Lihat para kaum hawa ini dan kamu akan terpicu untuk lebih sehat dan tampil menarik.
- Tim WowKeren
- Rabu, 24 Mei 2017 - 12:48 WIB
WowKeren - Makanan, segala kebiasaan malas dan hamil bisa membuat para wanita "membesar". Kondisi ini tentu nggak sedap dipandang. Meski banyak orang atau pihak yang mengatakan bahwa "gemuk juga bisa cantik" namun pikirkan lagi dampak kesehatan untuk tubuhmu.
Tubuh yang menggemuk akan membuat kamu mengeluarkan uang lebih untuk membeli pakaian yang nggak lagi cukup. Belum lagi banyak ruang yang terasa sesak olehmu. Bila belum merasa terpacu menurunkan berat, kamu perlu mengintip perjuangan para wanita ini. Berikut kaum hawa yang berhasil menurunkan berat badan hingga 50 kg:
Sarah Reynolds
Pada awalnya Sarah Reynolds nggak mempermasalahkan tubuhnya yang mulai membesar dan banyak lemak menumpuk. Setelah fotonya diupload dan di-tag dalam sebuah akun Facebook yang menunjukkan kumpulan foto-foto wanita nggak menarik, dia pun seakan disentil dan disadarkan untuk menjaga kesehatan dan bentuk tubuhnya.
Kemunculannya membuat publik gempar sebab kini kondisi itu telah berubah. Wanita 31 tahun itu tampil menarik dengan badan yang aduhai.
Dia pun bercerita mengenai perjuangannya menurunkan berat dari 102 kg menjadi 50 kg. Dengan segala aktivitasnya menjadi ibu, dia mulai melakukan olahraga rutin selama 30 menit, mengurangi karbohidrat dan beralih makan sayur dan buah. Dia menetapkan komitmen, untuk berubah dengan selalu olahraga dan memperhatikan asupan makanan.
Shawna Fearn
Mengaku sebagai perempuan yang ketergantungan dengan makan makanan Meksiko dan Mandarin, juga soda, Shawna Fearn mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan dari 70an kg setelah hamil anak pertama dan kedua.
"Dokter mengatakan saya menderita pre-diabetes, kadar oksigen darah saya sangat rendah dan tekanan darah saya sangat tinggi. Kabar tersebut sangat mengena bagi saya," ungkap Shawn.
Dari sana, dia mulai melakukan kontrol demi anak-anaknya. Temannya yang seorang trainer pun dipanggil untuk membantunya mengatur jadwal latihan dan rencana makan rutin. Trainer yang membantunya pun membuatkan rencana makan yang terdiri dari makanan kecil namun rutin dengan banyak sayuran hijau, protein dan karbohidrat kompleks seperti ubi.
Untuk latihan, Shawn mencoba latihan untuk menguatkan batang tubuhnya dengan tantangan plank. Setiap hari sejak saat itu dia melakukan plank. Awalnya hanya bisa tahan 20 detik tapi setelah setahun dia mampu plank sampai enam menit.
Komitmen untuk mencapai transformasi yang diusahakan juga ia lakukan dengan memposting foto-foto tubuhnya di medsos selama dua tahun. Orang-orang pun mulai mengikutinya dan terinspirasi di samping terus memberi motivasi kepada Shawna untuk bisa menurunkan berat badan dan menjalani gaya hidup sehat sampai mencapai berat badan 58 kg dari 110 kg.
Christine Roberts
Saat kecil Christine Roberts dibully oleh teman-temannya karena ibu adalah penyuka sesama jenis. Teman-temannya bilang jika ibu seperti itu maka dirinya juga demikian. Hal itulah yang membuatnya merasa stres dan melampiaskannya pada makanan.
Menurut pengakuannya, ketika merasa depresi akan apa yang dialaminya, dia akan mencari makanan untuk meringankan kekesalannya. Saat tahu berat badannya bertambah, dia kembali makan untuk menenangkan pikirannya. Hal itu terjadi terus menerus hingga akhirnya berat badannya mencapai 120 kg.
Menyadari bahwa melakukan pola makan yang tidak sehat dan menyebabkan obesitas, dia memutuskan untuk mengikuti program Diet Dukan yang menurut kabar efeknya sangat cepat. Dalam 10 hari pertama, Christine tak makan apapun kecuali makanan yang mengandung protein.
Dia hanya makan dua telur rebus di pagi hari dan daging ayam untuk makan siang dan malam. Dalam tahap ke dua, dia bisa menambah menu makanannya dengan sayuran. Setelah 6 minggu, dia berhasil menurunkan berat badan hingga 25 kg. Kini Christine memiliki berat badan 60 kg.
Kristina Guice
Kristina Guice selalu dijuluki "anak gemuk di sekolah". Namun ketika ia diterima di sekolah pascasarjana di Long Island, New York, dia memutuskan untuk membuat perubahan besar.
Guice membaca tentang diet ketogenik yang dipaparkan oleh situs diet Reddit.com dan terinspirasi oleh foto seorang wanita yang memiliki tubuh gemuk seperti dirinya yang akhirnya bisa menurunkan berat badan dengan sukses.
Diet ketogenik membuat Guice harus mengurangi asupan karbohidrat seperti sereal, roti, pasta, nasi dan segala bentuk karbohidrat yang berasal dari tepung. Sebagai gantinya, Guice disarankan mengonsumsi lemak sebagai bahan bakar utama tubuh dalam menghasilkan energi.
Meskipun sulit untuk terlepas dari pasta serta roti, Guice termotivasi untuk tetap melanjutkan diet saat berhasil menurunkan 5 kilogram dalam 2 minggu pertama. Dikombinasikan dengan gym, seiring lulus dari pascasarjana, Guice berhasil menurunkan berat badan sebanyak 50 kilogram selama 3 tahun.
Jinny
Jinny yang awalnya memiliki bobot tubuh 100 kilogram, kini menyusut hingga hanya 50 kilogram. Dalam kanal YouTube "DanoTV" yang berisi berbagai kiat diet, Jinny menunjukkan bagaimana cara memperoleh bentuk tubuhnya seperti sekarang.
Jinny juga menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan diet ketat dan olahraga selama dua tahun belakangan. Bobot Jinny mencapai 1 kuintal akibat pola makan yang nggak sehat.
Sejak duduk di bangku sekolah menengah, Jinny suka makan ayam dan minum bir setiap Jumat malam. Dengan kebiasaan makan seperti itu, berat badannya naik 25 kilogram dalam setahun.
Jinny memulai dietnya dengan minum 3-5 liter air hangat setiap hari. Dia juga berusaha keras nggak mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak garam. Dia nggak benar-benar berhenti makan hingga kelaparan melainkan hanya makan sedikit agar nggak kelaparan.
Jika merasa terlalu banyak makan, Jinny akan mengimbanginya dengan banyak bergerak atau berolahraga untuk membuat tubuhnya panas dan berkeringat. Jinny berolahraga setidaknya 10 menit setiap hari. Untuk makan siang, Jinny mengonsumsi sejumlah protein dan sayur.
Natalie White Doodson
Saat berusia 28 tahun, Natalie White Doodson memiliki berat badan 109 kg. Tubuhnya yang gemuk membuat tetangganya mengomentari tubuhnya dengan kalimat pedas hingga membuatnya mempertanyakan ukuran tubuhnya sendiri. Dia disebut sebagai Budha gemuk.
Keesokan harinya Natalie mendatangi pusat penurunan berat badan untuk membantunya menurunkan badan dengan cara sehat. "Saya tahu hal ini pasti sulit dan menangis saat tahu berapa berat badan saya dahulu," ujar Natalie.
Namun ungkapan dari tetangganya mampu mengubahnya. Dia mengubah pola makannya dengan memotong asupan gula, makanan olahan dan cokelat. Akhirnya setelah 8 bulan mengubah pola makan, Natalie berhasil mendapatkan tubuh dengan berat badan normal. Jika dulu ukuran tubuhnya 22 kini 8.
Eva Rut Gunnlaugsdottir
Seorang wanita yang berasal dari Reykjavik, Islandia yang juga ibu dari dua anak ini punya cara sendiri untuk turunkan berat badan. Dia menyebutnya "selfie diet". Diet dengan cara selfie dan melihat bentuk tubuh dari foto-foto.
Wanita bernama Eva Rut Gunnlaugsdottir, sebelumnya mempunyai berat badan sekitar 134 kilogram. Wanita berumur 35 tahun ini pun mengaku selalu kesulitan untuk mengendalikan dietnya sejak umur 18 tahun. Ditambah lagi, dia semakin nggak bisa mengontrol diri setelah melahirkan buah hatinya.
Karena itu, dia ingin membuat suatu perubahan atas dirinya. Gunnlaugsdottir pun mengunggah dan kemudian mendokumentasikan foto-foto perjalanan dietnya di sosial media.
Mulai saat itu, dia pun bertekad untuk mengubah pola makannya. Dia mulai mengonsumsi makanan sehat dan nggak menyentuh makanan yang mengandung gandum, gula dan tepung-tepungan.
Diapun merasa bertanggung jawab akan foto pertama yang ia unggah dan menginginkan perubahan berat badannya pada foto berikutnya yang dia unggah.
Dena Shahani
Bagi Dena Shahani, punya tubuh gemuk seperti sudah jadi bagian hidupnya selama ini. Ketika masuk kuliah, dia jadi kurang beraktivitas. Dia jadi lebih banyak makan saat mengerjakan tugas dan tubuhnya mengalami kenaikan berat badan hingga mencapai 118kg.
Dena sudah punya tubuh gemuk sejak usia 8 tahun karena orangtuanya tidak melarangnya makan apa pun. Dia bahkan sudah sering dibully "besar" oleh teman-temannya. Tapi ketika selesai kuliah, wanita 29 tahun ini memutuskan mengontrol kesehatannya dengan serius.
Dia malu pergi ke gym dan bahkan sulit membiaskan diri fokus makan makanan bernutrisi saja. Pertama, dia mulai memperhatikan asupan kalori kemudian mencoba olahraga kardio semampu dan sebisa tubuhnya.
Tentu saja, usahanya nggak sia-sia, diet Dena terbayar. Dia berhasil menurunkan berat badan 112 pound (lebih dari 50 kg). Fokusnya pun mulai berganti, dari hanya menurunkan berat badan beralih ke menjaga tubuh sehat dan bugar.
Menurunkan berat badan memang butuh motivasi tinggi dan tekad yang bulat. Orang sekitar pun perlu mendukung dan perlu juga membaca kisah perjuangan seperti seperti para wanita di atas.
(wk/)