Marak Kasus Selingkuh, Berikut Faktor Pemicu Pasangan Tega Untuk Mendua
SerbaSerbi

Belakangan ini kasus perselingkuhan sejumlah pasangan selebriti tengah menjadi perbincangan hangat. Berikut 9 faktor yang mungkin memicu hadirnya orang ketiga.

WowKeren - Belakangan ini kasus perselingkuhan marak terjadi. Beberapa pernikahan selebriti dikabarkan retak karena hadirnya orang ketiga. Karena masalah ini, tak sedikit masyarakat yang trauma akan pernikahan.

Bahkan mereka yang masih lajang pun harus berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menikah. Hubungan yang dinodai akan perselingkuhan biasanya akan berakhir pisah. Pasalnya, beberapa orang sulit memaafkan perselingkuhan.


Psikiater Carly Snyder, MD menjelaskan ada banyak alasan yang memicu pasangan berselingkuh. Terlepas apapun alasannya, perselingkuhan adalah hal yang tak patut dibenarkan dalam suatu hubungan.

"Ada banyak alasan mengapa orang yang sudah menikah selingkuh. Lebih dari 40% pasangan menikah terkena dampak perselingkuhan. Dan meskipun persentasenya tinggi, kebanyakan orang bahkan mereka yang tersesat akan mengatakan bahwa selingkuh itu salah," kata Carly.

Perselingkuhan bahkan bisa terjadi meskipun seseorang memiliki hubungan yang sempurna. Lantas, apa alasan seseorang tega berselingkuh dari pasangan? WowKeren pun telah merangkumkan 9 faktor yang kemungkinan memicu hadirnya orang ketiga. Yuk, langsung simak dalam ulasan berikut ini.

(wk/Sisi)

1. Kurangnya Cinta


Kurangnya Cinta
Unsplash/Kelly Sikkema

Faktor utama berpalingnya pasangan pada orang lain adalah kurangnya intensitas cinta mereka kepada Anda. Minimnya cinta dan kasih sayang membuat seseorang tega mencari kenyamanan serta kebahagiaan bersama yang lain. Psikolog Timothy J. Legg, PhD, PsyD menyampaikan pendapat tersebut.

"Perasaan senang dan jatuh cinta umumnya tak berlangsung selamanya. Itu biasanya memudar seiring waktu. Tentu, bertahan dalam suatu hubungan tanpa cinta romantis dapat menyebabkan keinginan untuk mengalami cinta lagi dan memotivasi perselingkuhan," kata Timothy.

2. Komitmen Rendah


Komitmen Rendah

Kurangnya komitmen yang kuat juga memotivasi seseorang untuk berselingkuh. Komitmen yang rendah dapat membuat pasangan merasa tak dicintai dan mencari kepuasan hubungan bersama orang lain. Hal itu disetujui oleh psikolog sekaligus profesor di Loyola University Maryland, Theresa DiDonato, Ph.D.

"Kurangnya cinta dan kurangnya komitmen antar pasangan mempengaruhi ketidakpuasan dalam hubungan. Dalam hal komitmen, kebanyakan orang percaya bahwa komitmen yang rendah terhadap pasangannya memotivasi mereka untuk berselingkuh," jelas Therese.

3. Tak Dihargai Pasangan


Tak Dihargai Pasangan
Pexels/Karolina Grabowska

Pentingnya menghargai orang lain juga berlaku dalam suatu hubungan. Pasangan yang merasa tak dihargai lambat laun akan merasa tersakiti. Terapis Dr. Jenn Man mengklaim kondisi itu membuat seseorang tak nyaman dan ingin mencari pasangan baru yang dirasa lebih bisa menghargai mereka.

"Diremehkan, disakiti, atau dilecehkan secara verbal membuat orang rentan untuk berselingkuh, apalagi jika salah satu pasangan merasa sudah memberikan yang terbaik. Ketika kita terluka, marah dan merasa tak dihargai kemungkinan besar pasangan mencari kenyamanan pada orang lain," kata Jenn.

4. Hasrat Seksual Yang Tak Terpenuhi


Hasrat Seksual Yang Tak Terpenuhi
Pexels/Melike Benli

Faktor lain yang mempengaruhi keharmonisan hubungan adalah hasrat seksual. Kebutuhan seksual pasangan yang tak terpenuhi berisiko memicu mereka untuk mencari kepuasan di tempat lain. Ujung-ujungnya, perselingkuhan pun tak dapat terhindarkan. Psikolog Timothy J. Legg, PhD, PsyD menyampaikan pandangan itu.

"Kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan frustrasi dan mungkin memburuk jika situasinya tidak membaik. Ini dapat memberikan motivasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut di tempat lain dan berakhirlah pada perselingkuhan," kata Timothy.

5. Merasa Diabaikan


Merasa Diabaikan
Pexels/cottonbro

Penting untuk saling peduli dengan pasangan. Kurangnya kepedulian dan perhatian membuat pasangan merasa diabaikan. Kondisi ini hanya akan memicu perselingkuhan. Psikolog Theresa DiDonato, Ph.D memaparkan pendapat demikian.

"Mirip kurangnya cinta, beberapa orang melakukan perselingkuhan sebagai respons terhadap kurangnya perhatian pasangannya. Lebih banyak wanita daripada pria yang mengenali ini sebagai salah satu motif mereka untuk selingkuh," papar Theresa.

6. Bentuk Kemarahan Atau Balas Dendam


Bentuk Kemarahan Atau Balas Dendam
Pexels/Tima Miroshnichenko

Theresa DiDonato, Ph.D menilai perselingkuhan bisa menjadi bentuk kemarahan atau balas dendam seseorang pada pasangan. Beberapa orang menganggap perselingkuhan adalah cara mereka menghukum pasangan. Mereka cenderung senang dan lega melihat pasangan sedih dan kesulitan.

"Kemarahan memainkan peran dalam memicu perpisahan. Dalam kasus ini, selingkuh dilihat sebagai cara untuk menghukum pasangan atau membalas dendam. Salah satu pihak biasanya ingin melihat pasangan mereka kesulitan atau merugi," kata Theresa.

7. Hubungan Toxic


Hubungan Toxic
Pexels/Alex Green

Hubungan yang toxic alias beracun juga mampu membuat pasangan berkhianat. Kondisi ini terjadi lantaran pasangan sudah tak menemukan kenyamanan dan rasa aman dalam hubungan. Pakar hubungan Gary W. Lewandowski, Jr. menyebut kebanyakan orang memilih untuk pergi ketimbang mempertahankan hubungan toxic.

"Situasi lain di mana perselingkuhan selalu terjadi adalah ketika salah satu pasangan sangat posesif dan cemburu kemudian berakhirlah pada hubungan toxic atau beracun. Kondisi ini membuat pasangan merasa tak aman dan kurangnya harga diri. Jadi mengapa pasangan bertahan bila Anda tidak mampu membuat mereka nyaman dalam hubungan?" papar Gary.

8. Adanya Faktor Situasi & Kesempatan


Adanya Faktor Situasi & Kesempatan
Pexels/Kaboompics.com

Munculnya peluang dan kesempatan menambah risiko seseorang untuk berselingkuh. Peluang dan kesempatan yang dimaksud di antaranya adalah seringnya pasangan terlibat sentuhan fisik maupun emosional dengan lawan jenis seperti teman dekat atau rekan kerja. Timothy J. Legg, PhD, PsyD mengatakan faktor ini biasa terjadi pada seseorang yang telah memiliki hubungan sempurna sekalipun.

"Adanya kesempatan untuk berselingkuh dapat membuat perselingkuhan lebih besar terjadi. Seperti, tak sengaja minum dan tidur dengan orang lain atau tinggal dan bekerja di lingkungan di mana ada banyak sentuhan fisik dan hubungan emosional dengan orang lain," ujar Timothy.

9. Muncul Konflik Yang Sulit Diselesaikan


Muncul Konflik Yang Sulit Diselesaikan
Pexels/cottonbro

Terakhir, munculnya konflik yang sulit didamaikan. Dalam suatu hubungan, konflik pasti akan terjadi. Namun, bagaimana cara pasangan menyelesaikan konflik, berpengaruh pada kualitas hubungan mereka ke depannya. Konflik yang sulit diatasi dapat memicu hadirnya orang ketiga. Dr. Jenn Man berpendapat demikian.

"Konflik dalam suatu hubungan tidak bisa dihindari. Bagaimana konflik ini ditangani, sangat menentukan seberapa besar kerusakan dan berapa lama hubungan bisa bertahan. Orang-orang tidak ingin bertahan dalam suatu hubungan di mana pasangan mereka lari kala konflik muncul," kata Jenn.

Itu dia 9 faktor yang mungkin memicu pasangan berselingkuh. Namun, terlepas apapun masalah dan alasannya, perselingkuhan bukanlah hal yang patut dibenarkan ya. Terus nantikan artikel menarik dari WowKeren lainnya. See you!

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait