Inilah karakter generasi millennial yang sedang marak menjadi pembicaraan di media sosial. Kamu termasuk di dalamnyakah?
- Tim WowKeren
- Selasa, 17 Januari 2017 - 10:12 WIB
WowKeren - Kaum millennial sedang ramai menjadi buah bibir di media sosial. Banyak sekali yang berita online maupun offline menceritakan tentang generai millennial tersebut. Konon, orang-orang yang lahir di tahun 1980 hingga 2000-an lah yang masuk dalam golongan ini.
Hingga saat ini tampaknya nggak banyak yang ngeh dan mengerti apa arti dan ciri kamu millennial itu sendiri. Berikut karakter generasi millennial yang sedang menjadi topik pembicaraan du ruang publik:
Lebih Percaya User Generated Content (UGC) daripada Informasi Searah
Bisa dibilang millennial nggak percaya lagi kepada distribusi informasi yang bersifat satu arah. Mereka lebih percaya kepada user generated content (UGC) atau konten dan informasi yang dibuat oleh perorangan. Mereka nggak terlalu percaya pada perusahaan besar dan iklan. Mereka lebih mementingkan pengalaman pribadi ketimbang iklan atau review konvensional.
Dalam hal pola konsumsi, banyak dari kalangan millennial juga memutuskan untuk melakukan pembelian suatu produk setelah melihat review atau testimoni yang dilakukan oleh orang lain di internet. Mereka juga nggak segan-segan membagikan pengalaman buruk mereka terhadap suatu merek.

Lebih Memilih Ponsel Dibanding TV
Sebab generasi ini lahir di era kecanggihan teknologi dan internet berperan besar dalam keberlangsungan hidup mereka maka televisi bukanlah prioritas generasi millennial untuk mendapatkan informasi atau melihat iklan. Bagi kaum millennial, iklan pada televisi biasanya dihindari. Generasi millennial lebih suka mendapat informasi dari ponselnya dengan mencarinya ke Google atau perbincangan pada forum-forum yang diikuti generasi ini untuk selalu up to date dengan keadaan sekitar.
Jika dihadapkan pada sebuah pilihan, mayoritas kaum muda millennial akan lebih memilih ponsel dibandingkan TV. Mereka akan lebih memilih nggak memiliki akses ke TV dibandingkan akses ke ponsel.
Bahkan ketika mereka sedang menonton TV pun, para millennial terus menggunakan ponsel mereka. Entah itu untuk mengisi waktu selama iklan tayang atau untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka di media sosial. Secara umum, keseharian mereka nggak bisa lepas dari ponsel dan keberadaan teknologi digital telah begitu merasuk dalam aktivitas mereka sepanjang hari.

Wajib Punya Media Sosial
Komunikasi yang berjalan pada orang-orang generasi millennial sangatlah lancar. Namun, bukan berarti komunikasi itu selalu terjadi dengan tatap muka tapi justru sebaliknya. Banyak dari kalangan millennial melakukan semua komunikasinya melalui text messaging atau juga chatting di dunia maya dengan membuat akun yang berisikan profil dirinya seperti Twitter, Facebook hingga Line.
Akun media sosial juga dapat dijadikan tempat untuk aktualisasi diri dan ekspresi karena apa yang ditulis tentang dirinya di situ adalah apa yang akan semua orang baca. Jadi hampir semua generasi millennial dipastikan memiliki akun media sosial sebagai tempat berkomunikasi dan berekspresi.

Kurang Suka Baca Secara Konvensional
Populasi orang yang suka membaca buku turun drastis pada generasi millennial. Bagi generasi ini, tulisan dinilai memusingkan dan membosankan. Generasi millennial bisa dibilang lebih menyukai melihat gambar apalagi jika menarik dan berwarna.
Walaupun begitu, millennial yang hobi membaca buku masih tetap ada. Namun, mereka sudah nggak membeli buku di toko buku lagi. Mereka lebih memilih membaca buku online (e-book) sebagai salah satu solusi yang mempermudah generasi ini agar nggak perlu repot membawa buku. Sekarang ini sudah banyak penerbit yang menyediakan format e-book untuk dijual agar pembaca dapat membaca dalam ponsel pintarnya.

Lebih Tahu Teknologi Dibanding Orangtua Mereka
Semua kini serba digital dan online. Nggak heran generasi millennial juga menghabiskan hidupnya hampir senantiasa online 24 jam selama seminggu. Menurut riset Social Lab, 58 persen generasi millennial lebih rela kehilangan indra penciuman dari pada akses terhadap teknologi.
Generasi ini melihat dunia nggak secara langsung namun dengan cara yang berbeda yaitu dengan berselancar di dunia maya sehingga mereka jadi tahu segalanya. Mulai dari berkomunikasi, berbelanja, mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya. Millennial adalah generasi yang sangat modern lebih daripada orang tua mereka sehingga nggak jarang merekalah yang mengajarkan teknologi pada kalangan orangtua.

Cenderung Nggak Loyal Namun Bekerja Efektif
Diperkirakan pada tahun 2025 mendatang, millennial akan menduduki porsi tenaga kerja di seluruh dunia sebanyak 75 persen. Kini nggak sedikit posisi pemimpin dan manajer yang telah diduduki oleh millennial. Seperti diungkap oleh riset Sociolab, kebanyakan dari millennial cenderung meminta gaji tinggi, meminta jam kerja fleksibel dan meminta promosi dalam waktu setahun.
Mereka juga biasanya nggak loyal terhadap suatu pekerjaan atau perusahaan namun lebih loyal terhadap merek. Millennial biasanya hanya bertahan di sebuah pekerjaan kurang dari tiga tahun untuk berganti pekerjaan yang lain. Namun demikian sebab kaum millennial hidup di era informasi yang menjadikan mereka tumbuh cerdas. Nggak sedikit perusahaan yang mengalami kenaikan pendapatan karena mempekerjakan millennial.

Nggak Sediakan Uang Tunai
Sebab semuanya semakin mudah dengan kecanggihan teknologi yang semakin maju ini maka pada generasi millennial pun mulai banyak ditemui perilaku transaksi pembelian yang sudah nggak menggunakan uang tunai lagi alias cashless. Generasi ini lebih suka nggak repot membawa uang karena sekarang hampir semua pembelian bisa dibayar menggunakan kartu sehingga lebih praktis hanya perlu gesek atau tapping. Mulai dari transportasi umum seperti bis dan commuter line yang sudah menggunakan sistem e-money hingga berbelanja baju dengan kartu kredit dan kegiatan jual beli lainnya.
Kecanggihan ini akan semakin berjalan. Kemudahan bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai dipermudah dengan rekening ponsel di mana kamu tinggal bertransaksi dengan pulsa. Ponsel yang biasanya untuk berkomunikasi pun kini bertambah fungsinya.

Masuk dalam generasi millennial memang ada kelebihan dan keburukan. Selain lebih individual dan cuek, generasi ini mampu bekerja praktis di kantor. Teknologi pun memiliki kaitan mengapa generasi ini millennial sangat dekat dengan ponsel dan alat pintar lainnya.
(wk/)