Segera Dirilis, 'Mary Queen Of Scots' Malah Dapat Tudingan dari Sejarawan
Getty Images
Film

Usai melihat trailer perdana, sejarawan asal Inggris mengklaim bahwa 'Mary Queen of Scots' bukanlah film drama-sejarah, namun sebuah fiksi semata.

WowKeren - Mengadaptasi sebuah film bergenre drama-sejarah tentunya bukanlah suatu perkara yang mudah. Selain menilik dari keakuratan cerita, beberapa "bumbu" konflik yang ditambahkan pun juga harus terlihat senatural mungkin sesuai dengan tema utama yang diusung.

Hal ini pula lah yang terlihat dari film biografi "Mary Queen of Scots". Belum lama ini, film yang dbintangi oleh Saoirse Ronan dan Margot Robbie tersebut baru saja mendapat kritik tajam dari seorang sejarawan terkenal, yang bersikeras menyebut bahwa "Mary Queen of Scots" penuh dengan ketidakakuratan.


Semenjak merilis trailer perdana pada 12 Juli lalu, "Mary Queen of Scots" memang menjadi sorotan para penikmat film. Selain menyajikan visual yang apik ala abad ke-16, trailer ini juga menggambarkan garis cerita yang berpusat pada intrik perebutan takhta antara Mary dan Elizabeth I.

Namun berbeda dari reaksi penggemar kebanyakan, sejarawan Dr. Estelle Paranque rupanya memiliki pendapat lain. Sejarawan kondang asal Inggris ini mengklaim bahwa adegan di mana Mary dan Elizabeth I bertemu di trailer tidak pernah terjadi.

"Kami punya bukti itu," ungkap Dr. Estelle kepada Daily Telegraph. "Kami memiliki surat-surat dari Mary yang menggambarkan rasa frustrasinya, dan kami memiliki surat-surat Elizabeth I yang tidak tahu apa yang harus dia lakukan dalam keadaan tersebut."

Dr. Estelle juga bersikeras bahwa kedua wanita tersebut terlahir sebagai saingan berkat klaim Mary atas takhta Elizabeth I dan pandangan agama mereka yang berlawanan. Mary adalah seorang pemeluk agama Katolik, sedangkan Elizabeth adalah Protestan.

Tak hanya itu, sejarawan ini juga menyindir aksen Skotlandia dari Saoirse Ronan dalam film tersebut. Ia mengungkapkan bahwa aksen Mary Stuart yang asli akan terdengar lebih seperti orang Perancis, karena ia menghabiskan sebagian besar masa mudanya di negara tersebut.

"Fiksi sejarah tidak harus akurat 100 persen, namun, menurutku ketika kita tahu hal-hal yang terjadi, kita harus mempertahankannya," imbuh Dr. Estelle. "Mengapa tidak membuat Mary membunuh Elizabeth? Mengapa tidak mengubah sejarah? Ini bukan film sejarah lagi, itu hanya fiksi."

"Mary Queen Of Scots" sendiri diangkat dari sebuah buku karangan John Guy, yang berjudul "Queen of Scots : The True Life of Mary Stuart". Film ini akan berkisah tentang Mary Stuart (Saoise Ronan), Ratu Skotlandia yang menjadi permaisuri saat dia menikah dengan Raja Perancis dalam usia 16 tahun. Namun setelah kematian suaminya, dia menolak untuk menikah lagi dan berusaha merebut kembali takhta di Skotlandia.

Namun sayangnya, Skotlandia telah berada di bawah kekuasaan sepupu jauhnya, yakni Ratu Inggris, Elizabeth I (Margot Robbie). Kehadiran Mary dianggap sebagai ancaman oleh Elizabeth, hingga akhirnya kedua Ratu muda ini bersaing dalam hal kekuasaan dan cinta.

Selain Saoirse dan Margot, "Mary Queen Of Scots" juga akan dibintangi oleh Joe Alwyn, Guy Pearce, David Tennant, dan masih banyak lagi. Film drama-sejarah ini siap menyapa penonton pada 7 Desember mendatang.

You can share this post!

Related Posts
Loading...