Berikut beberapa fungsi lain dari ganja yang manfaatnya juga digunakan di negara-negara lain.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Juli 2017 - 13:09 WIB
WowKeren - Masih ingat dengan Fidelis Arie Sudewarto yang ditangkap karena menanam ganja untuk pengobatan istrinya yang mengidap penyaki langka yang mematikan? Rabu (19/7) lalu, Fidelis menjalani sidang pembelaan dan membacakan nota pembelaannya yang dia tulis sendiri dari balik jeruji penjara. Dia menyatakan alasannya menanam 39 batang ganja tersebut dan kondisi istrinya kala itu.
Kisah Fidelis menjadi kontroversi mengingat ganja masuk dalam golongan narkotika. Berikut beberapa fungsi lain dari ganja yang manfaatnya juga digunakan di negara-negara lain:
Pereda Sakit di California
Penggunaan ganja untuk kepentingan kesehatan yang paling umum adalah untuk meredakan rasa sakit yang akut. Terutama bagi mereka yang menderita sakit di tulang seperti penderita Multiple Sclerosis hingga sakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf.
Di Amerika Serikat, tumbuhan ini sering digunakan sebagai pereda rasa sakit karena tidak menimbulkan efek adiksi seperti morfin dan opium. Selain itu, tidak ada efek samping yang berarti dari penggunaannya sebagai pereda rasa sakit.
Di California, dokter-dokter telah dapat memberikan ganja kepada pasiennya secara legal dengan meresepkan secara medis yang dapat ditebus di apotek tertentu.
Pengobatan Kanker di Selandia Baru
Berdasarkan laporan dari ilmuwan di California Pacific Medical Center pada tahun 2007, salah satu kandungan dalam ganja dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Kandungan tersebut bernama Cannabidiol atau CBD dan zat ini terbukti dapat menghentikan gen Id-1 yang membantu dalam penyebaran sel kanker.
Berdasarkan penelitian terhadap sel kanker payudara, penggunaan CBD cukup signifikan dampaknya dalam menghambat proses penyebaran sel kanker. Selain itu, tumbuhan ini juga banyak digunakan oleh penderita kanker untuk meredakan mual dan rasa sakit yang diakibatkan oleh perawatan kemoterapi.
Di Selandia Baru, seorang perempuan bernama Dawn yang mengidap kanker paru-paru menggunakan ganja sebagai bagian dari pengobatannya dan manfaat yang ia rasakan mendorongnya untuk mendokumentasikan manfaatnya bagi penderita kanker secara lebih lanjut.
Hambat Alzheimer di Brazil
Sebuah studi yang dipimpin oleh Kim Janda dari
Menurut penelitian tersebut, tumbuhan ini memperlambat produksi protein bernama amyloid plaques yang membunuh sel-sel otak dan menyebabkan Alzheimer. Pemerintah Brazil bahkan pada awal tahun 2017 telah membolehkan penderita Alzheimer untuk menggunakannya sebagai bagian dari pengobatannya.
Sembuhkan Radang Saluran Pencernaan di Jerman
Ganja dapat membantu bagi mereka yang memiliki penyakit dengan gejala peradangan di saluran pencernaan seperti Crohn’s Disease. Zat-zat dalam ganja, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Nottingham dapat menghentikan produksi zat dalam tubuh yang menyebabkan dinding usus menjadi semakin sensitif dan mudah dimasuki oleh bakteri.
Selain itu, ganja juga dapat menguatkan dinding organ-organ pencernaan. Fatin Phoenix Ward, seorang perempuan di Berlin mengaku telah berhasil menyembuhkan Crohn's Disease yang dideritanya dengan menggunakan ganja.
Dia memasukkan ganja ke dalam menu makanannya dan merasa metode tersebut berrhasil menyembuhkan penyakitnya. Merasa takjub, Fatin sampai menulis buku mengenai keajaiban ganja untuk menyembuhkan Crohn's Disease.
Kurangi Gejala Lupus di AS
Penyakit lupus merupakan penyakit autoimmune dimana sistem imunitas tubuh secara abnormal justru berbalik menyerang tubuh kita sendiri. Penyakit langka ini membuat penderitanya sangat kesulitan karena penyakit lupus belum ditemukan obatnya hingga kini.
Namun ganja merupakan salah satu yang dapat membantu meringankan penderitaan mereka yang mengidap lupus. Ganja dapat menenangkan sistem imun tubuh dan membuatnya jadi tidak begitu agresif dalam menyerang tubuh.
Seorang penderita lupus bernama Angie dari Amerika Serikat, melalui akun Youtube miliknya, menceritakan bagaimana dia meredakan gejala autoimmunenya dengan menggunakan ganja.
Redakan Tremor di Israel
Ganja memang terkenal dapat menenangkan tubuh sehingga ganja menjadi salah satu pengobatan paling efektif bagi mereka yang memiliki gangguan kegelisahan. Namun ternyata bukan hanya bagi penderita gangguan kegelisahan saja, ganja juga dapat menenangkan tremor yang dialami oleh para penderita Parkinson.
Lagi, Parkinson merupakan penyakit yang diderita seumur hidup dan tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit yang satu ini kecuali obat-obatan yang meredakan gejalanya. Ganja terbukti melalui sebuah penelitian di Israel dapat membantu meredakan gejala tremor pada penderita Parkinson. Melihat hal tersebut, pemerintah Israel melegalkan penggunaan ganja untuk berbagai kondisi kesehatan.
Kurangi Kejang Epilepsi di Colorado
Sebuah penelitian dari Virginia Commonwealth University menyatakan bahwa ganja dapat mengurangi gejala kejang pada penderita epilepsi. Hal ini disebabkan zat THC dalam ganja dapat mengontrol kejang dengan merekatkan sel otak yang bertanggung jawab dalam mengatur relaksasi tubuh.
Akan tetapi penelitian ini baru diuji coba kepada hewan dan belum kepada manusia sehingga kesimpulan ini belum bersifat konklusif. Meski begitu, ratusan keluarga di Amerika Serikat berbondong pindah ke wilayah Colorado demi mendapatkan akses ke ganja varietas "Charlotte’s Web" yang terbukti dapat mengurangi gejala kejang pada anak-anak penderita epilepsi secara drastis.
Meski ganja memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dapat meringankan penderitaan mereka yang mengidap penyakit tertentu ganja tetaplah barang ilegal yang dilarang produksi, peredaran dan konsumsinya di Indonesia. Bila digunakan secara berlebihan, penggunaan ganja dapat berbahaya karena mempengaruhi kemampuan motorik seseorang.
(wk/)