Siti Aqia Nurfadla unggah pesan pilu dan memperlihatkan chat WA komunikasi dengan sang suami, Fiersa Besari. Di tengah kabar tewasnya dua pendaki di Cartenz Papua, Aqia berharap Fiersa bisa pulang jelang ultah 3 Maret.
- Ria Susilo Wardhani
- Minggu, 02 Maret 2025 - 21:47 WIB
WowKeren - Istri Fiersa Besari, Siti Aqia Nurfadla, menjadi salah satu pihak yang khawatirkan keselamatan sang suami. Pasalnya, Fiersa sempat hilang kontak dengan sang istri di sela-sela pendakian di puncak Gunung Carstenzs (Cartenz) Papua.
Belum dapat kabar dari Fiersa, Aqia hanya bisa pasrah. Ia juga mengucap terima kasih atas perhatian banyak pihak padanya.
"Teman-teman, terima kasih atas perhatian dan rasa khawatir yang sama denganku. Semoga mereka di sana baik-baik saja dan pulang tanpa kurang suatu apa. Aku tidak bisa membagikan informasi lebih lanjut, karena tidak berhak dan tidak tahu keadaan yang sebenarnya di sana," kata Aqia.
Aqia juga mendoakan dua pendaki yang meninggal dalam musibah di Carstensz pada 2 Maret. "Mari kita kirimkan doa untuk mereka yang masih berjuang di sana dan juga untuk yang telah gagal berjuang," tulisnya.
Tak cuma itu, Aqia juga unggah chat WA dirinya pada Fiersa yang masih centang satu. Aqia pamer emoji patah hati dan berharap Fiersa bisa pulang untuk merayakan ulang tahun ke-40 pada 3 Maret. "Pulang, besok ulang tahun," ujar Aqia.
Sementara itu, Fiersa dikabarkan selamat dari musibah pada 28 Februari. Pihak polisi setempat juga beberkan jika Fiersa berbeda rombongan dengan dua pendaki Lilie Wijayati dan Elsa Laksono yang meninggal dunia akibat hipotermia.
"Dia memang terdaftar melakukan pendakian ke Carstensz tetapi berbeda rombongan dengan dua pendaki perempuan yang dikabarkan tewas," kata Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Minggu(2/3/2025). "Fiersa saat ini dalam kondisi sehat walafiat."
Meski begitu, Fiersa saat ini belum buka suara secara langsung atas apa yang terjadi. Yang pasti, ia sempat unggah emoji patah hati sebagai bentuk bela sungkawa untuk dua pendaki yang tewas di Carstensz Papua itu.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ignasius Benny Ady Prabowo, membeberkan jika musibah ini terjadi diduga kuat disebabkan oleh Acute Mountain Sickness (AMS), kondisi yang sering dialami pendaki di ketinggian ekstrem. Diungkap Benny, rombongan pendaki melakukan penyeberangan di jembatan Tyrollean pada Jumat 28 Februari. Berdasar info dari pendaki Octries Ruslan dan Abdullah, anggota tim telah berhasil mencapai puncak. Hanya saja, dua orang yakni Indira dan Saroni mengalami gejala AMS di area bawah puncak (teras besar), sementara tim tamu dan pemandu berada sebelum jembatan Tyrollean.
Tak lama, pendaki Nurhuda tiba di basecamp sendirian dalam kondisi mengalami gejala hiportemia sekitar pukul 20:45 WIB. Ia langsung meminta bantuan karena radio tidak berfungsi. Pemandu Yustinus Sondegau kemudian naik ke atas untuk membawa bantuan darurat, seperti sleeping bag, fly sheet, air panas, dan radio. Pemandu internasional juga ikut turun tangan membantu pendaki yang mengalami gejala hiptermia di Teras Dua. Sayangnya, Lilie dan Elsa tak bisa diselamatkan.
"Dengan cepat, satu pemandu internasional, Dawa Gyalje Sherpa, naik untuk memberikan pertolongan. Pendaki Poxy menginformasikan bahwa Dawa telah menghubungi basecamp dan sudah bertemu serta menangani salah satu dari ibu-ibu tersebut," kata Benny. "Namun, naasnya, pendaki Octries menginformasikan kepada pendaki Deshir bahwa kedua ibu tersebut di Teras Dua telah meninggal dunia. Pendaki Huda kemudian naik kembali ke Teras Dua untuk mencoba membantu pendaki Egi dan teman-teman di Summit Ridge. Untuk ketiga pendaki yang mengalami AMS, saat ini sudah dipindahkan ke basecamp Yellow Valley. Sementara itu, dua jenazah, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, masih dalam proses evakuasi ke basecamp Yellow Valley."
Minggu (2/3), terkuak jika jenazah Elsa sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sedangkan jenazah Lilie masih berada di lokasi kejadian. Proses evakuasi akan dilanjutkan pada Senin (3/3) karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
"Untuk satu pendaki yang rencana hari ini dilakukan evakuasi, tetapi karena cuaca kurang bagus, sehingga dilanjutkan besok pagi," terang Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman.
(wk/riaw)