Nggak Kalah Seru Sama FTV, Inilah Cara Mudah Redam 'Drama' Dalam Hidupmu
SerbaSerbi

Berikut ini cara menghindari terlalu banyak drama dalam hidupmu.

WowKeren - Ada yang bilang "drama" bisa bikin hidup kamu lebih berwarna. Apakah hal itu benar atau nggak? Untuk beberapa orang memang ada yang menghindari adanya "drama" dalam hidup. Namun nggak sedikit pula yang memang membuat hidupnya penuh dengan "drama" agar berbeda dengan biasanya.

Untuk yang nggak pengen banyak "drama" karena memang melelahkan dan nggak jarang bikin "gila", kamu perlu menghindari itu. Berikut cara mudah membuat hidup kamu jjauh dari "drama":

Jaga Diri

Hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk menjaga diri sendiri atau orang lain ketika "drama" akan dimulai. Umumnya "drama" adalah tentang perilaku reaktif. Jika akan bereaksi dengan cara negatif ketika pasangan mengomentarimu, cepat jaga diri saat melakukannya dan menyadari bahwa kamu memulai "drama". Jika pasangan memiliki kebiasaan menciptakan "drama" maka jaga dia agar nggak meletus menjadi badai emosional. Menjaga perasaan orang lain nggak kalah melelahkan karena itu diperlukan rasa terbuka antara kamu dan dia.

Cari Pilihan Lain

Sebagai manusia, siapapun perlu untuk melampiaskan rasa frustrasi dengan cara yang berbeda. Namun mengapa memilih "drama" sementara ada cara lain? Coba pikirkan lagi brapa banyak orang yang menjadi korban bila kamu mulaii dengan "drama".

Cari cara lain untuk melampiaskan rasa emosi keluar. Ini semua adalah tentang komunikasi yang efektif yakni membicarakan semua keluhanmu. Tapi pastikan bahwa kamu menahan diri dari reaksi negatif dengan memilih kata yang tepat untuk berdebat.

Nggak Usah Ikut-Ikutan

Bagaimana menangani hubungan yang penuh dengan "drama"? Jika ada banyak "drama" dan hal-hal yang nggak dalam kendalimu, kamu hanya perlu berjalan keluar dari tempat kejadian.

Ketika nnggak ada yang melihat maka nggak akan ada pula "drama" di tempat. Jadi, menjaga diri sehingga kamu dapat kembali dan mendiskusikan hal-hal setelah beberapa waktu.

Akhiri Hubungan Nggak Sehat

Ketika "drama" nggak lagi dalam kendalimu, tanyakan dalam diri kamu. Apakah hubungan yang nggak sehat benar-benar diperlukan dalam hidup kamu? Mungkin akan lebih sehat jika kamu menjaga diri dari para pelaku "drama".

Segandrung apapun main media sosial, kamu perlu rehat. Apalagi bila bbaru saja bersiteru dengan pasangan. Ambillah jeda beberapa hari dalam sebulan. Gunakan waktu itu untuk berinteraksi maksimal dengan teman dan keluarga. Atau berikan waktu untuk diri sendiri seharian.


Ingatlah Bahwa Orang Lain Nggak Pernah Lupa

Menulis status dilakukan dalam hitungan menit bahkan detik. Namun nggak berarti kamu boleh menulis secepat kilat setiap saat. Luangkanlah waktu barang 5-10 menit untuk mempertimbangkan apakah status itu perlu dipasang. Pikirkan apakah kelak akan ada masalah. Renungkanlah apakah akan ada pihak-pihak yang tersinggung. Tanyakan pada diri sendiri apakah satu tahun mendatang kamu nggak akan merasa malu.

Bukan apa-apa. Masalahnya orang nggak akan lupa. Hal yang sekarang kamu ributkan di Facebook, Path, Twitter atau Instagram kelak terasa sebagai remeh-temeh. Kamu bisa malu hati suatu saat nanti karena telah bersikap kekanak-kanakan. Mungkin ada teman yang akan meledek kamu suatu hari nanti. Atau menjadikannya bahan untuk menindas kamu.

Pasang Foto yang Bahayakan Masa Depan

Seleksilah foto mana yang pantas kamu pasang di media sosial. Bukan hanya foto kamu loh melainkan juga foto orang lain yang ada di tangan kamu. Kelihatannya sih fun-fun aja ya memasang foto konyol.

Namun pikirkanlah bahwa foto konyol bisa membahayakan masa depan kamu. Bagaimana jika kelak kamu melamar kerja dan calon bos kamu mengecek nama kamu di Google lalu menemukan foto memalukan itu? Boleh jadi lamaran kamu ditolak hanya karena calon bos kaget lihat foto kamu sedang bergaya aneh. Sayang, kan?

Nggak Perlu Berkawan dengan Semua Orang

Dapat kenalan baru di pesta ultah teman nggak berarti kamu harus memasukkannya juga sebagai teman di Facebook, Twitter, Path, Google+ atau Snapchat. Biarkan friend requests nggak tersentuh hingga beberapa waktu sampai kamu mengenalnya lebih lama.

Lebih baik lambat tapi selamat. Kalau sudah telanjur menjadi teman, susah loh menghapusnya. Kamu boleh secara berkala memeriksa daftar teman dan menghapus nama yang nggak pernah mengontak kamu sama sekali atau menumbuhkan atmosfer negatif di jaringan sosial.

Bukan berarti kamu harus judes padanya di dunia nyata. Hanya saja caranya menggunakan media sosial nggak cocok dengan cara kamu. Leboh baik menghindar demi kebaikan daripada kepalang lalu ternyata sudah masuk ke pertemanan yang nggak ingin kamu teruskan.

Kebanyakan "drama" dalam hidup memang membuat karakter kamu berubah. Mungkin kamu nggak merasa hal itu terjadi dalam hidupmu. Namun orang lain yang bisa melihat perubahan dirimu.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait