Deddy Corbuzier Ungkap Kekhawatiran Soal Aksi Bunda Corla Maki-Maki di TikTok
Instagram/corla_2
Selebriti
Ratu Jreng Bunda Corla Viral

Deddy Corbuzier mengakui Bunda Corla sosok yang hebat namun ia mengisyaratkan keresahan soal aksi sang seleb mencari uang dengan maki-maki orang di TikTok itu bisa memicu mindset mencari uang dengan cara mudah.

WowKeren - Deddy Corbuzier baru-baru ini mengundang Roy Kiyoshi sebagai bintang tamu di podcastnya. Dalam obrolan tersebut, Deddy membahas fenomena viralnya Bunda Corla.

Ia mengungkap Bunda Corla sosok yang hebat karena diundang oleh Kemenparekraf. Namun disisi lain, Deddy juga mengungkap keresahannya karena pemerintah cuma mengundang Bunda Corla.

"Kan diundang sama Kemenparekraf, berarti kan hebat," seru Deddy. "Cuma tolong yang diundang jangan Bunda Corla aja, ada anak-anak yang berprestasi, yang juara matematika, juara dunia fisika."

Deddy juga tak mau bila masyarakat Indonesia terlalu menggampangkan soal cara mencari uang. Apalagi di TikTok marak sejumlah orang yang naik daun dengan cara instan.


"Tapi kalau itu buat entertain ya udah nggak papa, cuma maksudnya kalau menurut gue, Indonesia ini, dari pemerintahnya juga harus imbang, jangan sampai anak-anak di bawah kita akhirnya melihat (dan berpikir) bahwa, 'Oh sukses itu gampang ya'," kata Deddy. "Sukses itu, live TikTok mandi lumpur, duit banyak lho. Sukses tuh, maki-maki orang di TikTok, banyak duit lho. Sukses tuh, nangis-nangis di TikTok, dapat duit. Kalau mindset yang ditaruh, gampang lho, cuma begitu bisa terkenal, tapi kan, berapa lama sih (masa tenarnya)? Sekejap."

Sebelumnya, Deddy juga sempat mengkritisi soal viralnya Fajar Sadboy. Ia emosi pada KPI yang seolah membiarkan Fajar yang masih dibawah umur itu muncul di TV.

"Pemasalahannya adalah dia pada saat ada TV, mana KPI? Kan katanya Anda melindungi hak anak-anak," seru Deddy. "Saya pernah di 'Hitam Putih' ngundang anak kecil, kena KPI. Kena saya. Pertanyaannya sekarang, ketika Fajar Sadboy dan mantannya, usia di bawah umur masuk ke dalam TV, mana KPI?"

KPI lantas mengungkap pembelaan diri mereka. KPI membeberkan aturan soal anak dibawah umur tak boleh dihadirkan untuk acara yang mengandung konflik rumah tangga, bencana, musibah, kasus kekerasan. Sedangkan acara yang dihadiri Fajar Sadboy bertema percintaan.

"Berdasarkan Standar Program Siaran (SPS) anak terdiri atas anak-anak dan remaja. Anak-anak: 7-12 tahun dan remaja: 13-17 tahun. Anak tidak boleh dihadirkan sebagai narasumber di luar kapasitas mereka dalam konteks konflik rumah tangga, bencana/musibah, dan konflik kekerasan traumatis," kata pihak KPI. "Fajar remaja usia 15 tahun. Acara yang ditujukan bagi remaja (13-17 tahun), tidak ada larangan sih menampilkan cerita asmara, selama tidak melanggar norma dan kesusilaan. Kalau yang untuk anak-anak (7-12 tahun) baru dilarang."

(wk/riaw)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending
Berita Terbaru