Biar Nggak Kayak Luna-Ayu Ting Ting, Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Berbisnis
SerbaSerbi

Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengajak temanmu berbisnis bareng.

WowKeren - Teman memang enak diajak buat ngapain aja. Karena sering nongkrong bareng dan sering curhat bersama, teman dirasa memahami keinginan kita. Termasuk bila berbisnis bersama. Namun adanya konflik Ayu Ting Ting dan Luna Maya yang mencuat belakangan ini, kamu perlu berhati-hati.

Hubungan Luna dan Ayu merenggang disebabkan karena urusan bisnis. Ayu diajak Luna sebagai model untuk brand-nya fashion miliknya yang bernama Luna Habit. Ibu satu orang anak itu dikontrak selama enam bulan lamanya terhitung Juni hingga November. Meski begitu, brand-nya sendiri baru resmi dipasarkan selama tiga bulan terakhir. Yang membuat Luna kaget, dia tiba-tiba mendengar kabar bahwa Ayu akan merilis bisnis fashion sendiri. Dalam sistem kontrak yang ada, Ayu Ting Ting memang nggak menyalahi. Namun, Luna Maya sebagai pihak yang menanam modal merasa sangat dirugikan.

Teman dan rekan kerja memiliki benang yang berbeda. Kamu nggak bisa mencampur adukkan hal itu. Berikut hal-hal yang perlu kamu pahami sebelum berbisnis dengan temanmu:

Bangun Chemistry dan Jangan Salah Memilih Teman

Meskipun telah lama menjalin tali persahabatan yang begitu erat, pastikan masing-masing pihak memiliki kecocokan karakter, kesamaan visi dan misi. Tanpa dasar ini dijamin sulit membangun sebuah usaha bersama. Masing-masing pihak juga perlu menimbang potensi dan kemampuan supaya lebih mudah membagi tugas serta tanggung jawab.

Ingat sikap profesional dan kejelasan pembagian tugas merupakan salah satu kunci sukses berbisnis dengan teman. Selain itu memilih teman yang cocok bisa menjadi kunci sukses usaha kalian berdua. Sebisa mungkin dalam berbisnis bareng usahakan kamu mempunyai karakter dan kemampuan yang saling melengkapi.

Jika kamu ingin membuka sebuah butik busana dan memiliki seorang teman yang pintar mendesain, jangan langsung mempekerjakannya. Pastikan bila temanmu itu bertanggung jawab dan mudah diajak kerjasama. Apabila landasan utama sudah kuat, tentu lebih gampang menentukan arah gerak roda usaha. Begitu pula dalam pembagian keuntungan menurut pembagian tugas masing-masing.

Komitmen di Awal Usaha

Langkah selanjutnya yaitu penentuan bidang usaha yang ingin digeluti. Disarankan kamu pilih bidang sesuai keahlian dasar salah satu pihak yang mana jauh lebih minim risiko. Hindari bidang baru yang masih awam dan nggak sesuai keahlian. Contoh seseorang yang jago rakit komputer dianjurkan untuk nggak menekuni usaha kuliner.

Setelah ada komitmen di awal tentang penentuan usaha yang akan dijalankan, kamu perlu saling introspeksi diri. Jangan cuma menganalisa kemampuan berbisnis teman. Kamu perlu melihat ke dalam diri sendiri, apakah kondisimu tepat untuk berbisnis.

Jangan karena hanya semangat membuka usaha, kamu jadi mengecewakan sahabat. Hal ini biasanya terjadi pada kondisi terlalu memaksakan diri saat bisnis belum siap atau komitmen belum ada titik temu. Selain memperhatikan keahlian, kamu dan temanmu juga perlu mempertimbangkan potensi pasar. Jangan tekuni usaha yang nggak menjanjikan alias minim potensi. Cobalah pertimbangkan kembali dan cari ide yang lebih segar.

Tentukan Tujuan, Target, Peran dan Masalah Modal Usaha

Poin pertama yang perlu diperhatikan setelah kamu melihat adanya peluang usaha dan ingin membuka usaha dengan teman adalah segera tentukan tujuan dan target penjualan serta peran masing-masing orang. Hal ini perlu dilakukan secepat mungkin demi melihat apakah kamu dan sahabat adalah pasangan yang tepat untuk membuka usaha berdua. Jika ternyata kalian berdua nggak sepaham, masih belum terlambat untuk membatalkan.

