Akibat Terlalu Cantik, Rahma Azhari Jadi Korban Bully Hingga Mukanya Bonyok
Instagram/raazharita
Selebriti

Rahma Azhari bercerita kala menjadi korban bully saat masih SMA yang membuatnya lebih protekif ke anak-anaknya.

WowKeren - Belakangan ini aktris cantik Rahma Azhari ramai menjadi perbincangan lantaran foto yang diunggah oleh Zack Lee. Dalam unggahannya, mantan suami dari Nafa Urbach itu menyebut Rahma adalah wanita yang pertama kali membuatnya jatuh cantik. Diisukan kembali menjalin cinta alias CLBK, Rahma malah mendukung Zack rujuk dengan Nafa.

Saat ini Rahma berstatus janda dengan dua orang anak usai pernikahannya dengan Alfay Rauf kandas di tahun 2008 lalu. Namun saat ditanya tentang pencarian suami baru, adik dari Ayu Azhari ini mengaku terlalu sibuk.

Terlepas dari kisah asmaranya, Rahma kali ini bercerita tentang kisahnya saat masih SMA. Rupanya ia pernah menjadi korban bully.

"Aku korban bully banget pas SMA," kata Rahma saat menjadi bintang tamu dalam "Pagi Pagi Pasti Happy di kawasan Tendean, Jakarta Selatan pada Rabu (7/11).

Uya Kuya sebagai pembawa acara tersebut mengorek lebih dalam tentang kisah bully-ing Rahma. Ia menduga Rahma terlalu cantik sehingga kerap dijadikan sasaran.

"Bisa jadi," jawab Rahma. "Aku enggak setuju banget."


Lebih lanjut, wanita berusia 37 tahun ini menceritakan tentang tindakan bully yang pernah ia alami tersebut. Rahma mengaku wajahnya sampai menjadi penuh dengan luka.

"Jadi physical, sampai bonyok-bonyok," lanjut Rahma. "Verbally, mereka kan tahu aku syuting-syuting sebutin 'Heh sini lho! Pak pok pak pok, sampai bonyok-bonyok.'"

Pengalaman buruk Rahma tersebut menjadi pelajaran berharga. Ia menjadi lebih protektif dan tak mau anak-anaknya menjadi korban bully seperti dirinya. Oleh karena itulah, ia berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga anak-anaknya dari pelaku bully.

"Anak juga kalau bisa aku ikutin terus, aku jaga," sambung Rahma. "Bully ada dimana-mana, Dimanapun ada. Semangat buat anak saya."

Tak hanya itu, Rahma berharap sekolah di manapun bisa membasmi bully. Hal tersebut dapat dilakukan oleh pihak sekolah yang juga turut melibatkan orangtua dengan mengadakan kampanye anti bully-ing.

"Dari sekolah harus banyak awareness dan campaign, dibantu juga dari guru dan kepala sekolah semua," tambah Rahma. "Ya juga dari orang tua termasuk."

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait