Selingkuhan Jennifer Dunn Pukul Shafa, Komnas Anak Tegaskan Masuk Tindak Pidana
Selebriti

Beredarnya video suara pemukulan selingkuhan Jennifer Dunn kepada Shafa membuat Komnas Anak turut angkat bicara.

WowKeren - Isu perselingkuhan Jennifer Dunn kini semakin runyam lantaran keluarga Faisal Harris, selingkuhan Jennifer, terkena dampaknya. Belum lama ini tersebar video suara pemukulan selingkuhan Jedun, panggilan akrab Jennifer, kepada anak kandungnya sendiri, Shafa. Viralnya video tersebut terdengar hingga ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak).

Mengetahui video tersebut, Komnas Anak turut angkat bicara. Menurut Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, amarah Faisal dalam video bisa termasuk dalam kekerasan verbal dan fisik. Kekesalan yang diluapkan oleh Shafa disebut wajar karena masalah perselingkuhan Faisal dianggap telah mengganggu keluarga.

"Ya itu termasuk dalam kekerasan fisik dan verbal. Dengan memukul atau kekerasan tidak boleh dibiarkan," jelas Arist dilansir KapanLagi, Senin (20/11). "Kalau dibilang sebelumnya melabrak, itu kan salah satu bentuk protes dari sang anak karena merasa ada hubungan yang tidak seharusnya. Sehingga dia melampiaskan dengan melabrak yang seyogyanya dia anggap mengganggu keluarga."

Lanjut Arist, seharusnya Faisal sebagai ayah memberikan pengertian kepada Shafa. Bukan membalasnya dengan kekerasan yang bisa masuk ke dalam tindak pidana. Jika Shafa tak terima mendapat kekerasan, tentunya ia bisa melaporkan ayahnya.

"Ayahnya seharusnya memberikan pengertian. Bukannya malah melakukan kekerasan," lanjut Arist. "Pertanyaannya apa tanggapan saya atau Komnas Anak, tentunya tindakan ayahnya itu telah masuk melakukan kekerasan dan masuk dalam tindak pidana. Kalau si anak tidak terima, bisa melaporkan ayahnya."

Selain disebut telah melakukan kekerasan verbal dan fisik, Arist juga menyebut pelanggaran lain yang dilakukan oleh Faisal. Pelanggaran tersebut adalah telah berselingkuh dan diketahui oleh Shafa, putri Faisal yang berusia 14 tahun. Sebagaimana perselingkuhan itu merupakan perbuatan yang tak seharusnya dilakukan pada anak.


Menyikapi permasalahan itu, pihak Komnas Anak mengaku siap jika diminta untuk membantu Shafa dan keluarganya. Tak hanya itu, Komnas Anak juga bersedia menjadi mediator keluarga Shafa.

"Kalau anak itu merasa dirugikan dan butuh bantuan, kami siap membantu dengan syarat tentunya ada pelaporan ke kami lebih dulu. Kalau tidak dilaporkan bisa saja. Tapi lebih afdol melaporkan apa yang bisa dibantu," ucap Arist. "Kalau mau mediasi, ya tentu harus meluruskan pendapat. Yang dilakukan ayah itu udah masuk kekerasan, kalau beda pendapat ya nanti kami klarifikasi itu bukan hal yang harus dilakukan."

Jika memang diminta untuk turun tangan, Komnas Anak nantinya akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu ke Faisal. Klarifikasi itu digunakan untuk mencari solusi dan sebagai wadah mediasi. Kendati demikian, Komnas Anak menyarankan Shafa jika ingin melaporkan kekerasan ayahnya bisa dengan membawa video sebagai bukti.

"Pasti lah (video) itu akan jadi bukti yang sangat kuat," ujar Arist. "Nanti akan disertakan dalam pelaporan jika memang terdengar ada tindak kekerasan di rekaman itu. Kalau memang si anak merasa dirugikan."

Selain Faisal, Arist juga menyebut ibu Shafa juga melakukan kesalahan karena turut terlibat dalam masalah perselingkuhan. Pasalnya, apapun yang terjadi anak adalah tanggung jawab dari orangtua dan harus mendapatkan perlakuan serta asuhan yang baik.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait