Apakah benar kuku perlu bernapas dan tetap tumbuh setelah manusia mati? Cari fakta sebenarnya di sini.
- Silmi Amalia Fidareni
- Jumat, 03 Agustus 2018 - 14:43 WIB
WowKeren - Kuku menjadi salah satu anggota tubuh yang kerap diabaikan. Meskipun demikian berbagai mitos yang beredar soal kuku juga tak kalah banyak.
Akibat banyaknya mitos yang beredar soal kuku ini, banyak orang merasa "terteror" dengan hal tersebut. Berusaha menghindari dengan cara yang salah hingga jadi terlampau santai menjadi masalahnya.
Bagi kamu yang masih memercayai mitos-mitos soal kuku ini, sebaiknya berhenti dan mulai waspada dari sekarang, deh. Kenapa? Karena banyak hal tentang kuku yang beredar selama ini hanyalah mitos belaka. Ini macam-macam mitos dan faktanya.
(wk/silm)1. Bintik Putih di Kuku
Banyak mitos yang beredar soal bintik-bintik putih yang ada di kuku ini. Kepercayaan beberapa masyarakat mengatakan bahwa ini merupakan pertanda ada orang yang menyukai kita. Bisa juga pertanda mengenai ada orang yang membenci kita. Bahakan lokasi bintik putih tersebut memiliki arti sendiri-sendiri.
Bukan hanya itu, mitos mengenai bintik putih di kuku ini juga tidak lepas dari kepercayaan mengenai kurangnya kalsium. Padahal semua itu salah kaprah.
Bintik putih di kuku ini dikenal dengan Leukonychia. Bukan karena ada yang suka atau kekurangan kalsium, kondisi ini sama sekali tidak berbahaya. Leukonychia disebabkan karena kerusakan atau luka yang terjadi pada kuku. Bisa disebabkan karena terjepit atau tak sengaja terpukul oleh benda yang keras.
2. Kuku Membutuhkan Oksigen
Mitos kedua yang juga masih banyak beredar adalah mengenai perlunya kuku bernapas. Ya, beberap orang percaya bahwa untuk beberapa saat, kuku harus dibiarkan tanpa riasan kuku apapun. Hal itu disebut-sebut harus dilakukan untuk mengistirahatkan kuku dan menyuplai oksigen untuknya.
Akan tetapi, kenyataannya, mitos tersebut sudah salah kaprah. Kuku tersusun atas sel-sel mati. Oleh karena itu, mereka tidak membutuhkan yang namanya oksigen. Satu-satunya efek yang akan terjadi jika kamu banyak menggunakan cat kuku hanyalah akan membuat permukaan kukumu menguning. Akan tetapi, itupun bisa diatasi dengan beberapa perawatan mudah.
3. Kuku Tetap Tumbuh Setelah Manusia Mati
Satu lagi mitos yang masih dipercaya soal kuku, yakni mereka akan tetap tumbuh meski manusia sudah meninggal. Kenyataan sebenarnya mengatakan bahwa mitos tersebut sudah salah kaprah.
Beberapa organ memiliki waktu tertentu untuk didonorkan setelah pendonor dinyatakan meninggal. Hal itu karena berhentinya pasokan darah akan membuat organ tersebut tidak bisa bekerja kembali.
Sama halnya dengan kuku. Pertumbuhan kuku membutuhkan pasokan glukosa. Setelah manusia mati, bagian pangkal kuku, yakni germinal matrix, juga akan berhenti memasok glukosa. Oleh karena itu, mustahil kuku akan tetap tumbuh usai manusia mati.
Mitos ini banyak dipercaya lantaran kuku manusia yang sudah meninggal tampak lebih panjang. Ternyata, hal itu terjadi karena kulit-kulit di sekitar kuku mengkerut sehingga membuat kuku tampak lebih panjang daripada biasanya.
4. Produk Khusus Bisa Penuhi Nutrisi Kuku
Jika ada produk yang mengatakan bahwa barang mereka bisa memberikan nutrisi pada kuku, kamu perlu berpikir ulang. Produk khusus untuk kuku ternyata tak bisa memberikan manfaat banyak untuk nutrisi kukumu.
Hanya makanan yang bisa memberikan kecukupan nutrisi untuk tubuh, termasuk bagi kesehatan kukumu. Produk-produk kosmetik khusus kuku hanya bisa melindunginya, tanpa memberikan vitamin. Hal itu karena pemberian vitamin untuk kuku tidak bisa dilakukan secara eksternal.
Untuk bisa merawat kukumu dengan baik, hal yang harus kamu lakukan adalah dengan makan-makanan bergizi dan teratur. Selain itu, senantiasa membuat kukumu lembap dengan minum banyak air putih juga menjadi salah satunya.
5. Memotong Kutikula
Beberapa mitos yang beredar dan masih banyak dipercaya adalah dengan cara memotong kutikulakulikel kuku, maka mereka akan tumbuh lebih cepat dan panjang. Kutikula merupakan lapisan pada permukaan kulit yang terdiri atas bagian sel yang telah mati.
Kutikula berfungsi sebagai penghalang terhadap infeksi. Memotongnya bisa saja meningkatkan kemungkinan infeksi yang terjadi di dasar kuku. Mendorong kembali kutikel dengan alat khusus atau minyak adalah salah satu cara yang harus kamu lakukan.