Diduga Lantaran Tak Setuju Arah Dukungan Pilpres, Kader PBB Dikeroyok Saat Rapat Pleno
Instagram/partaibulanbintang2019
Nasional

Kuasa hukum menduga adanya upaya pemaksaan kader untuk mendukung salah satu Paslon.

WowKeren - Salah satu kader Partai Bulan Bintang (PBB), Ali Wardi, melaporkan kasus pengeroyokan terhadap dirinya ke Polres Jakarta Selatan. Pengeroyokan tersebut terjadi di lokasi rapat pleno PBB, Jalan Raya Pasar Minggu.

Dalam pelaporan tersebut, Ali menjelaskan bahwa rapat pleno itu membahas arah dukungan PBB saat Pilpres 2019 nanti, antara kubu pendukung ulama dan kubu Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. Ali menduga bahwa pengeroyokan terhadap dirinya lantaran ada pihak yang kurang suka terhadap sikapnya.


Pasalnya, Ali kerap menentang kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Yusril. "Dugaan saya dikeroyok karena ada yang tidak suka saya terlalu vokal menentang kebijakan YIM," kata Ali di Polres Jaksel, Senin (21/1).

Terlebih lagi, Yusril telah memutuskan untuk menjadi pengacara Paslon nomor urut 01. Ali mengatakan bahwa dirinya tak jarang melayangkan kritik terhadap kebijakan-kebijakan Yusril lewat media sosial.

"Terlebih kemarin beliau memutuskan untuk menjadi pengacara 01 (capres cawapres)", lanjut Ali. "Di media sosial terutama Facebook pribadi saya sering mengkritik kebijakan dari YIM."

Akibat pengeroyokan tersebut, Ali mengalami luka memar pada bagian dada dan leher. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Menurut Ali, ada sekitar 20-30 orang yang mengeroyok dirinya, termasuk bodyguard Yusril sendiri.

"Tiba-tiba saat saya mau salat Isya langsung dikeroyok oleh 20-30 orang," jelas Ali. "Termasuk di sana ada seorang pria bernama Sinyo yang merupakan bodyguard YIM."

Tim Kuasa Hukum Ali, Novel Bamukmin, berharap agar polisi bisa mengusut tuntas kasus Ali. Sebab, kasus pengeroyokan ini terjadi saat diselenggarakannya rapat yang juga dihadiri oleh ketua umum.

"Saya berharap agar polisi bisa mengusut tuntas satu demi satu dan aktor intelektual dalam pengeroyokan ini," kata Novel di Jakarta, Senin (21/1). "Karena terjadi justru lagi terselenggaranya rapat pleno yang dihadiri oleh YIM dan petinggi PBB lainya."

Novel menduga ada upaya pemaksaan terhadap kader PBB untuk mendukung Paslon nomor urut 01. Ia prihatin dengan aksi premanisme dalam berpolitik yang tidak semestinya dilakukan.

"Saya prihatin dengan aksi premanisme ini yang dilakukan oleh oknum loyalis YIM, yang berpolitik sudah tidak sehat," papar Novel. "Dikarenakan YIM telah tersesat jalan sehingga diduga ada upaya upaya kotor dilakukan ingin memaksa kadernya dukung 01."

You can share this post!

Related Posts
Loading...