Meski kerap membahas Peristiwa '98 di ruang tertutup dengan Amien Rais, Prabowo enggan mempublikasikannya untuk saat ini.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 04 Maret 2019 - 14:59 WIB
WowKeren - Peristiwa yang terjadi pada 1998 yang menjadi latar belakang pecahnya reformasi masih belum begitu jelas terungkap. Tak sedikit publik yang masih bertanya-tanya tentang apa yang terjadi sesungguhnya kala itu.
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana untuk menulis buku yang menceritakan hal ihwal terkait peristiwa yang terjadi pada 1998 silam. Ia mengatakan bahwa hal itu akan dilakukan secara bertahap suatu saat nanti.
"Kita bertanya-tanya apa yang terjadi," kata Prabowo saat memberikan sambutan di acara Silaturahim dan Konsolidadi Nasional Aliansi Pencerah Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/3). "Suatu saat mungkin, pelan-pelan, sekarang sudah terungkap. Suatu saat mungkin saya akan tulis buku."
Capres 02 tersebut yakin bahwa buku yang akan ditulisnya itu akan laris terjual. Dengan begitu, hasil penjualan yang diperolehnya bisa dipakai untuk menopang kebutuhan finansial yang diperlukan suatu saat nanti.
"Tapi nanti saja kalau saya butuh uang supaya populer begitu," imbuh Prabowo. "Sekarang butuh uang juga. Saya kira buku saya nanti akan best seller gitu ya."
Prabowo menuturkan bahwa ia acap kali membicarakan Peristiwa '98 dengan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Amien juga merupakan salah satu tokoh reformasi. Namun, Prabowo mengatakan sejumlah hal yang ia bicarakan dengan Amien terkait Peristiwa '98 belum bisa dipublikasikan untuk saat ini.
"Apa yang terjadi? Saya pun bertanya-tanya apa yang terjadi," tutur Prabowo. "Dalam ruang tertutup kadang-kadang saya sampaikan ke Pak Amien Rais, tapi di khalayak ramai saya belum mau ungkapkan."
Oleh sebab itu, ia menilai bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk mengorek masa lalu. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mempersoalkan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari sejarah masa lampau.
"Nanti-nanti lah, apa lagi banyak kamera TV di sini," ujar mantan Danjen Kopassus itu. "Jangan. Saya tidak mau mempermasalahkan masa lalu."
Meski demikian, Prabowo mengingatkan kepada semua pihak untuk bisa mengambil pelajaran dari apa yang sudah terjadi di masa lalu. Jangan sampai terjerumus ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. "Tapi hanya kita tidak boleh masuk lubang yang sama berkali-kali. Kan begitu," pungkas Capres 02 itu.
(wk/zodi)