Eks Suami Tamara Tyasmara Ungkit Kejanggalan Voice Note Dante di Tengah Tudingan Penganiayaan
Instagram/anggerdimas
Selebriti

Angger Dimas angkat bicara terkait dirinya pernah dipolisikan oleh Tamara Tyasmara sang mantan istri terkait dugaan penganiayaan. Angger sempat pula menyentil pihak yang tiba-tiba memblow-up kasus tersebut.

WowKeren - Angger Dimas buka suara usai fakta dirinya dipolisikan atas dugaan KDRT terkuak. Eks suami Tamara Tyasmara ini membeberkan soal pendapatnya terkait permasalahan yang terjadi.

Alih-alih membahas konflik 2021 yang membuat dirinya dipolisikan Tamara, Angger justru mengungkit fakta mengejutkan soal kejadian November 2023 yang diduga menjadi alasan sebenarnya di balik pelaporan itu. Diungkap Angger, ia awalnya mendapat kiriman voice note dari Dante yang mengisyaratkan ketakutan.

"2021 berarti gue sudah cerai ya oke. Kalau laporan November itu sebenarnya gini, tadi gue sudah ada fakta yang belum gue kuak ya karena ada ini gue harus cerita," seru Angger pada detikCom. "Ya kan gini terkait sama timeline yang dilaporkan 23 November itu sih sebenarnya Dante justru minta dijemput, kirim voice note ketakutan. Minta gue jemput dengan voice note ketakutan itu, itu bisa dibeberin di pembuktiannya."

Angger pun sempat membahas soal status Tamara yang kala itu sudah berpacaran dengan YA. Ia pun sempat mempertanyakan sikap putranya yang ketakutan sampai minta dijemput olehnya.

"Dante itu minta dijemput gitu itu berarti mantan istri gue sudah pacaran dong sama YA tersangka," seru Angger. "Nah kenapa anak gue minta jemput gitu, kalau benar tanggal 23 November itu ada laporan ke gue, anak gue mengirimkan voice note dengan nada ketakutan gue jemput gitu, itu ada apa ini berarti?"


Terkait pelaporan tersebut, Angger mengaku tak terlalu peduli. Ia saat ini fokus memperjuangkan kasus kematian putranya. Ia juga menyentil pihak yang mendadak memblow up kasus tersebut.

"Sebenarnya gue nggak peduli sama berita kayak gini. Gue perjuangkan adalah nyawa anak gue yang hilang siapapun itu yang terlibat mau siapapun yang terlibat akan gue buka tabirnya dengan kepolisian, gue juga sudah ngomong sama penyidik," seru Angger. "Jadi gini sebenarnya gini itu obstacle yang sudah saya antisipasi lah gitu. Dan yang dipertanyakan itu, ini siapanya yang nge-blow up lagi dari pihak sana. Jadi sebenarnya saya tidak terpengaruh ya dengan drama-drama yang dimunculkan oleh pihak tertentu ya terkait kondisi konflik saya dengan mantan istri saya pertama."

Angger membeberkan kalau ia sudah memberitahu polisi kalau ia saat ini fokus mengurus kasus putranya. "Yang kedua juga saya sudah mengatakan kepada pihak yang berwenang yaitu penyidik bahwa kalo misalnya ada permasalahan permasalahan pribadi dengan mantan istri saya, saya nanti aja nih nyelesainnya nih. Mendingan anak saya dulu nih gimana kenapa anak saya meninggal nih. Nanti saya akan publish, semua yang dituduhkan kepada saya apapun itu saya akan bertanggung jawab saya akan menghadapi kepolisian, tapi saya ingin masalah saya selesai dulu," katanya.

Sebelumnya, polisi buka suara kalau Tamara mempolisikan Angger bukan KDRT melainkan penganiayaan. Dalam kejadian pada 2021, Angger dan Tamara terlibat cekcok hingga mengarah pada pemukulan.

"Jadi, ternyata 2021 itu mereka sudah bercerai. Bukan KDRT, tapi penganiayaan biasa," kata Kapolsek Menteng, Kompol Bayu Marfiando. "Itu kejadiannya pada saat mereka merayakan ulang tahun anaknya. Terus ada percekcokan di sana, pada saat ultah anaknya Angger Dimas datang, tapi posisinya sudah cerai. Setelah Angger Dimas datang, mungkin ada adu mulut. Menurut keterangan korban, ada pemukulan. Itu di dalam kamar."

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait
Berita Terbaru