Polisi Masih Dalami soal Dugaan Anak Vincent Rompies Terlibat Kasus Bullying Geng SMA Elit
Instagram/vincentrompies
Selebriti

Kasus dugaan bullying oleh geng SMA elit yang menyeret nama anak Vincent Rompies itu kini diselidiki polisi. Sudah memeriksa TKP, polisi masih mendalami soal dugaan anak Vincent terlibat dalam kasus tersebut.

WowKeren - Vincent Rompies kena imbas terkait dugaan putranya terlibat kasus dugaan bullying geng SMA elit. Namanya ramai dimention hingga dirinya diminta klarifikasi terkait rumor tersebut.

Sejauh ini, Vincent masih memilih bungkam atas rumor yang berhembus. Di sisi lain, pihak polisi sempat buka suara soal dugaan keterlibatan anak dari Vincent. Meski sedang melakukan pemeriksaan di TKP, polisi mengaku jika dugaan itu masih didalami.

"Sudah buat laporan polisi atau LP," seru Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Selatan, AKP Alvino Cahyadi pada Senin (19 Februari). "Kalau itu (dugaan anak Vincent terlibat) nanti didalami dulu. Iya sudah kita tindak lanjut. Penyidik mendatangi rumah sakit untuk minta keterangan klarifikasi kepada korban serta cek TKP. Proses hukum sedang berjalan."

Sebelumnya, dugaan bullying di SMA elit ini pertama kali diungkap oleh akun X BosPurwa. Akun itu sempat mention polisi mengunggah postingan perihal keberadaan geng di sebuah SMA elit yang diberi nama GT atau Geng T**. Geng yang sudah berjalan selama 9 generasi itu merekrut anggotanya dengan sistem kekerasan. Tak cuma itu, geng tersebut juga melakukan perundungan pada pihak-pihak yang tak mau bergabung bersama mereka.


"Di Sekolah Binus Serpong terdapat subkultur/ geng remaja yang dikenal dengan nama GENG T*I (GT). Subkultur ini bergaul di sebuah toko kecil di belakang sekolah bernama WARUNG IBU GAUL (WIG), dimana mereka berkumpul di toko tersebut setiap hari sepulang sekolah untuk melakukan kegiatan menyimpang yang mungkin mengandung unsur kriminal, seperti kekerasan, merokok di bawah umur, dan vaping. Dalam subkultur ini, senior/kelas 12 disebut agit, mereka mengendalikan semua yang ada di geng. Kelompok ini telah berlangsung selama 9 generasi dan dimulai pada masa sekolah menengah atas. Agit tersebut akan merekrut anggota untuk bergabung dengan geng-geng ini, dan imbalan untuk bergabung dengan geng-geng ini bervariasi, seperti ditawari uang untuk bergabung, memiliki akses ke tempat parkir dekat binus, namun imbalan utama yang membujuk orang untuk bergabung adalah STATUS di sekolah. Di binus, anak laki-iaki diketahui memiliki status hierarki yang lebih tinggi ketika mereka bergabung dengan geng, dan mereka juga mengalami tekanan teman sebaya dari para penghasut, yang seringkali berujung pada pemukulan jika mereka tidak mengikuti perintah yang diberikan oleh penghasut," demikian narasi terkait GT.

"NAMUN, ada aturan yang harus dipatuhi untuk menjadi anggota resmi GT. Pertama, calon anggota baru akan dikumpulkan di warung-warung, di mana para orang tsb akan mengambil kendali dan meminta mereka untuk melakukan perilaku menyimpang. BEBERAPA CONTOH antara lain meneriakkan nama, membelikan makanan untuk para penghasut dan mengikuti perintah yang mereka minta, namun yang terpenting bagi mereka, MEREKA HARUS DIHUKUM SECARA FISIK. Mereka juga melecehkan calon anggota baru, untuk menunjukkan apakah mereka layak menyandang gelar anggota geng," lanjut narasi tersebut. "Dalam kejadian tanggal 2 FEBRUARI, kelas 11 dan 10 menjadi saksi mata kejadian. LEBIH DARI 40 ORANG terlibat dalam insiden ini, beberapa mengakibatkan skorsing dan bahkan DROP OUT. Saat dicekik dan dipukul, orang orang yang hadir tertawa saat mengambil gambar dan video pemukulan ... ada juga yang sambil makan .... diikat ditiang, dipukul menggunakan kayu. BAHKAN ada 2 PEREMPUAN yg menyaksikan KEJADIAN TERSEBUT. Mereka MENGANGGAPNYA LUCU dan itu tidak berakhir disana."

Setelah trending, nama Vincent pun ramai dimention netter. Tak cuma Vincent, inisial artis GT juga ramai disebut setelah anak artis tersebut diduga juga terlibat. Sementara itu, sosok diduga ibu dari korban juga sempat membeberkan kronologi dugaan perundungan tersebut. Ibu itu sempat murka atas sikap anak-anak yang merundung putranya itu.

"Sejak tanggal 2 Februari anak sy dihajar, dipiting, dicekik, diikat ditiang, ditendangin, diludahi bergantian, disundutin pake rokok badannya, dipukul pake kayu dari belakang, dihajar bagian perutnya, dan ditonton banyak orang, masih banyak lagi yg gak bisa saya sebutkan, dan berlanjut part ke 2 sebelum pemilu, dihajar lagi dan dibakar tangannya pake korek api yg dipanasin, dan tololnya mereka videokan, sy sudah dapat video nya, & mereka bilang itu hanya pemanasan," kata sosok diduga ibu korban. "Sini lu pada gantian gw yg tatar sekarang gimana perasaan orang tua lu, waras kah? Menyedihkan, pasti hati orang tua mana yo gak akan kecewa begitu tau anak anaknya seperti kriminal."

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait
Berita Terbaru