Sebut Korupsi di Indonesia Stadium 4, Moeldoko Nilai Prabowo Tak Hargai Upaya Pemerintah
Nasional

Moeldoko tidak setuju dengan pernyataan Prabowo yang mengatakan bahwa korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

WowKeren - Saat menghadiri acara “"The World in 2019 Gala Dinner" November lalu di Singapura, Prabowo Subianto selaku pembicara utama sempat menyinggung masalah korupsi di Indonesia. Ia menyebut bahwa penyakit korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

Pernyataan ini rupanya cukup membuat risih Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Moeldoko menilai Prabowo kurang menghargai kerja keras pemerintah untuk memberantas korupsi. Padahal faktanya, pemerintah selama ini telah bekerja sama dengan Polri, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan berbagai upaya guna memerangi korupsi.

Salah satu bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem e-tilang, e-samsat, dan e-budgeting. Sistem-sistem tersebut dianggap mampu meminimalisir peluang suap yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. “Ini bisa mempersempit upaya untuk melakukan suap,” kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2018 tentang strategi nasional pencegahan korupsi. Ini menujukkan bahwa pemerintah memang bersungguh-sungguh dalam memberantas korupsi yang memang sudah mengakar kuat di Indonesia.

Tak hanya bekerja sama dengan Polri, pemerintah juga meminta partisipasi masyarakat. Pemerintah tak segan untuk memberikan penghargaan pada warga yang ikut berkontribusi dalam memberantas korupsi. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 63/2018 tentang peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam mencegah korupsi.


Selama ini, para pejabat yang melakukan korupsi selalu melarikan uang haram tersebut ke luar negeri. Diduga, Swiss adalah negara dimana para koruptor Indonesia paling banyak menyimpan uang mereka. Namun, di era pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi hal itu sepertinya akan sulit untuk dilakukan.

Pasalnya, Jokowi akan menandatangani mutual legal assistance (MLA). MLA ini akan bermanfaat untuk mengendus uang hasil korupsi dan money laundering yang disembunyikan di luar negeri.

Memang tidak dipungkiri bahwa praktek korupsi di Indonesia masih ada saat ini. Namun, jumlahnya relatif berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan sudah mengalami penurunan hingga 52 persen.

“Hasil pemerintah Jokowi-JK terlihat. Masyarakat bisa merasakan,” tambah Moeldoko. “Korupsi memang masih ada, tapi berkurang. Indonesia peringkat kedua yang paling dipercaya.”

Moeldoko mengatakan jika masih ada yang menyebut korupsi di Indonesia seperti stadium empat, itu artinya orang tersebut tidak menghargai kerja keras pemerintah. “Ini artinya yang bilang korupsi sudah stadium empat, tidak menghargai upaya Pemerintah, Kejaksaan, Polisi, dan KPK untuk mencegah dan memberantas korupsi,” tegas Moeldoko.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait