Ini lho bukti betapa menyedihkannya anak usia 20-an yang masih tinggal sama orangtua. Nomer 6 dan 7 nyesek abis.
- Tim WowKeren
- Jumat, 02 Juni 2017 - 19:11 WIB
WowKeren - Menjadi dewasa tentu jadi momen yang sudah ditunggu-tunggu buat mereka yang sudah menginjak usia 20 tahunan. Di usia yang ke-20, kita biasanya akan hidup lebih bebas bahkan sudah berani mengambil keputusan untuk tinggal di luar rumah dengan ngekos dekat tempat kuliah atau kantor.
Tapi buat mereka yang masih tinggal bersama orangtua sampai usia 20-an, pasti merasakan asam manisnya kehidupan yang lucu. Gimana nggak lucu, mereka sudah jadi orang dewasa tapi dianggap seperti anak kecil di rumah. Nggak percaya? Ini lho bukti betapa menyedihkannya anak usia 20-an yang masih tinggal sama orangtua.
1. Nggak Ada Privasi
Kalau selama ini kalian tinggal bersama orangtua apalagi keluarga besar, pasti nggak pernah merasakan privasi. Apalagi kebebasan seperti yang dirasakan anak lainnya yang sudah tidak tinggal bersama orangtuanya.
Yakin deh, kamarmu pasti sering di invasi sama kakak atau adik. Bahkan nggak jarang juga kalian juga harus berbagi kamar dengan mereka. Kalau nggak gitu, orangtua bakal rajin intipin kamarmu. Parahnya, kamarmu sering dijadikan "gudang" dadakan.
2. Nonton TV yang Itu-Itu Aja
Nggak cuma privasi, kalian bahkan nggak punya kebebasan untuk menonton TV. Apalagi kalau TV di rumah memang cuma satu. Kalau nggak nonton berita bareng ayah ya terpaksa nonton acara gosip atau sinetron bareng ibu.
Masih untung kalau kalian bisa nonton film kartun bareng adik. Tapi ya gitu deh, pokoknya kalian nggak punya hak buat menguasai TV. Karena penguasa di rumah pastinya ibu dengan jadwal TV-nya yang padat dan nggak bisa diganggu.
3. Bagian Bersih-Bersih Rumah
Masih tinggal bersama orangtua artinya kalian masih punya tanggung jawab yang harus kalian lakukan setiap hari. Apalagi kalau bukan bersih-bersih dan cuci-cuci. Karena sudah dianggap semakin tua, tentu kalian harus bisa meringankan pekerjaan di rumah.
Meskipun kalian sibuk dengan kuliah atau pekerjaan di kantor, kalau sore ya tugasnya bersih-bersih, nyapu dan ngepel. Habis makan ya harus cuci piring. Kan katanya sudah dewasa. Hehe, nyesek ya.
4. Masih Diawasi dan Dianggap Anak-Anak
Nggak cuman soal kebebasan aja yang terbatas, kalian juga masih dianggap seperti anak kecil. Katanya sih orangtua hanya mengawasi sampai kalian benar-benar dewasa.
Tapi nyatanya sampai sekarang pergaulan juga masih diawasi dan diatur soal pilihan hidup. Termasuk saat mengerjakan hobi atau sekedar apa saja yang kamu lakukan.
5. Banyak Dinasehati
Tinggal bersama orangtua, artinya kalian harus bersiap untuk terus menjalankan aturan-aturannya. Nggak terkecuali nasehat yang mereka berikan hampir setiap hari. Meski sedikit nyesek, tapi nasehat orangtua memang perlu untuk proses pendewasaan lho. Jadi harus diterima dan dipatuhi ya.
6. Susah Punya Pacar
Kalau masih tinggal bersama orangtua di usia 20-an, ada resiko kalau kalian bakal susah dapat pacar. Jangankan ajak pacar main ke rumah, ajak teman saja sudah banyak diinterogasi. Apalagi kalau orangtua kalian tipe orang yang tegas. Jangan harap deh bisa pacaran di rumah.
7. Dibandingkan Sama Teman yang Sukses
Ada satu hal lagi yang paling menyedihkan buat kamu yang masih tinggal bersama orangtua di usia 20-an. Apalagi kalau bukan saat orangtua mengetahui ada teman yang lebih sukses dari kamu.
"Itu si Budi sudah kerja di kantor, gajinya besar mau ajak orangtuanya pindah ke rumah besar," kalau sudah mendengar kata-kata ini pasti nyesek banget. Rasanya kalian ingin sembunyi dan makin nggak pede. Apalagi kalau selama ini kalian masih mengandalkan uang orangtua. Benar nggak?
Itulah beberapa kenyataan pahit yang kalian rasakan saat harus tinggal bersama orangtua meski sudah berusia 20-an. Meski nyesek, kalian seharusnya bersyukur karena masih punya kesempatan untuk tinggal bersama mereka.
Lain halnya dengan mereka yang tinggal di perantauan dan jauh dari rumah. Mungkin mereka nggak bisa merasakan nikmatnya masakan di rumah kan. Jadi syukuri saja apa yang kamu miliki saat ini. Bagaimanapun juga, hal yang dilakukan orangtuamu itu demi kebaikanmu juga kok.
(wk/)