Jangan sampai persahabatan rusak gara-gara usaha yang nggak berjalan sesuai rencana. Selain itu, sebuah usaha mustahil berkembang pesat tanpa suntikan modal usaha memadai. Kunci sukses berbisnis dengan teman yaitu menyuntik besaran modal secara transparan dan berimbang.

Uang yang disetor sebagai modal harus murni investasi dan bukan dana kebutuhan keluarga sehingga terhindar dari masalah pribadi. Segala sesuatu harus tercatat jelas di atas kertas kontrak kesepakatan yang dilengkapi materai termasuk poin soal pembagian tugas dan keuntungan. Dengan begitu bakal terhindar dari permasalahan sepele di masa depan. Kontrak wajib diperbarui setiap terjadi penambahan modal sebagai imbas usaha yang makin berkembang.

Pembagian Tugas Harus Jelas


Pembagian tugas serta kewajiban masing-masing pihak harus dibicarakan dan ditetapkan sebelum usaha berjalan. Semua harus jelas dan tercatat dalam kontrak kesepakatan. Apabila semua pihak ingin aktif maka perlu susunan posisi struktural demi menentukan puncak pimpinan.

Ingat, kamu adalah pemilik usaha yang harus bekerja secara profesional. Sesekali mungkin bisa ngobrol demi memecah kejenuhan dengan tetap memperhatikan produktifitas. Namun jangan sampai mengganggu waktu kerja.

Perlu diperhatikan juga bahwa bisnis skala mikro dan kecil nggak perlu banyak tenaga karyawan. Di sini peranan pendiri harus bisa menempatkan diri sebagai karyawan sekaligus pemilik bisnis. Prinsipnya company is me artinya aku adalah pemilik sekaligus karyawan perusahaan tersebut. Ketika usaha mulai berkembang dan punya modal lebih besar, baru boleh mempekerjakan beberapa karyawan.

Pembagian Keuntungan Harus Jelas di Awal

Bisnis bareng teman seringkali hancur di tengah jalan akibat pembagian keuntungan yang nggak dibicarakan sejak awal. Lalu, bagaimana cara membagi untung secara berimbang? Masing-masing pihak harus mengenal baik apa itu dividen dan gaji.

Disarankan kedua belah pihak memperoleh dividen sesuai besar setoran. Begitu pula gaji sesuai porsi pekerjaan. Namun bisnis yang baru berdiri dianjurkan nggak langsung mengambil salah satunya sebelum arus kas berjalan stabil.

Disiplin, Kerja Keras dan Nggak Boleh saling Iri dengan Teman Bisnis

Kedisiplinan dan ketegasan merupakan kunci sukses berbisnis dengan teman. Sikap tersebut harus dimiliki oleh masing-masing pihak sesuai kesepakatan bisnis yang disusun sejak awal. Dengan begitu, segala bentuk perselisihan yang memicu kehancuran bisa terhindarkan.

Dalam berbisnis dengan teman, usahakan tetap mengedepankan profesionalisme dan persahabatan. Kamu perlu belajar tentang mengelola konflik khususnya terkait hal-hal yang seringkali membuat kamu nggak bisa tegas. Sisi positifnya berbisnis dengan teman adalah lebih mudah dalam menyamakan visi dan kepercayaan.

Pisahkan Kerja dan Bermain

Salah satu alasan seseorang membangun usaha dengan sahabat adalah karena dia bisa dipercaya dan sudah terbukti kecocokannya denganmu. Kecocokan tersebut perlu terus dipupuk. Hal ini penting agar dalam berbisnis kamu selalu kompak dan menghadirkan ide-ide baru. Jika perlu, sediakan sebuah hari di mana kamu berdua bisa berkumpul dan melakukan hobi bersama tanpa membicarakan masalah pekerjaan.

Ketika berkumpul dengan sahabat mungkin yang kamu ingin lakukan adalah curhat, berbelanja atau pergi ke salon bersama. Namun saat sedang dalam keperluan kerja sebaiknya hindari kegiatan seperti itu. Sebagai solusi, sediakan waktu di mana kamu bisa bertemu untuk curhat dan merayakan keberhasilan bisnis bersama di akhir pekan.

Ketika bisnis membuat stres dan kesal kalian berdua, jangan takut untuk meminta rekan cuti sehari atau liburan di akhir pekan. Bisa juga dengan meminta waktu sendirian saat makan siang untuk menjernihkan pikiran. Kadang kamu juga perlu waktu untuk sendiri.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait