Vaksin COVID-19 yang Target 2 Varian Sekaligus Disetujui Untuk Program Booster Inggris
Unsplash/Ed Us
Dunia
Booster COVID-19

Regulator obat-obatan Inggris (MHRA) memberikan persetujuan bersyarat bagi vaksin bivalen itu untuk menjadi dosis booster COVID-19 orang dewasa pada Senin (15/8).

WowKeren - Inggris menjadi negara pertama yang memberikan lampu hijau kepada vaksin COVID-19 Moderna versi baru yang menargetkan dua varian virus. Vaksin yang disebut sebagai "vaksin bivalen" itu menarget virus versi asli dan juga varian Omicron.

Regulator obat-obatan Inggris (MHRA) memberikan persetujuan bersyarat bagi vaksin bivalen itu untuk menjadi dosis booster orang dewasa pada Senin (15/8). Komite Bersama Inggris untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) kini diharapkan segera merilis rekomendasi tentang bagaimana vaksin harus digunakan di negara itu.

Adapun keputusan MHRA tersebut didasarkan pada data uji klinis yang menunjukkan booster memicu "respons kekebalan yang kuat" terhadap Omicron (BA.1) dan virus corona asli yang menyebar di tahun 2020. MHRA juga mengutip analisis eksplorasi di mana suntikan itu ditemukan menghasilkan "respons kekebalan yang baik" terhadap cabang Omicron yang saat ini dominan BA.4 dan BA.5.

Pada bulan Juni lalu, Moderna mengatakan bahwa data uji coba menunjukkan suntikan booster baru ini meningkatkan antibodi penetral virus sebanyak delapan kali lipat terhadap Omicron ketika diberikan sebagai dosis keempat. Menurut perusahaan pembuat obat asal Amerika Serikat tersebut, data uji coba juga menunjukkan bahwa suntikan booster barunya menghasilkan tingkat antibodi penetral virus terhadap subvarian yang 1,69 kali lebih tinggi daripada yang diberikan booster asli.


Meski begitu, korelasi antara tingkat antibodi penetralisir dan efektivitas vaksin terhadap penyakit, khususnya penyakit parah, masih belum jelas. MHRA menyatakan tidak ada masalah keamanan serius yang diidentifikasi dengan formulasi baru vaksin Moderna ini.

Vaksin COVID-19 yang sudah ada terus memberikan perlindungan yang baik terhadap risiko rawat inap dan kematian. Namun pihak MHRA mengakui bahwa efektivitas vaksin telah terpukul seiring dengan berkembangnya varian baru.

"Vaksin COVID-19 generasi pertama yang digunakan di Inggris terus memberikan perlindungan penting terhadap penyakit dan menyelamatkan nyawa," kata Kepala Eksekutif MHRA June Raine. "Apa yang diberikan oleh vaksin bivalen ini kepada kita adalah alat yang tajam di gudang senjata kita untuk membantu melindungi kita dari penyakit ini karena virus terus berkembang."

Bulan lalu, pemerintah Inggris mengatakan bahwa program booster vaksin akan dimulai pada "awal musim gugur". Program ini akan ditawarkan kepada orang yang berusia lebih dari 50-an, individu dalam kelompok risiko klinis, pekerja garis depan dan staf panti jompo.

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait