakukan larangan pipa air. Thames Water mengatakan tidak berencana untuk mempercepat larangan pipa yang diharapkan minggu depan.

Dokumen bocor yang dilihat oleh The Guardian dari pertemuan National Drought Group menunjukkan angka tentang keadaan pertanian di Inggris. Setengah dari panen kentang diperkirakan akan gagal karena tidak dapat diairi. Bahkan tanaman yang biasanya tahan kekeringan, seperti jagung, telah gagal.


Kelompok tersebut diberi tahu “pilihan irigasi berkurang dengan waduk yang dikosongkan dengan cepat”. Kerugian 10-50% diperkirakan terjadi pada tanaman termasuk wortel, bawang, bit gula, apel dan hop. Produksi susu juga turun secara nasional karena kurangnya makanan untuk sapi, dan kebakaran hutan membuat banyak lahan pertanian berisiko .

Salah satu daerah terkering adalah East Anglia, yang juga merupakan rumah bagi sebagian besar pertanian Inggris. Termasuk lebih dari dua pertiga tanaman bit gula dan sepertiga tanaman kentangnya. Namun, Anglian Water telah mengesampingkan larangan selang untuk musim panas ini, dengan alasan bahwa ia memiliki tingkat air yang baik di waduk.

"Deklarasi kekeringan hari ini di seluruh wilayah yang kami suplai berfungsi untuk menggarisbawahi keseriusan situasi. Tetapi karena investasi yang telah kami lakukan dan dukungan dari pelanggan kami, kami masih tidak membayangkan perlunya larangan pipa air di wilayah kami musim panas ini," ujar seorang juru bicara.

Tapi petani tidak setuju. Tom Bradshaw, wakil presiden Serikat Petani Nasional (NFU), mengatakan: “Kami memiliki anggota yang tidak dapat mengambil air irigasi tetapi di Anglia Timur masih tetap tidak ada larangan pipa air. Kami tidak percaya bahwa kami tidak diperbolehkan mengairi untuk menanam buah dan sayuran yang dibutuhkan negara tetapi tidak ada larangan penggunaan konsumen yang berlebihan," tandasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts