Pesawat Jatuh dari Ketinggian 5000 Kaki, Begini Nasib Erix 'Endank Soekamti'
Selebriti

Ketua Jogja Flying Club (JFC) dan manajer Endank Soekamti mengungkap kondisi Erix setelah pesawat latih yang ia awaki bersama pilot Alan jatuh di Gunungkidul.

WowKeren - Lama tak terdengar kabarnya, vokalis Endank Soekamti, Erix Soekamti, sempat mendapat musibah. Rocker berusia 38 tahun itu mengalami kecelakaan pada Selasa (4/9) sore.

Pesawat latih microlight tipe sky ranger yang diawakinya sempat jatuh dari ketinggian 5 ribu kaki. Saat itu, mesin mati dan angin cukup kencang hingga Erix sebagai co-pilot dan pilot sekaligus instruktur terbang JFC, Faslan Havisha alias Alan, sulit mengendalikan pesawat.


Ketua Jogja Flying Club (JFC), Tjandra Agus Budiman, mengungkap kalau pesawat latih Erix itu jatuh di Gading, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Selasa pukul 4 sore. Tjandra kemudian langsung berangkat ke lokasi kejadian untuk memeriksa kondisi Alan dan Erix. Untungnya meski terjatuh dan tersangkut di pepohonan, kondisi Erix dan Alan baik-baik saja.

"Erix Soekamti sebagai co pilot, pilotnya Alan (nama panggilan Faslan Havisha) selaku instruktur terbang JFC. Puji Tuhan keduanya selamat," kata Tjandra. "Saya di lokasi tadi, tadi keduanya masih di lokasi, keadaan mereka tidak ada luka, sama sekali tidak dibawa ke rumah sakit, kondisinya cukup tenang."

Pesawat Erix Soekamti

Instagram

Pesawat yang jatuh itu produksi 2006 dan milik Erix. Ia tergolong anggota baru di JFC. Sementara Alan merupakan pilot senior yang hampir 10 tahun menjadi anggota.

"Sebetulnya pilot punya kualifikasi instruktur, tapi namanya musibah. Yang paling penting bagi kita semuanya aman, tidak ada korban, bisa selamat, kondisi awak pesawat tidak ada luka," tuturnya. "Kalau Erix masih baru, makanya tidak mungkin terbang sendirian, masih dalam pengawalan instruktur yang memiliki lisensi. Alan ini cukup senior di JFC."

Tjandra menambahkan kalau pesawat milik Erix masih layak diterbangkan. Satu jam sebelum kecelakaan, Erix dan Alan menjalani cek kesehatan serta pemeriksaan pesawat sesuai prosuder sebelum terbang.

"Pesawat ada pengecekan secara periodik, jika masih layak maka bisa diterbangkan. Pukul 15.00 tadi sudah ada briefing dan cek kesehatan pilot co pilot serta kondisi pesawat, kondisinya layak terbang, kalau tidak layak tidak mungkin diizinkan terbang," kata Tjandra.

Sementara itu, manajer Endak Soekamti, Ulog, mengungkap kalau kondisi Erix baik-baik saja pasca kecelakaan. "Sudah sesuai prosedur pendaratan darurat, tapi angin kencang yang bikin susah dikendalikan. Makanya jatuh di beberapa meter dari landasan. Mas Erix sekarang baik-baik saja," terang Ulog.

You can share this post!

Related Posts
Loading...