Marshanda Bak Ungkap Keresahan Lewat Puisi Barunya
Instagram/marshanda99
Selebriti

Marshanda lahirkan karya baru yang kali ini melalui sebuah puisi indah dan sarat akan makna. Untaian kata demi kata yang ia ucapkan seakan isyaratkan keresahan mengenai kehidupan.

WowKeren - Aktris berparas cantik Marshanda diketahui sampai saat ini belum menemukan pasangan baru usai bercerai dari Ben Kasyafani. Ia justru lebih fokus untuk perbaiki kesehatan mentalnya lantaran idap bipolar.

Meski begitu, Marshanda tak menutup diri dengan penyakit yang dideritanya. Ia terlihat senang hati bagikan berbagai pengalamannya ke publik agar tak sampai alami hal serupa dengan dirinya. Marshanda pun kini kian getol mengeluarkan bakatnya dalam berbagai bidang.

Salah satunya menulis sebuah puisi dengan rangkaian kata yang begitu indah dan sarat akan makna. Seperti yang terlihat baru-baru ini di Instagram pribadinya. Marshanda bak ungkap keresahannya melalui puisi barunya yang mulanya singgung soal kemunafikan.

”Judul puisi, ‘Kata Si Anak Kecil dalam Diriku yang Tak Akan Pernah Hilang’. Ditulis oleh Marshanda. Belajar munafik sejak muda, anggap bermuka dua itu biasa. Kenapa dunia binasa dari mimpi indah yang kupunya. Ingin aku bantah saat mereka menasehati. Kita nggak tahu apa isi hati orang. Ingin aku tak mendengar saat mereka bilang kehancuran karena perbedaan itu wajar atau persatuan akan terpecah belah,” ujar Marshanda.


”Seakan-akan semua orang mudah jadi jahat. Seakan-akan semua orang hancur dan tak punya harapan atas dunia tanpa kedengkian. Atas dunia tanpa peperangan. Atas dunia dengan paras indah yang tak diam-diam menyimpan pisau belati. Setiap hari kuselami. Citra yang kita cipta, kebutuhan untuk menunjukkan kalau kita penting, kalau kita baik-baik saja, kalau kita tak kenal kerapuhan,” sambungnya lagi.

Tak berhenti di situ, Marshanda bak isyaratkan pula terkait kondisi di dunia yang sudah tak lagi sepenuhnya bisa dipercaya. Mengingat banyaknya hal-hal baik yang binasa begitu saja.

”Di saat sesungguhnya yang kita butuhkan mungkin adalah pertolongan. Di tengah sorak sorai kedangkalan adalah ujung dari semua pupuk kehancuran apakah hatimu juga berteriak. Apa kau juga nelangsa mengabaikan tangan sahabat yang terbang menjauh dan hilang di angkasa karena kemurnian dan kesetiaan telah binasa. Dunia di mata kita yang masih percaya," pungkas Marshanda.

(wk/devi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait