Mak Vera Mati Kutu Dicecar Nia Ramadhani Soal Kapok Judi, Pakar Ekspresi Isyaratkan Bohong?
Selebriti

Pakar ekspresi Doddy Tri menilai Mak Vera sangat emosional dan mencoba menutup-nutupi kesalahannya terkait tuduhan judi.

WowKeren - Sosok manajer Mak Vera tengah jadi sorotan. Belakangan, mantan manajer Olga Syahputra dan Billy Syahputra itu sering muncul di TV.

Ia sempat diundang "Ngopi Dara" yang dipandu Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar. Dalam acara tersebut, Mak Vera tampak dicecar oleh Nia dan Jedar soal kabar dirinya berjudi.


"Kita mau ngebahas soal yang lagi ramai sekarang, tanggapan dikit," kata Jedar dan Nia. "Kalau yang kayak gitu gimana ya, netizen bebas berkomentar tapi kalau soal itu yang tahu kan diri sendiri," kata Bontot yang merupakan artis asuhan Mak Vera. "Kalau Mak Vera prinsipnya begini, yang lalu biarlah berlalu, kalian bisa sukses mak ucap syukur Alhamdulillah, seenggaknya mak sudah nganterin ke tangga awal, mak doain sukses tanpa menjelekkan satu sama lain," kata Mak Vera.

Ia kemudian diminta menjawab cepat oleh Nia dan Jedar. "Judi Online," kata Nia meminta pendapat Mak Vera. "Ah kalau kayak gitu-gitu jangan deh, beneran ngabisin uang," kata Mak Vera. "Emak lebih senang judi online, apa judi langsung?" cecar Jedar.

Mak Vera

YouTube

Mak Vera sempat tersenyum sebelum menjawab. "Enggak mendingan enggak usah deh," kata Mak Vera. "Tapi pernah enggak?" tanya Jedar. "Kapok apa gimana?" seru Nia. Mak Vera tak kunjung menjawab hingga Nia meledek sinis. "Pernah kalah kali nih makanya kapok," tebak Nia. "Mendingan gak usah sama sekali. Ngerugiin pokoknya," kata Mak Vera yang salah tingkah.

Mak Vera juga sudah beberapa kali mengisyaratkan kalau tudingan judi tidak benar. Sementara itu, pakar ekspresi, Doddy Tri, sempat mengomentari kemunculan Mak Vera di layar kaca. Doddy menilai ekspresi Mak Vera saat ditanya soal judi terkesan menyembunyikan sesuatu. Ia juga dinilai sebagai sosok yang tak tahan jadi sorotan dan diperbincangkan.

"Mak Vera menanggapi tudingan, kita lihat itu responnya cukup emosional. Kemudian kata-kata yang dilontarkan terlihat seperti dianya enggak bisa tahan itu. Bisa jadi itu udah bertubi-tubi," kata Doddy. "Ketika dia prosesnya mau memverifikasi, yang dia sampaikan itu sifatnya global, umum. Sehingga orang bisa atau dianggap bukan sesuatu yang real, bukan sesuatu yang nyata. Karena saking emosinya itu."

"Bisa jadi dia memang ditutupi, atau berusaha mengaburkan sesuatu. Atau sesuatu yang sebenarnya dia tahu tapi coba ditutupi. Cenderung memang ke 'saya enggak salah lho'. Itu yang istilahnya dia buat statement itu, sayangnya terlalu global," lanjut Doddy.

You can share this post!

Related Posts