Sering Gagal Wawancara Kerja? Intip Trik Menjawab Pertanyaan 'Jebakan Betmen' HRD
SerbaSerbi

Berikut beberapa jawaban yang perlu kamu pikirkan agar bisa lolos ketika interviu kerja.

WowKeren - Ada banyak hal yang mendebarkan dalam hidup ini. Misalnya masuk sekolah, kencan pertama, bertemu mertua, ngajak nikah hingga wawancara kerja. Untuk urusan wawancara kerja memang gampang-gampang susah. Bila memikirkan urusan interviu terlalu dalam, bisa-bisa kamu grogi dan urusan wawancara nggak maksimal. Namun bila kamu terlalu menggampangkan, bisa jadi bagian perusahaan merasa kamu nggak serius.

Wawancara kerja merupakan bagian awal kamu dan perusahaan bertemu. Ibarat calon kekasih, pertemuan ini bisa dikatakan kencan pertama. Bila gagal, tentu saja nggak akan kencan selanjutnya. Hubungan sudah pasti kandas sebelum dimulai. Begitu pula dengan urusan kerja. Wawancara menjadi hal yang penting dan perlu kamu perhatikan. Berikut pertanyaan yang perlu kamu pahami ketika wawancara kerja:

Ceritakan Tentang Dirimu

Ini pertanyaan yang paling sering diajukan saat memulai interviu. Di poin ini biasanya pewawancara hanya ingin mengetahui gambaran dirimu secara umum. Terkadang kamu dibuat bingung karena pertanyaan ini terasa terlalu luas. Kamu nggak perlu repot bercerita panjang lebar karena hal ini membuat pewawancara jenuh mendengarkanmu.

Kamu cukup berpegang pada poin nama, alamat, usia, pendidikan terakhir dan pengalaman kerja. Dari jawaban singkatmu tadi, pewawancara sudah cukup paham untuk melanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Selain itu, jangan lupa berikan first impression yang baik. Misalnya dengan memberikan senyuman dan gaya bahasa yang lugas untuk menarik minat pewawancara.

Apa Isi Tugas Akhirmu atau Skripsimu?

Pertanyaan tentang tugas akhir atau skripsi juga muncul setelah pewawancara mengetahui pendidikan terakhir yang kamu tempuh. Ini bukanlah pertanyaan sulit karena kamu juga nggak mungkin lupa pada isi tugas akhirmu. Kamu nggak perlu gugup menjawab pertanyaan ini. Ingatlah bahwa yang di hadapanmu bukan dosen penguji tugas akhir. Percayalah bahwa pewawancara pasti nggak memahami 100 persen isi tugas akhir atau skripsimu.

Melalui pertanyaan ini, pewawancara hanya ingin menguji kemampuan akademik dan pengalamanmu saat turun lapangan secara umum. Jadi kamu hanya perlu ceritakan garis besar tugas akhirmu. Misalnya judul, latar belakang penelitianmu, metode penelitianmu secara singkat dan hasil penelitianmu. Jika kamu mengerjakan tugas akhirmu dengan sungguh-sungguh, tentu kamu nggak mengalami kesulitan melewati pertanyaan ini.

Sebutkan Kelebihan dan Kekuranganmu?

Saat pertanyaan ini diajukan kepadamu, pastikan kamu nggak terlihat berpikir keras saat menjawabnya. Pewawancara mengajukan pertanyaan ini untuk menilai seberapa jauh kamu bisa menilai diri sendiri. Jangan pernah ragu menunjukkan kelebihanmu. Misalnya disiplin, pekerja keras, bertanggung jawab dan lain-lain. Namun kamu perlu berhati-hati untuk menjawab bagian kekuranganmu. Sebisa mungkin hindari jawaban seperti pemarah, moody dan susah mengendalikan emosi.

Sisi negatifmu ini justru membuat pewawancara berpikir ulang untuk merekrutmu. Cobalah untuk menggali beberapa kekuranganmu dengan gaya cerita yang berbeda. Misalnya, kamu terlalu perfeksionis sehingga pekerjaan terkadang diselesaikan agak lama. Jadi, pewawancara akan melihat sebuah sisi positif dari kekuranganmu tersebut.

Apa yang Kamu Ketahui Tentang Perusahaan Ini?

Pelajarilah terlebih dahulu seluk-beluk perusahaan yang akan kamu lamar. Pertanyaan ini menjadi dasar penting bagi pewawancara untuk mengetahui seberapa besar minatmu akan perusahaan. Kamu bisa persiapkan jawaban umum tentang perusahaan.

Ceritakan apa pun yang kamu ketahui dengan bayangan bahwa masuk perusahaan itu memang adalah impianmu. Ceritakan dengan antusias. Jangan seperti orang yang berpikir keras seperti memilah kata-kata. Misalnya bidang usaha perusahaan dan produk atau jasa yang dijual. Dua hal tadi sudah cukup mewakili keseriusanmu untuk bekerja di perusahaan yang kamu tuju.

Mengapa Kamu Resign dari Perusahaan Sebelumnya?

Kamu pasti mempunyai privasi untuk memilih resign dari perusahaan sebelumnya. Banyak faktor yang membuatmu keluar. Misalnya gaji nggak sesuai harapanmu, sistem kerja di perusahaan yang nggak bagus, hubungan dengan rekan kerja yang kurang baik dan lain-lain. Saat pewawancara mengajukan pertanyaan ini padamu, ingatlah untuk nggak memberikan kesan negatif pada keputusanmu untuk keluar.

Hindarilah jawaban yang memojokkan perusahaanmu sebelumnya. Kamu bisa mencoba untuk menuturkan alasan keluar dengan alur cerita yang lebih positif. Contohnya: keinginanmu untuk mencari pengalaman baru, perusahaan baru yang bisa memberi kesempatan naik karir atau mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari perusahaan sebelumnya.


Jelaskan Pendapatmu Tentang Mantan Atasanmu?

Pada pertanyaan ini pewawancara ingin melihat hubungan yang terjadi antara kamu dengan mantan atasanmu. Jika kamu menceritakan hal buruk tentang mantan atasanmu, bisa jadi pewawancara menilaimu kurang luwes dalam beradaptasi dengan beberapa orang. Jadi ceritakanlah pengaruh dia dalam pembentukan kepribadianmu yang lebih baik.

Bisa juga kamu ceritakan sifat mantan atasanmu yang membuatmu belajar untuk bekerja lebih cermat dan cepat. Buatlah jawaban yang mengindikasikan suatu hubungan positif antara kamu dan mantan atasanmu.

Apa yang Sudah Kamu Berikan Untuk Perusahaanmu Sebelumnya?

Kamu nggak perlu memiliki prestasi muluk-muluk untuk menjawab pertanyaan ini. Pewawancara hanya ingin mengetahui seberapa jauh kamu belajar di perusahaan sebelumnya. Selain itu, dia akan mempertimbangkan dampak yang bisa kamu berikan untuk perusahaan.

Misalnya di perusahaan yang lama kamu berhasil membuat database yang membantu pencarian data. Hal ini berguna untuk penilaian pewawancara terhadap inovasi-inovasi yang akan kamu berikan bagi perusahaan. Jika dapat menunjukkan kinerja yang baik di perusahaan yang lama, bisa jadi pewawancara akan memberikan kesempatan buat kamu untuk bergabung di perusahaan mereka.

Berapa Gaji yang Kamu Inginkan?

Ini salah satu pertanyaan paling menjebak yang diberikan kepadamu. Kamu harus tahu gaji yang layak untuk dirimu dan keahlianmu. Biasanya gaji yang diberikan akan berpedoman dari dua hal. Pertama, UMR di kota tersebut. Kedua, pengalaman kerja di tempat sebelumnya.

Jika kamu fresh graduate, buatlah kisaran gaji di atas UMR tersebut. Jangan sampai gaji yang kamu inginkan terlalu rendah atau bahkan terlalu tinggi dibandingkan UMR. Lain halnya jika kamu sudah memiliki pengalaman kerja beberapa tahun di tempat lain.

Tentukan target gaji yang kamu inginkan dan sesuaikan dengan posisi yang dilamar. Intinya pada pertanyaan ini pewawancara menguji dirimu untuk dapat menghargai diri sendiri dengan layak. Bila kamu berurusan dengan perusahaan yang baik, akan ada persetujuan jalan keluar untuk masalah gaji ini.

Mengapa Perusahaan harus Merekrut Kamu?

Akhirnya sampai pula pada pertanyaan paling pamungkas yang paling menentukan. Kamu harus membuat penutup yang menarik. Ibaratnya kamu jadi "marketing" untuk dirimu sendiri. Tunjukkanlah rasa percaya dirimu saat menjawab pertanyaan ini.

Buat orang yang mewawancarai kamu yakin pada pengalaman kerja dan keahlian yang dimiliki selama ini. Dengan jawaban yang baik, pewawancara tertarik untuk memprosesmu ke tahap selanjutnya. Menatap muka seseorang bisa menjadi salah satu senjata pamungkas. Dengan begitu, pewawancara bisa yakin bahwa kamu adalah orang yang dicari.

Melamar pekerjaan memang bukan hal yang sulit. Namun kamu perlu mempertimbangkan banyak hal agar sesi wawancaramu sukses. Selain itu, kamu mesti memahami perusahaan yang akan kamu datangi untuk sesi wawancara. Hal ini akan berkaitan dengan pakaian yang akan kamu pakai ketika interviu.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait