Bukan karena panas dan kerjaan yang menumpuk, rupanya lemas saat puasa ramadan bisa karena kesalahan ketika sahur.
- Tim WowKeren
- Rabu, 31 Mei 2017 - 13:39 WIB
WowKeren - Mengantuk dan lemas itulah keluhan yang datang dari banyak orang setelah menjalani puasa selama beberapa hari belakangan ini. Apakah kamu termasuk didalamnya?
Belum terlambat untuk mengubah pola makan kamu saat sahur agar keluhan tersebut tak datang lagi. Berikut kesalahan saat sahur yang harus kamu hindari:
Makan Makanan Asin
Makanan yang terlalu banyak mengandung garam sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Sebab, garam akan mengikat air yang membuat tubuh merasa kehausan.
Sebaiknya, makan makanan sehat dari olahan sayuran saat sahur dan kurangi penggunaan garam. Sayuran hijau yang mengandung banyak air akan menjaga kebugaran tubuh sepanjang hari.
Minuman Bersoda
Minum minuman bersoda ditambah es saat sahur memang terasa sangat menyegarkan. Tapi, hal itu mulai sekarang hindari kebiasaan yang salah itu.
Rasa manis dalam minuman bersoda akan membuat kadar gula darah melonjak naik. Selain itu, soda juga meningkatkan asam lambung yang menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan.
Melewatkan Sahur
Nggak makan sahur bisa berakibat tubuh lemas seharian. Sahur memang jadi tantangan banyak orang karena di pagi hari, kamu cenderung nggak merasa lapar.
Tapi kamu harus menyemangati diri sendiri untuk sahur. Tata meja makan dengan cantik agar hasrat makan sahur timbul.
Makan Sebanyak Mungkin
Sebagian orang mencoba makan dengan porsi besar atau sebanyak mungkin, dengan harapan mereka bisa kenyang lebih lama hingga tiba saat buka puasa. Tapi menurut nutritionist Dr Neha Sanwalka, pemahaman ini justru keliru.
Makan banyak-banyak saat sahur akan menjadi beban bagi perut. Menyebabkan gangguan pencernaan, heartburn juga kembung. Makanlah secukupnya saat sahur tapi pastikan semua nutrisi terpenuhi.
Langsung Tidur Setelah Sahur
Hindari langsung tidur setelah sahur karena bisa memicu asam lambung balik arah ke kerongkongan sehingga menyebabkan gangguan saluran cerna. Akibatnya asam lambung naik dan bisa menimbulkan banyak komplikasi kesehatan.
Setelah santap sahur, sisihkan waktu untuk berjalan-jalan sebentar di seputar kompleks rumah sambil menunggu waktu Subuh. Jika ingin tidur lagi, tunggu sekitar dua jam setelah sahur.
Perbanyak Minum Teh
Sudah jadi kebiasaan orang Indonesia untuk minum teh hangat dalam jumlah banyak saat sahur, dengan harapan bisa mengatasi rasa haus ketika puasa. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.
Teh mengandung kafein dan bersifat diuretik artinya meningkatkan frekuensi buang air kecil. Alhasil tubuh justru bisa mengalami dehidrasi dan rasa haus makin mendera. Jika ingin minum teh, sesaplah 1-2 cangkir saja dan hindari menambahkan gula.
Minum Air Bergelas-Gelas Sekaligus
Mendekati imsak, biasanya kita akan meminum air putih bergelas-gelas agar nggak haus ketika puasa. Tapi minum banyak air sekaligus justru bisa menaikkan asam lambung dalam perut sehingga kamu akan merasa kembung dan mengalami gangguan pencernaan.
Sebaiknya minum air secara perlahan dan bertahap. Minumlah ketika bangun tidur dan sebelum makan, saat makan sahur dan setelah makan sahur.
Konsumsi juga makanan mengandung banyak air seperti melon, semangka, ketimun atau tomat untuk menambah asupan air di dalam tubuh ketika sahur sehingga kamu nggak harus minum bergelas-gelas air.
Makan Cokelat atau Permen
Dapatkan asupan karbohidrat dari sumber makanan yang mengandung pati kompleks. Misalnya nasi merah, oatmeal, roti gandum atau kentang rebus. Nasi putih bisa dikonsumsi jika tidak ada pilihan lain tapi ingatlah jangan makan terlalu banyak.
Hindari asupan karbohidrat lain dari makanan manis seperti cokelat, kue atau permen. Makanan tinggi karbohidrat sederhana dicerna dengan cepat oleh tubuh sehingga energinya juga lebih cepat dilepas dari tubuh. Akibatnya tubuh jadi makin lemas di siang hari.
Dengan cara di atas, aktifitasmu di hari puasa nggak terganggu dengan badan yang lesu dan mudah mengantuk. Melihat makanan di TV pun nggak akan membuatmu tergoda untuk batal.
(wk/)