Dulu Makmur dan Berjaya, 8 Negara Ini Sekarang Jatuh Miskin dan Berpenghasilan Sangat Rendah
Wikipedia
SerbaSerbi

Meski beberapa negara ini sudah berangsur memperbaiki diri, keadaan ekonomi mereka masih jauh dibandingkan dengan masa kejayaannya.

WowKeren - Keadaan ekonomi di beberapa negara bisa berubah dalam sekejap atau bahkan setelah berabad-abad lamanya. Konflik, penjajahan, kesalahan kepemimpinan, dan berbagai alasan lainnya dapat menjadi penyebabnya. Sayangnya, akibat hal-hal tak terduga ini, banyak negara-negara yang sudah beranjak maju, tapi masih tetap tertinggal dari negara-negara makmur lainnya.

Ini dia 8 negara yang tak disangka dulunya merupakan negara-negara makmur dan memilki ekonomi stabil. Tidak beruntung, 8 negara ini sekarang harus memiliki PDB (Produk Domestik Bruto) rendah dan menghadapi beberapa masalah kemiskinan. Negara apa saja? Simak daftarnya berikut.

1. Zimbabwe


Zimbabwe
Africa fac

Zimbabwe pernah menjadi negara yang makmur di Afrika. Negara dengan Ibu Kota Harare ini berubah dari keranjang roti yang sedang booming ke negara dengan masalah ekonomi buruk dengan bencana keuangan dan hiperinflasi yang ekstrem.

Selama tahun 1980, ekonomi Zimbabwe dalam kondisi yang kuat berkat sumber daya alam melimpah dan sektor pertanian yang kuat. Akan tetapi, kehancuran ekonomi mulai terjadi ketika pada tahun 1990-an, keuangan negara mulai memburuk. Saat ini, PDB per kapita Zimbabwe hanya mencapai angka USD 1008 atau sekitar Rp 14,2 juta.

2. Irak


Irak
CNBC

Selama tahun 1960 sampai 1970-an, Irak dengan cepat menjadi negara maju. Cadangan minyak dan gas melimpah membuat Irak semakin berjaya. Akan tetapi, keadaan buruk menyerang saat Irak berada dalam kepemimpinan SAddam Hussein pada tahun 1979. Korupsi internal dan jatuhnya harga minyak memperparah situasi ini.

PDB per kapita Irak sempat sangat parah hingga mencapai USD 938 (Rp 13,2 juta). Namun, keadaan tersebut mulai berangsur membaik dengan PDB sebesar USD 5000 (Rp70,6). Meskipun demikian, Irak masih tergolong memiliki PDB yang cukup rendah.

3. India


India
india-earthtrekkers

PDP per kapita India mencapai sekitar USD 7000 atau sekitar Rp 98 juta. Dengan pendapatan sejumlah tersebut, India masih digolongkan sebagai negara yang berpendapatan rendah. Meski beberapa kemajuan sudah dibuat untuk menghindari kemiskinan ekstrem di negara ini, masih banyak masyarakat India yang hidup kesusahan.

Dulunya, India merupakan negara yang kaya. Kekaisaran Mughal yang didirikan pada tahun 1562 di hampir seluruh bagian benua India mencapai puncaknya pada abad ke-17. Tentu saja hal tersebut menghasilkan pundi-pundi uang di negara tersebut. Sayang, persaingan industri dengan negara-negara Eropa dan Tiongkok menghancurkan India. Bangsa mereka terjajah dan kehilangan banyak kekuatan dan kekayaannya.

4. Turki


Turki
propertyinturkey

Turki memang jauh dari kata miskin tapi mereka juga tidak bisa dikatakan negara kaya. Negara ini memiliki PDB per kapita sekitar USD 11000 atau sekitar RP 115 juta. Jumlah tersebut memang kurang lebih menjadi rata-rata global. Akan tetapi, masih tergolong sangat rendah dari mayoritas negara-negara di Eropa.

Banyaknya perpecahan internal pada awal abad ke-20 menyebabkan kekaisaran tercerai berai. Padahal, Turki sempat mencapai kejayaannya di abad ke-16. Pemihakan pada Jerman dalam Perang Dunia I membuat sebagian wilayahnya disita. Kekaisaran Ottoman dilahirkan kembali pada tahun 1922 sebagai Republik Turki yang jauh lebih kecil.

5. Latvia


Latvia
voyagestic

Dikuasai oleh kekuatan asing selama berabad-abad, Latvia berhasil mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1918. Negara ini kemudian mengadopsi konstitusi liberal pada tahun 1922. Sepanjang tahun 1920-an dan 1930-an, negara ini bahkan lebih kaya daripada negara-negara tetangga, seperti Finlandian dan Denmark. Sungguh sangat makmur.

Sayangnya, kemakmuran tersebut tak berlangsung lama. Selama Perang Dunia II, Latvia diporak-porandakan oleh Nazi dan Soviet, membuat negara ini harus berada di bawah kendali Soviet hingga 1990 dan membuat ekonomi mereka merosot. Berhasil merdeka kembali, PDB Latvia hanya mencapai sekitar USD 14000 (Rp 197,9 juta). Latvia masih jauh dari negara-negara Skandinavia yang lain.

6. Venezuela


Venezuela
planetdeadly

Dalam beberapa tahun terakhir, Venezuela berubah dari salah satu negara dengan ekonomi tersehat di Amerika Latin menjadi negara yang paling sakit. PDB per kapita dari Venezuela secara mengejutkan turun sekitar 40 persen dari PDB per kapita di tahun 2013.

Kelaparan kini tersebar luas di negara yang pernah sangat makmur ini. Kejahatan juga meluas dan di luar kendali. Di samping itu, ketegangan sosial juga sedang sangat tinggi di negara ini.

7. Kuba


Kuba
thewandertheory

Kekuasaan komunis dan sanksi Amerika Serikat telah memiskinkan Kuba. Negara Karibia ini hanya memiliki PDB per kapita sebesar USD 7815 atau sekitar Rp 110,4 juta. Pemerintah setempat sangat kesulitan untuk menyediakan perumahan yang layak, transportasi, dan hal-hal penting lainnya.

Jauh sebelumnya, negara ini pernah menjadi salah satu negara dengan PDB per kapita tertinggi di Amerika. Kuba juga sempat menjadi yang kedua tertinggi dalam hal kepemilikan mobil dan telepon. Akan tetapi, semua itu tinggal masa lalu.

8. Thailand


Thailand
premiotravels

Negara ini sempat menjadi yang lebih kaya dari negara-negara di Eropa pada abad ke-16 dan 17. Ketika itu, Kerajaan Ayutthaya, yang meliputi wilayah Thailand modern, merupakan pusat dari perdagangan dunia.

Thailand mungkin bukan negara yang paling miskin di dunia. Akan tetapi, PDB per kapita mereka cukup rendah, yakni sekitar USD 6000 atau sekitar Rp 84 juta. Dengan nilai pendapatan nasional senilai tersebut, Thailand menempatkan dirinya di bawah rata-rata pendapatan negara-negara di dunia. Potret kemiskinan pun tampak di bagian timur laut dan juga jauh di bagian selatan dari Negara Gajah Putih ini.

Loading...

You can share this post!

Related Posts