- Tim WowKeren
- Kamis, 15 Desember 2016 - 11:45 WIB
WowKeren - Indonesia memiliki banyak keunikan dan bakal membuat kamu rindu bila sedang di luar negeri. Meski kadang kemacetan selalu kamu keluhkan ketika berangkat kerja. Parkir sembarangan yang mengganggu pengguna jalan lain. Sepeda motor yang nggak nyerobot dan berjalan zig zag. Serangkaian hal yang sudah menjadi pemakluman yang menggeneralisasi.
Ketika ada tugas dari kantor, liburan, tinggal sementara atau sedang sekolah di luar negeri, percayalah kamu akan merindukan hal-hal sepele ini. Berikut hal-hal unik lainnya yang cuma ada di rumah makan di Indonesia:
Air Cuci Tangan
Di beberapa tempat makan atau warung memang nggak memiliki fasilitas westafel. Kamu akan familiar dengan tempat cuci tangan. Apalagi untuk warung yang menyediakan sajian gorengan seperti ayam, bebek, lele dan lainnya.
Mungkin semua orang tahu apa nama alat pencuci tangan ini. Tapi coba deh tanya bule-bule, pasti pada bingung tuh. Apa itu kobokan? Mineral water on the bowl? Nggak sedikit yang memberikan tambahan jeruk nipis. Bila diamati seperti infuse water gitu. Padahal fungsi kobokan ini sebagai pencuci tangan abis makan.
Uniknya lagi, sebenernya kobokan ini berfungsi mencuci tangan sebelum makan atau sesudah makan sih? Biasanya tempat cuci makan datang sebelum makanan. Karena cuma diberi satu, orang menggunakan dua kali, sebelum dan sesudah makan. Aneh nggak sih kalo dipakai buat kedua-duanya? Tangan kotor sebelum makan dicuci, trus abis makan, kobokannya dipake lagi. Kembali kotor dong tuh tangan.

Tisu Toilet di Meja Makan
Tisu toilet merupakan jenis produk termurah di kalangannya. Itulah mengapa warung makan di pinggir jalan menggunakan tisu jenis ini. Akan berbeda bila kamu makan di restoran mahal. Mereka menggunakan tisu segiempat yang lembut dan biasanya digunakan untuk wajah. Bukan yang kasar dan kadang susah sekali diputus.
Namun ada lho tempat makan yang kebangetan dengan tisu toilet meski statusnya sangat terpandang. Harga dan lokasinya serta banyak orang yang merekomendasikan tempat itu sangat mendukung restoran ini dikunjungi banyak orang. Namun masih menggunakan tisu toliet.

Harga Gula
Ada perbedaan yang mencolok bila kamu memesan teh tawar atau teh manis. Bahkan harganya bisa berbeda jauh. Di beberapa restoran mahal, harga ini bisa mencekik dompet. Padahal gula di pasar bukan komoditi dengan harga yang mahal dan mudah sekali dijangkau di pasar.
Namun terlalu banyak gula juga nggak baik. Kamu bisa saja mencoba puasa gula. Toh nanti dompetmu nggak cepat terkuras. Anggap saja kamu sedang menikmati teh ocha dari Jepang. Bila sangat terpaksa, kamu bisa membawa gula dari rumah ketika memesan teh tawar. Ingat, hemat pangkal kaya.

Warung Tegal VS Warung Padang
Setiap tempat memiliki penggemarnya masing-masing. Nggak cuma itu setiap lokasi secara nggak langsung memiliki kategori yang bisa dibedakan secara lisan. Misalnya mal A yang menyediakan harga mahasiswa dan mal B yang sering menjadi tongkrongan masyarakat berdompet tebal. Hal ini akan jarang kamu dapati orang berduit datang ke mal A atau mahasiswa dengan uang pas-pasan ke mal B.
Begitu pula yang terjadi di warung. Bila sedang tanggal muda, kamu dan teman-teman kos akan makan di di warung padang. Nah, di tanggal tua, warung tegal pun jadi peraduan. Hal ini seolah membandingkan harga yang ditawarkan warung padang sama warung tegal berbeda jauh. Di padang, kita bisa makan nasi telor dadar seharga Rp 9 ribu. Padahal di warung tegal, paling juga Rp 6 ribu. Meski tahu harganya begitu mahal, ketika memiliki uang lebih, anak kos selalu menyerbu warung padang ketimbang Tegal.

Gambar Lele, Ayam dan Ikan di Spanduk
Akan ada yang kurang bila warung tanpa adanya spanduk ini. Di banyak warung sepanjang yang kamu temui, bentuk dan warnanya akan sama. Yang berbeda hanyalah nama warung. Jangan lupa asal warung itu yang berasal dari Lamongan.
Warung yang menyediakan segala macam lauk pauk dengan media gorengan ini memang yahud dan mudah ditemukan di mana saja. Harganya pun terjangkau untuk kocek anak kos dan mahasiswa. Yang menarik dari warung-warung ini adalah spanduk yang memunculkan gambar hewan ketika masih hidup. Bukan dalam bentuk sajian seperti restoran cepat saji yang memamerkan ayam goreng.

Metode Pilih Menu ala Touchscreen
Di beberapa restoran mahal dengan teknologi yang canggih akan bersinergi dengan bagaimana pengunjung memesan makanan. Ada beberapa restoran yang menerapkan pemesanan dengan bantuan tablet touchscreen. Pesenan itu segera masuk ke server dan dilayani pihak dapur.
Kecanggihan itu rupanya ditiru dari warung-warung yang masih menggunakan cara tradisional. Coba sekarang bayangkan, ketika di warung bagaimana caramu memesan makanan? Menunjuk-nunjuk lemari kaca tempat penjual menaruh lauk-pauk, bukan? Dari kebiasaan inilah mungkin para pemilik restoran mahal itu terinspirasi dengan bagaimana cara memesan makanan yang efisien.

Hafal Makanan yang Telah Dimakan
Warung, angkringan ataupun tempat makanan yang kamu tuju telah menjunjung tinggi kejujuran. Hal ini jelas telah lama nggak dibangga-banggakan dan nggak ada di negara lain. Setelah makan dan akan membayar, kamu akan menyebutkan apa saja yang kamu makan. Transaksi selesai ketika kamu membayar. Penjual pun percaya dengan pesanan yang kamu ucapkan.
Nggak ada tempat makan yang memercayai pembeli seperti di Indonesia. Namun meski begitu kamu nggak boleh berbohong ketika menyebut pesanan apa saja pas membayar. Mungkin satu dua lupa wajar namun kalau memangkas uang, itu keterlaluan.

Bagaimana, kamu sadarkah dengan segala keunikan di atas? Biasanya karena kerap kamu temukan di tempat makan kamu merasa semua ini biasa saja. Padahal segala keunikan ini hanya ada di Indonesia.
(wk/)