Meskipun situasi kedua Korea mulai menghangat, pemerintah Jepang tidak mau kecolongan.
- Tim WowKeren
- Senin, 22 Januari 2018 - 20:51 WIB
WowKeren - Jelang Olimpiade musim dingin yang akan dilaksanakan bulan depan di Korea Selatan, nampaknya hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara sedikit membaik. Setelah sempat menggelar diskusi antara kedua negara, Korea Utara sepakat akan mengirimkan wakilnya.
Namun, membaiknya hubungan kedua negara tersebut tidak lantas membuat Jepang santai. Sebagai negara terdekat dengan semenanjung Korea, Jepang tetap waspada. Latihan evakuasi perang dan serangan rudal mulai digelar kembali di Tokyo. Ini dilakukan demi mengantisipasi terjadinya serangan Korea Utara secara tiba-tiba.
Terlepas dari hubungan kedua Korea yang mulai menghangat, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, memperingatkan bangsanya untuk tetap waspada. Dia mengungkapkan bahwa pembangunan nuklir di Korea Utara sangat tidak bisa dipastikan dan bisa saja segera terjadi.
"Tidak berlebihan jika keamanan di sekitar Jepang adalah yang terberat sejak Perang Dunia Ke-2," ujar Abe. "Kita harus membuat Korea Utara menyerah dengan pembangunan nuklir dan misil sepenuhnya denga cara yang dapat diverifikasi dan tidak dapat dipulihkan lagi."
Sekitar September lalu, Korea Utara sempat melakukan uji coba rudal balistik antar benua di atas Pulau Hokaido. Ini adalah salah satu dari rudal Korea Utara yang diluncurkan di Jepang pada tahun 2017. Hal tersebut membuat Jepang merasa takut dan khawatir kalau-kalau Korea Utara tiba-tiba melakukan serangan kembali.
Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah Jepang kembali mengadakan simulasi evakuasi bila terjadi serangan nuklir. Rakyat Tokyo dan para turis asing dilatih untuk bisa tanggap menghadapi serangan. Hasilnya, dalam 10 menit, mereka telah berhasil melakukan evakuasi dengan aman.
Saat menggelar simulasi ini, ratusan penduduk Tokyo berpartisipasi. Mereka bersama-sama menggelar rutinitas simulasi yang dinamai dengan "Monday's Exercise" (Olahraga Senin).
(wk/)