Vaksin ini nanti juga diharapkan bisa membunuh sel tumor yang tidak bisa terdeteksi penyebarannya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 03 Februari 2018 - 08:42 WIB
WowKeren - Kanker masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang menyerang manusia. Penyakit tersebut juga merupakan salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Beberapa kasus kematian akibat penyakit ini disebabkan karena kanker tidak terdeteksi dini. Akhirnya, perawatan pada pasien pun menjadi terlambat.
Nah, kabar baik sepertinya sudah datang dari dunia kesehatan berkaitan dengan penyakit ganas ini. Para ahli mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan vaksin kanker yang siap diujicobakan pada manusia. Seperti apa kabarnya?
Pengobatan kanker dengan vaksin ini awal mulanya diujicobakan ke tikus. Hasilnya, vaksin ini bekerja dengan sangat baik. Menurut para peneliti, 91 persen hewan sembuh setelah satu suntikan. Sisanya sembuh pada suntikan kedua.
Tim peneliti vaksin ini berasal dari Standford University di California. Mereka mengungkapkan bahwa vaksin ini tidak hanya akan membunuh sel kanker asli, tetapi juga memicu reaksi menakjubkan dari tubuh. Peneliti mengklaim bahwa vaksin ini bisa membunuh sel kanker yang timbul setelahnya.
Kombinasi obat ini bekerja dengan cara mengganti sel kekebalan di dalam tumor yang telah dinonaktifkan oleh kanker. Setelah itu, vaksin ini akan meningkatkan imun tubuh sehingga bisa membunuh penyakit kanker yang ada.
"Ketika kita menggunakan dua agen ini secara bersamaan, kita bisa melihat adanya penghilangan tumor di sekujur tubuh," kata Profesor Ronald Levy. "Pendekatan ini meliputi kebutuhan untuk mengidentifikasi target imun sepsifik tumor dan tidak memerlukan aktivasi sistem imun secara keseluruhan atau penyesuaian sel imun pasien."
Levy mengungkapkan, ia dan timnya akan segera merekrut 15 pasien kanker getah bening tingkat rendah. Jika berhasil, Levy yakin pengobatan ini bisa bermanfaat untuk berbagai jenis tumor.
Levy juga percaya, ahli onkologi nantinya akan dapat menyuntikkan vaksin ini ke tumor padat manusia sebelum melakukan operasi. Itu dilakukan untuk mencegah timbulnya kembali tumor yang sudah menyebar tapi tidak terdeteksi.
Penelitian yang dipimpin Levy dan timnya ini sepertinya layak mendapat pujian. Setidaknya para ahli ini terus berusaha mengembangkan obat untuk menyembuhkan kanker yang dikenal sangat ganas.
Apakah pendekatan ini berhasil pada manusia? Mengingat selama ini, pendekatan penyembuhan kanker pada tikus tidak berhasil diterapkan pada manusia. Kita lihat saja nanti.
(wk/)