Suka Mengeluh Hidup Ini Berat? 10 Kisah Inspiratif Ini Buat Kamu Bersyukur, Nomor 5 Bikin Nangis
SerbaSerbi

Berikut 10 kisah inspiratif yang diharapkan bisa membuatmu lebih bersyukur akan hidup.

WowKeren - Saat hidup terasa sangat berat, kadang kamu harus melihat banyak orang yang lebih membutuhkan pertolongan. Dengan begitu kamu bisa bersyukur dan tidak berkeluh kesah.

Orang yang membutuhkan pertolongan ini bahkan terus berjuang hidup. Memang tidak perlu juga menyesali hidup dengan membandingkan hidup orang lain atau merasa tak berguna.

Namun dengan membaca kisah-kisah inspiratif ini kamu lebih bisa bertahan dengan kesulitanmu. Berikut beberapa kisah inspiratif yang bisa membuatmu semangat hidup lagi:

Liu Yuehu

Seorang ayah muda di China bernama Liu Yuehu (24) harus rela berpeluh keringat dan memakai kostum badut Pikachu sepanjang hari demi mendapatkan uang tambahan sebagai biaya pengobatan sang putri. Dikutip dari laman shanghaiist, putrinya Yu Yan didiagnosa leukimia sejak setahun yang lalu.

Sejak membawa Yu Yan ke rumah sakit, Liu telah menghabiskan dana sekitar 160 ribu yuan atau setara dengan Rp 320 juta. Saat ini, Yan harus kembali masuk rumah sakit dan tagihan medis untuknya mencapai 3 ribu yuan atau setara dengan Rp6 juta. Liu yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan tak mungkin bisa membayar biaya medis sebesar itu dengan pekerjaannya.

Tong Shufang

Bicara mengenai peran penting guru, sebuah kisah yang bikin terenyuh dan mengharukan datang dari guru dan siswanya di Tiongkok. Dikutip dari laman straitstimes, seorang guru bernama Tong Shufang (35) telah membuat seorang siswanya bernama Zhang Haojie bangun dari koma panjangnya.

Haojie koma selama 15 bulan akibat pendarahan otak yang menimpa dirinya tahun 2016. Selama koma inilah, sang guru selalu rutin menjenguknya dan bercerita mengenai apa saja di sekolah. Tak jarang, Shufang juga mengajarkan berbagai hal menarik serta pelajaran baru untuk siswanya tersebut.

Kawsar Hossain

Hossain adalah seorang pengemis. Namun dia tak pernah berpikir apalagi bercita-cita menjadi seorang pengemis dan peminta-minta sebelumnya. Hingga 10 tahun yang lalu, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya cacat.

Suatu ketika dia melihat anaknya menyukai sebuah baju di toko. Namun karena ketahuan mengemis, dia diusir dan membuat anaknya menangis. Hossain iba lalu mengambil tabungan hasil mengemis 2 tahun dan membelikan gaun kuning yang anaknya suka.

Lou Xiaoying

Nama wanita berusia 88 tahun ini adalah Lou Xiaoying. Pekerjaannya adalah pemulung sampah. Suami Lou Xiaoying telah meninggal 17 tahun yang lalu. Keadaan hidup yang sulit dan keterbatasan ekonomi tidak mengecilkan hati Lou Xiaoying untuk berbuat baik pada sesama manusia. Dia telah mengadopsi 30 bayi sejak tahun 1972.

Walaupun usianya sudah menua, kebaikan hati Lou Xiaoying tidak surut dimakan usia. Anak adopsi yang paling muda saat ini berusia enam tahun, namanya Zhang Qilin. Lou Xiaoying menemukan bayi tersebut di tempat sampah.

Dengan kondisi yang lemah, wanita itu membawa sang bayi ke rumahnya yang sangat kecil untuk dirawat. "Kini dia sudah menjadi anak yang sehat dan bahagia," ujar Lou Xiaoying.

Bablu Jatav

Dilansir Dailymail, nama pria ini adalah Bablu Jatav, 43 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti.

Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan. "Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak," lanjutnya.

Pekerjaan Bablu sehari-hari adalah penarik becak di kota Bharatpur. Dia tidak memiliki saudara yang bisa merawat bayinya sehingga jalan satu-satunya adalah merawat sang putri sambil bekerja. Pak Bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. Hal ini terpaksa dia lakukan, bahkan di tengah hari yang sangat panas.


Chen Shu Chu

Chen Shu Chu, seorang penjual sayur di Taiwan, berusaha mengumpulkan uang untuk membantu orang-orang yang kesusahan. Dia bukan berusaha menjadi orang kaya yang membantu banyak orang namun membantu dengan segala yang dia dapatkan dari berjualan sayur.

Kurang lebih dia sudah mendonasikan sekitar Rp 3 miliar lebih dari hasil penjualannya. Menurut sebuah koran, Chen Shu Chu mengatakan, "Uang itu akan bernilai ketika kita gunakan untuk mereka yang membutuhkan".

Bila dijabarkan, uang Rp 3 miliar yang didonasikannya sudah digunakan sekitar Rp 320 juta untuk anak-anak, Rp 144 juta untuk membangun perpustakaan sekolahnya dan Rp 320 juta untuk anak yatim piatu di daerahnya.

Kim dan Krickitt Carpenter

Nggak percaya cinta sejati? Kisah ini akan membuka matamu. Cinta yang tulus masih ada dan nyata. Saking romantisnya kisah ini diangkat menjadi film "Vow, The"Hal itu terjadi pada pasangan Kim Carpenter dan Krickitt Carpenter.

Setelah sang istri mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatan, sang suami tetap mencintainya, tetap berada di sampingnya. Bahkan dengan fakta bahwa sifat sang istri berubah drastis sebagai efek dari kecelakaan tersebut.

Patrick Gray

Ngomongin soal trekking, seorang pria bernama Patrick Gray telah melakukan trekking sejauh 800 km di Spanyol. Tak tanggung-tanggung, pria ini trekking sambil mendorong seorang sahabat sejatinya bernama Justin Skeesuck.

Mengagumkan, dikutip dari laman today.com, Gray memiliki ikatan persahabat yang kuat. Dia juga memiliki stamina yang luar biasa keren.

Dengan senang hati Gray membawa Justin berjalan di sepanjang jalur trail Camino de Santiago di Spanyol selama 34 hari sejauh 800 km. Selama perjalanan itu, dengan setulus hati Gray akan mendorong kursi roda yang dikendarai oleh Justin.

Kakak Adik Jualan Jagung Untuk Biaya Sekolah

Dikutip dari laman viral4real, sepasang kakak adik yang tidak disebutkan namanya ini tertangkap kamera sedang membawa kantong kresek besar di atas kepala mereka sambil berjalan di sepanjang jalanan Filipina. Anak-anak ini rupanya sedang berjualan jagung rebus.

Mereka mengaku bahwa berjualan jagung rebus di jalanan dilakukannya setiap hari sepulang sekolah. Aktivitas ini mereka lakukan agar bisa membantu ekonomi keluarga dan mendapatkan uang tambahan buat biaya sekolah.

Xiao Qi

Dilansir dari World of Buzz, 11 tahun yang lalu, orangtua Xiao Qi meninggalkannya di rumah sakit setelah ia dilahirkan. Akhirnya, seorang petani bernama Zheng, yang kebetulan berada di rumah sakit yang sama, memutuskan mengadopsi bayi mungil tersebut karena istrinya mengalami keguguran. Petani itu memberinya nama Xiao Qi, membawanya pulang ke rumah dan merawatnya hingga tumbuh besar.

Tapi kemudian tahun 2010, Zheng mengalami tekanan darah tinggi parah sehingga membuat separuh tubuhnya lumpuh, mulai dari pinggul ke bawah. Tak lama kemudian, istri yang dicintainya pergi menelantarkannya, bersama Xiao Qi dan ibunya yang sudah tua.

Dua tahun kemudian, orangtua biologis Xiao Qi tiba-tiba datang mencari anak gadisnya dan ingin membawanya pulang setelah sebelas tahun meninggalkannya. Saat itulah Xiao Qi menyadari apa yang penting baginya. Dia menolak dan memutuskan tinggal dengan ayah yang telah mengadopsinya.

Kisah-kisah ini terjadi dan menjadi berkah untuk sekitarnya. Yang perlu dipahami adalah setiap orang memiliki masalah sendiri. Tinggal bagaimana bertahan dan bisa bangkit dari masalah tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait