Salah satu kritikus menyebut bahwa 'Aquaman' memiliki nuansa yang hampir mirip dengan film Marvel fase pertama.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 27 November 2018 - 09:07 WIB
WowKeren - "Aquaman" tentunya menjadi satu-satunya film DCEU yang dirilis tahun 2018 ini, kurang dari sebulan sebelum perilisan, Warner Bros dan DC Films pun sudah menggelar proses screening tahap pertama untuk film yang dibintangi Jason Momoa tersebut.
Dari screening ini, diketahui bahwa film "Aquaman" mendapatkan ulasan yang cukup positif. Bahkan film yang mengisahkan dunia bawah laut ini disebut-sebut mampu menjadi awal baru bagi DC setelah gagalnya film "Justice League".
Beberapa kritikus yang sudah menyaksikan film ini pun tak segan membagikan ulasan mereka. Secara keseluruhan, sebagian besar menyebut bahwa film garapan sutradara James Wan ini merupakan salah satu karya terbaik yang pernah dibesut oleh DCEU sejauh ini.
Ulasan pertama datang dari Brandon Davis dari Comic Book. Dalam ulasannya, Brandon mengatakan bahwa film ini sangat panjang karena berdurasi 153 menit. Namun durasi ini sesuai dengan penggambaran cerita yang sempurna dan efek visual yang memanjakan mata.
#Aquaman is great. James Wan made a really unique super hero origin film, often crossing into fantasy-epic territory, but grounded in family and discovery.
— Brandon Davis (@BrandonDavisBD) 26 November 2018
The world is visually incredible. Jason Momoa as Arthur Curry is a total bad-ass. @yahya and @patrickwilson73 stand out! pic.twitter.com/2IvDCEq7VU
"Beberapa saat aku merasa #Aquaman mungkin berjalan sedikit terlalu panjang tapi film ini begitu banyak mengungkap bangunan dari dunia yang terisolasi itu sendiri. Besar, epik, unik, dan runtutan aksi yang bergaya mengimbangi pameran yang berat. Film ini belum keluar tapi aku ingin lebih dari Wan, Momoa, dan yang lainnya," tulis Brandon pada akun Twitter miliknya.
Selain Brandon, reporter film dari The Wrap, yakni Umberto Gonzalez melontarkan pujian serupa. Bahkan Umberto menyebut bahwa "Aquaman" merupakan film superhero terbaik tahun ini.
#Aquaman is AWESOME & absolutely delivers! Not only is @prideofgyypsies the King of Atlantis, but also the newly crowned King of the DCEU! 🔱👑 I can't wait to see it again! pic.twitter.com/boVAKdcNIA
— Umberto Gonzalez (@elmayimbe) 26 November 2018
"#Aquaman luar biasa dan benar-benar tersampaikan! Tidak hanya @prideofgypsies Raja Atlantis, tapi juga mahkota dari Raja DCEU! Aku tak bisa menunggu untuk melihatnya lagi!," tulisnya.
Ada pula Peter Sciretta dari Slashfilm yang tak segan membandingkan "Aquaman" dengan film besutan Marvel Studios. Menurut Peter, proyek ini memiliki nuansa yang hampir sama dengan film-film Marvel fase pertama.
🔱 #Aquaman is better than expected. Feels like a Marvel phase one movie, in a good way. It’s at its best when it’s having fun and not taking itself too seriously. Black Manta is great villain that comic book fans will love. Some truly spectacular one shots and good action. pic.twitter.com/aTnc1QWk66
— Peter Sciretta (@slashfilm) 26 November 2018
"#Aquaman lebih baik dari yang diharapkan. Terasa seperti film fase satu Marvel, dengan alur yang baik. Salah satu bagian terbaik adalah karena film ini sangat fun dan tidak terlalu serius. Black Manta adalah villain hebat yang akan disukai penggemar komik," tulis Peter.
Tentunya, ulasan positif tersebut semakin membuat penggemar antusias untuk segera menyaksikan film ini. Tak hanya itu, "Aquaman" juga dipastikan menampilkan sebuah adegan mid-credit yang memberikan petunjuk tentang seri selanjutnya. Selain mid-credit, "Aquaman" juga dipastikan memberikan dua adegan post-credit yang bisa dinantikan seperti film-film superhero lainnya.
Film ini dilaporkan memiliki durasi sekitar 2 jam 20 menit. Namun tentunya, tidak ada bocoran terkait cuplikan credit scene tersebut. Namun banyak yang menduga akan ada adegan di mana Dr. Stephen Shin dan Black Manta dipersiapkan untuk manjadi villain yang lebih kejam di sekuel "Aquaman" selanjutnya.
Terlepas dari hal tersebut, "Aquaman" sendiri akan fokus mengisahkan perebutan takhta di Kerajaan Atlantis antara Aquaman alias Arthur Curry dengan Orm Marius (Patrick Wilson). Di mana Lady Mera (Amber Heard), seorang putri dari Xebel, salah satu dari tujuh kerajaan bawah laut Atlantis berusaha keras meyakinkan Arthur untuk mengklaim takhtanya sebagai Raja. Meskipun awalnya merasa enggan, akhirnya Arthur setuju untuk menantang Orm dan melindungi orang-orang yang dicintainya.
Perjalanan Aquaman untuk menjadi Raja di Kerajaan Atlantis akan menjadi garis besar kisah film ini. Seiring dengan berjalannya waktu, ia harus menghadapi berbagai tantangan dari luar seperti "pemberontakan" Orm dan pergumulan dirinya yang masih mempunyai darah manusia.
Sebagai satu-satunya film DCEU yang dirilis pada tahun 2018, tentunya Warner Bros dan DC Films ingin menjadikan "Aquaman" sebagai pembuka kesuksesan untuk proyek lainnya, seperti "Shazam!", hingga "Wonder Woman 1984" yang membidik perilisan di tahun 2019. Disutradarai oleh James Wan, rencananya film ini akan dirilis pada 21 Desember mendatang.
(wk/luth)