Ustadz Solmed Ngambek Ingin Menutup Diri dari Infotainment
Selebriti

Solmed gerah karena selalu dipersalahkan terkait tuduhan menaikkan tarif saat berdakwah di Hong Kong.

WowKeren - Selain mendapat surat terbuka dari seorang TKW, Ustadz Solmed juga dikecam oleh FPI gara-gara tuduhan memasang tarif terlalu tinggi saat hendak berdakwah di Hong Kong. Tak tahan terus disalahkan, Solmed pun angkat bicara.

Menurut Solmed, dirinya tak pernah sengaja ingin terus diliput wartawan. Ayah satu anak ini mengakui kalau wartawan bahkan kadang mengikutinya saat di bandara.

"Kalau begitu siapa yang salah," ancam Solmed saat muncul di sebuah acara dialog di tvOne. "Tapi oke kalau begitu mulai saat ini saya menutup diri dari infotainment."


Solmed juga sempat dikonfrontir dengan Ustadzah Kholifah, pimpinan Majelis Taklim Shalawatullah Dakwah Tariqul Jannah, via telepon. Salah satunya yakni kenaikan tarif dari HKD 6 ribu (Rp 8 juta) menjadi HKD 10 ribu (Rp 13 juta). Namun Solmed bersikukuh kalau ia tak pernah meminta tarif setinggi itu ataupun fasilitas mewah lainnya.

"Tanpa saya minta, mereka berikan amplop berisi HKD 9 ribu, mereka bilang 'Ustadz ini untuk pondok pesantren yang ustadz bangun'. Karena pada saat itu saya sempat cerita bahwa saya sedang membangun pesantren di Gunung Putri di Bogor. Tapi itu diluar dari perjanjian awal," ujar Solmed. "Dan itu buat pesantren, bukan buat saya. Sampai sekarang uangnya masih ada. Saya baru tahu kalau ada persoalan uang sorban di sana. (Kotak amal dibagi dua), itu saya juga baru tahu."

Karena belum ada titik temu dengan penyelenggara di Hong Kong, sahabat Solmed, Ustadz Yusuf Mansur meminta agar semua pihak berdamai. "Kita bicara masa depan, sebagai kalangan ustadz, lebih baik kita sama-sama introspeksi. Kalau tidak malu dilihatnya, karena sama-sama saling bela diri. Semua harus sabar," harap Yusuf.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait