Grace Natalie: Nasionalis Gadungan Bisa Ancam Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Instagram/gracenat
Nasional

Dalam pidatonya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menjabarkan kriteria nasionalis gadungan.

WowKeren - Nasionalisme diperlukan untuk keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Nasionalisme yang tinggi sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam pidatonya di acara Festival 11 Jogjakarta berbicara mengenai adanya kaum nasionalis gadungan. Mereka ini adalah orang-orang yang mengaku nasionalis namun dalam praktiknya apa yang dilakukan justru jauh dari makna kata tersebut.


Tak hanya orang, Grace juga menyebut bahwa nasionalis gadungan juga bisa datang dari kalangan partai politik. Tak sedikit partai yang menggembar-gemborkan diri mereka sebagai partai nasionalis. Namun justru berpangku tangan melihat peristiwa intoleransi terjadi.

"Nasionalis gadungan adalah semua partai politik atau orang yang mengategorikan nasionalis," kata Grace di Jogjakarta pada Senin (12/2) malam. "Tetapi ketika ada peristiwa-peristiwa intoleransi diam saja."

Ironisnya, justru partai-partai yang menyebut diri mereka nasionalis inilah yang meloloskan peraturan-peraturan yang sifatnya diskriminatif. Mereka yang juga merancang dan merumuskan peraturan tersebut.

"Bahkan dalam banyak kasus justru partai-partai nasionalis yang paling rajin merancang, merumuskan sampai menggolkan perda-perda diskriminatif di hampir seluruh kabupaten/kota," tegas Grace. "Itu nasionalis gadungan."

Selain itu, seperti diketahui selama ini, adanya praktik korupsi yang menjamur di kalangan pejabat negara sangat melemahkan bangsa. Mereka yang mencuri uang rakyat ini disebut Grace termasuk salah satu nasionalis gadungan.

"Jadi kalau ada orang menyebut dirinya nasionalis, tapi di belakang masih mencuri uang rakyat," kata Grace. "Mereka lebih pantas kita sebut nasionalis gadungan."

Tak hanya korupsi, perpecahan bangsa juga bisa terancam dengan adanya pihak-pihak yang bersikap intoleran terhadap keanekaragaman. Terutama mereka yang bungkam melihat praktik diskriminasi dan intoleransi terjadi.

“Nasionalis gadungan, bro dan sis, adalah orang-orang yang ngakunya nasionalis," lanjut Grace lagi. "Tapi ikut-ikutan meloloskan perda-perda agama yang diskriminatif."

Grace kemudian menyinggung kasus Meliana yang pernah mencuat beberapa waktu lalu. Wanita tersebut dipersekusi lantaran mengkritik volume pengeras suara masjid.

"Nasionalis gadungan adalah kekuatan politik tengah yang bungkam, diam seribu bahasa ketika Ibu Meliana dipersekusi," jelas Grace. "Nasionalis gadungan tidak bersuara ketika rumah-rumah ibadah ditutup."

You can share this post!

Related Posts
Loading...