Kasus Ambulans Kesulitan Temukan Rumah Sakit di Jepang Pecah Rekor Kala COVID-19 Meningkat
Unsplash/Mat Napo
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jumlah itu terdiri dari kasus dimana kru ambulans meminta fasilitas kesehatan untuk menerima pasien lebih dari empat kali, dengan lebih dari 30 menit dari saat kru tiba hingga ambulans mulai mengangkut pasien.

WowKeren - Jumlah kasus ambulans yang kesulitan menemukan rumah sakit bagi pasien dalam seminggu memecahkan rekor baru di Jepang. Ini terjadi kala Jepang tengah bergulat dengan lonjakan infeks COVID-19.

Pada Selasa (16/8), pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa jumlah kasus ambulans kesulitan mencari rumah sakit pada periode 8-14 Agustus meningkat 2 persen dibanding minggu sebelumnya. Dalam periode tersebut, tercatat ada 6.747 kasus, dengan 2.836 di antaranya melibatkan pasien dengan kesulitan pernapasan, di antara gejala lainnya, dan diduga menderita COVID-19.

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana juga mencatat kasus ambulans yang melibatkan pasien terduga virus corona menurun 1 persen dari minggu sebelumnya. Jumlah total insiden, yang dihitung di 52 departemen pemadam kebakaran termasuk di ibu kota prefektur, telah meningkat selama delapan minggu berturut-turut.


Sementara itu, rekor jumlah kasus ambulans dalam seminggu ini diyakini disebabkan oleh kasus COVID-19 yang tetap tinggi dan kurangnya fasilitas kesehatan yang terbuka selama liburan musim panas Bon. Jumlah itu terdiri dari kasus dimana kru ambulans meminta fasilitas kesehatan untuk menerima pasien lebih dari empat kali, dengan lebih dari 30 menit dari saat kru tiba hingga ambulans mulai mengangkut pasien.

Di sisi lain, Tokyo mengkonfirmasi 23.135 kasus COVID-19 baru pada Senin (15/8). Jumlah tersebut meningkat 5.251 kasus dibanding hari Senin pekan sebelumnya.

Selain itu, Tokyo juga mencatat 14 kasus kematian di kalangan pasien berusia 40-an atau lebih. Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Tokyo adalah 59,8 persen, sementara 37,4 persen tempat tidur rumah sakit untuk pasien yang sakit parah telah terisi.

Pemerintah metropolitan Tokyo mengatakan akan mempertimbangkan meminta pemerintah pusat untuk mengumumkan keadaan darurat di ibu kota jika tingkat hunian tempat tidur untuk pasien yang sakit parah antara 30 dan 40 persen. Adapun pasien yang sakit parah didefinisikan pemerintah metropolitian Tokyo sebagai mereka yang membutuhkan ventilator atau mesin bypass jantung-paru ECMO.

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait