Enggak Biasa, Agen Travel Ini Larang Pakai Ponsel dan Kamera Selama Liburan
SerbaSerbi

Sebagai ganti ponsel pintarmu, agen perjalan ini akan menggantinya dengan ponsel jadul yang hanya bisa kamu gunakan untuk menelpon.

WowKeren - Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika mendengar kata "liburan"? Pasti seputar jalan-jalan dan foto-foto kan? Di era sekarang update lewat sosial media pun menjadi hal yang wajib bagi orang-orang yang liburan.

Lalu, apa jadinya kalau pada saat liburan, kamu malah diminta tidak memegang ponsel sama sekali? Hal enggak biasa itu ternyata sungguh-sungguh sedang berusaha diterapkan oleh sebuah agen perjalanan, lho.


Sebuah perusahaan tur baru bernama "Off the Grid" meminta para wisatawan untuk tidak memakai ponsel mereka selama berwisata. Bahkan hanya untuk sekadar menggunakannya untuk mengambil foto. Perusahaan ini rupanya memang sengaja didesain untuk sepenuhnya tidak terhubung dan sangat sosial.

"Ketika kamu pergi ke sebuah tempat yang baru, banyak sekali hal yang bisa kamu resapi," ujar pendiri Off the Grid, Zach Beattie. "Banyak sekali yang bisa kamu lihat, banyak sekali orang-orang menarik yang bisa kamu temui. Ponselmu hanya akan mengganggu itu semua."

Meskipun demikian, tampaknya larangan yang diterapkan Off the Grid ini tidak mutlak. Menurut penjelasan Zach, semua keputusan tetap ada di tangan wisatawan.

"Kita ingin peraturan itu diikuti oleh para sukarelawan," tambah Zach. "Kita tidak mengumpulkan semua ponsel dan memasukkannya ke dalam ruang penyimpanan. Semuanya terserah pada wisatawan. Akan tetapi, kami meminta wisatawan untuk memasukkan ponsel mereka ke dalam saku selama seminggu perjalanan."

Sebagai gantinya, Off the Grid akan memberikan "ponsel bodoh" sebagai pengganti "ponsel pintar" mereka yang disimpan. Dalam ponsel tersebut akan berisi kontak nomor-nomor penting yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Wisatawan juga dimungkinkan untuk membawa kamera biasa sebagai ganti kamera ponsel mereka. Akan tetapi, Off the Grid juga akan menyiapkan seorang fotografer khusus yang akan mengabadikan perjalanan mereka.

"Saya pikir ini akan menarik dan sangat menantang," pikir Zach. "'Dapatkah saya menikmati momen ini tanpa kamera? Dapatkah saya menyerap ingatan ini dan membuatnya menjadi memori indah tanpa harus langsung berbagi dengan orang lain di media sosial?'".

Off the Grid menyiapkan perjalanan selama sepuluh hari dengan grup kecil sampai 16 orang. Harga yang mereka tetapkan untuk perjalanan tidak biasa ini berkisar antara Rp 20,6 juta hingga Rp 22,7 juta. Semua biaya tersebut sudah termasuk akomodasi di hostel, beberapa makanan dan transportasi lokal. Bagaimana nih, kamu tertantang mencoba liburan ala Off the Grid ini?

You can share this post!

Related Posts