PSSI dikritik arogan setelah menolak mengubah status Evan dari amatir ke profesional karena sang kapten bergabung ke Persebaya 1927 yang pro IPL.
- Tim WowKeren
- Kamis, 26 September 2013 - 10:39 WIB
WowKeren - Evan Dimas menjadi salah satu pemain yang pamornya melejit setelah kontribusinya mengantarkan Garuda Muda menang Piala AFF U-19 2013. Sayangnya, PSSI masih enggan mengakui status kapten Timnas U-19 itu dari level amatir ke profesional.
Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono menegaskan kalau penolakan tersebut karena Evan berlaga di Persebaya 1927. Klub tersebut tidak diakui karena memilih ikut kompetisi IPL.
"Posisi Persebaya 1927 non PSSI member, jadi LPIS tidak perlu penetapan alih status dari PSSI," kata Jokdri, Rabu (25/9). "Dia (Evan Dimas) tidak pernah akan mendapatkan status profesional apabila yang meminta non PSSI member."
Alasan itu langsung dikecam oleh Chief Executive Officer Persebaya 1927 Cholid Goromah. Ia beranggapan kalau PSSI bersikap arogan dan egois.
"Dahulukan masa depan pemain dong," kritik Cholid. "Jangan karena egoisme kelompok tertentu pemain potensial jadi korban."
Cholid kecewa karena IPL kini dianggap ilegal. Sebelum perubahan struktur organisasi, PSSI yang dipimpin Djohar Arifin sempat mendukung IPL dan malah menentang ISL. "Sekarang tiba-tiba kami dianggap anak tiri," protes Cholid.
Sejauh ini, PSSI belum memberikan komentar apapun atas protes Cholid. Sedangkan Evan kembali berkonsentrasi pada pendidikannya setelah kesibukan membela timnas.
(wk/)