Lokasi Syuting 'Battleship Island' Simpan Banyak Masa Lalu Seram, Apa Saja?
SerbaSerbi

Bertahun-tahun ditinggalkan, pulau yang kerap menjadi lokasi syuting ini memiliki masa kelam yang menyisakan duka.

WowKeren - Dari kejauhan Pulau Hashima "berdiri" tegak diantara lautan. Lokasi syuting film "Battleship Island" yang dibintangi Song Joong Ki cs terlihat kosong namun kokoh. Meski tanpa penghuni, pulau ini pernah menjadi kota yang paling padat penduduknya di bumi.

Dikutip dari Asia One, di masa lampau ribuan pria, wanita dan anak-anak tinggal dan bekerja di pulau itu. Mereka mencari makan dari panen tambang batubara bawah laut hingga berhasil mendukung kenaikan industri yang pesat Jepang dari akhir abad ke-19. Namun hal itu hanya sampai tahun 1974.

Pulau yang dikenal di Jepang dengan nama Gunkanjima pernah menjadi sarang penjahat dalam film "Skyfall" di tahun 2012 dan memenangkan status warisan UNESCO tiga tahun kemudian pada tahun 2015. Tapi nggak semua pihak menerima hal itu.

Adalah Minoru Kinoshita merupakan salah seorang yang lahir dan pernah menghuni pulau itu. Dia dan warga yang lain memiliki kenangan kelam di sana. Kini dia berusia 63 tahun. Bekas kota yang kini menyisakan dinding beton yang runtuh, jendela pecahh dan besi-besi berkarat itu pernah memiliki kenangan kelam. Pekerja Tiongkok dan Korea pernah dipaksa untuk bekerja di sana menjadi budak Jepang.

"Gunkanjima adalah tempat yang jahat," kata Zhang Shan, wakil presiden Asosiasi Buruh Paksa Tiongkok.

"Status dari UNESCO adalah penodaan dan kejutan bagi para korban," kenang Kinoshita. "Saya sudah sering datang ke sini dan setiap kali saya melihat bahwa kampung halaman saya jatuh menjadi negara meningkat dari pembusukan," tambahnya.


Hingga usia 13 tahun dalam ingatan Kinoshita, pulau seluas 6,3 hektar itu berisi sekolah, kolam renang, pasar terbuka, rumah sakit, penjara kecil dan rumah dengan atap kebun sayur.

Populasi pulau ini pernah mencapai hampir 5,3 ribu di tahun 1960. Hal itu terjadi karena pertambangan. Tambang beroperasi 24 jam sehari dengan sif bergulir delapan jam. Hingga seribu meter di bawah permukaan laut, para pria bekerja keras di ruang sempit dan menyesakkan karena harus buang air ke dalam lubang kecil yang mereka gali sendiri.

Karena pertambangan lebih dari 200 pekerja tewas dalam kecelakaan selama bertahun-tahun. Selain itu para pekerja menderita silikosis, penyakit paru-paru yang berhubungan dengan pekerjaan. Namun tidak ada di sana oleh pilihan.

Jepang secara brutal menduduki semenanjung Korea dan bagian Tiongkok pada waktu yang berbeda pada paruh pertama abad ke-20. Kadang-kadang mereka dipaksa sebagai kerja di tahun-tahun menjelang dan selama Perang Dunia II.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait