'Justice for Joshua', Aliansi Masyarakat Cinta Polri Dukung Kapolri Usut Kasus Brigadir J
Nasional

Aliansi Masyarakat Cinta Polri mengikuti aksi Malam Hening Justice for Joshua. Aliansi itu juga turut menyatakan dukungan kepada Listyo Sigit untuk menuntaskan kasus Brigadir J dan mafia di Institusi Polri.

WowKeren - Aksi Malam Hening Justice for Joshua digelar di Plaza Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/8) malam. Acara itu juga diisi dengan aksi penyalaan 4 ribu lilin dan orasi beberapa tokoh. Acara itu pun turut dihadiri oleh Aliansi Masyarakat Cinta Polri.

Dalam acara itu, Aliansi Masyarakat Cinta Polri melakukan aksi tabur bunga untuk menunjukkan dukungan kepada Kapolri dalam pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J. Selain itu mereka juga mendukung Kapolri untuk memberantas tuntas mafia di tubuh internal institusi polisi.

"Aksi tabur bunga mawar ini kita lakukan untuk memberikan dukungan terhadap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas mafia di internal Polri dan mengusut tuntas pembunuhan Brigadir Joshua," ujar Koordinator Aliansi Masyarakat Cinta Polri, Gilman Hanif.


Diungkap Gilman, aksi tabur bunga itu merupakan wujud kecintaan dan kepercayaan masyarakat kepada instansi kepolisian di era kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit prabowo. Ia dianggap berani dan tegas dalam mengungkap kasus tragedi kemanusiaan yang kini menjadi perhatian masyarakat itu.

Di mana saat ini misteri kasus kematian Brigadir J juga sudah mulai tertangka. 4 orang tersangka telah ditetapkan oleh polri termasuk Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, dan Bripka RR. Polri pun terus melakukan pengusutan kasus tersebut dan tidak menutup kemungkian soal adanya nama tersangka baru.

Sementara itu di tempat lain Kapolri Listyo Sigit juga dengan tegas menyatakan komitmen Polri untuk mengusut tuntas dan terbuka kasus pembunuhan Brigadir J serta kasus lain yang terkait. Listyo menyebut hal itu sebagai pertaruhan untuk tetap menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri.

"Tentunya masih ada beberapa kegiatan yang saat ini sedang kita laksanakan terkait dengan kasus tersebut dan ini adalah pertaruhan institusi Polri, pertaruhan marwah kita. Sehingga harapan kita angka 78 itu minimal sama atau naik karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden, tidak akan ada yang ditutup-tutupi. Semua kita buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya, jadi itu yang menjadi pegangan kita," tandas Listyo Sigit.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait