Indadari Eks Caisar Nangis Lihat Penembakan Christchurch, Sempat Akan Dakwah ke New Zealand
Instagram/indadari
Selebriti
WNI Korban Penembakan Masjid Selandia Baru

Indadari mengaku sempat ditawari seorang teman pergi berdakwah ke Selandia Baru, namun ia ragu.

WowKeren - Insiden penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, mengundang simpati banyak kalangan. Mantan istri Caisar, Indadari, rupanya juga ikut merasakan kepedihan mendalam kala mengetahui insiden tersebut.

Bahkan, Indadari mengaku menangis ketika mengetahui tentang umat Muslim yang menjadi korban dalam penembakan itu. Menurut Indadari, apa yang dilakukan pelaku adalah tindakan kejam.


"Banget (Prihatin) , kaget, sedih, campur-campur, hancur hati, nggak karu-karuan rasanya liat vidionya. Langsung netes air mata," ujar Indadari belum lama ini, dilansir dari detikHot. "Betapa berat perjuangan jadi muslim disana. Kejam sekali pelaku penembakannya, apalagi pake di live streaming segala, seolah sengaja agar dunia tahu tindakan brutalnya."

Indadari juga berdoa agar terlindung dari peristiwa seperti demikan. "Insya Allah korban semuanya syahid, Insya Allah surga, dan semoga Allah melindungi kita semua dari kejadian semacam itu," tambah Indadari.

Wanita yang kini mengenakan cadar ini juga berharap masyarakat Muslim Indonesia bisa memetik pelajaran dari peristiwa tersebut. Indadari mengungkapkan harapannya agar umat Muslim Tanah Air bisa lebih giat dalam beribadah.

"Tapi jadi tamparan juga, di sana untuk solat Jumat aja sampai jadi korban penembakan gitu, kita di Indonesia masjid banyak," ungkap Indadari. "Harusnya lebih semangat lagi jadi muslim di negara yang mayoritas muslim untuk meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan ibadah."

Yang mengejutkan, Indadari ternyata sempat ingin pergi berdakwah ke Selandia Baru. Wanita yang juga pernah menikah dengan Lucky Hakim ini mengaku pernah diajak oleh teman pergi ke Selandia Baru untuk berdakwah. Namun ia merasa ragu sehingga akhirnya batal pergi.

"Aku belum pernah dakwah ke Selandia Baru. Sempet kemarin mau berangkat ada yang ngajakin," tutur Indadari. "Cuma ragu-ragu jadi nggak jadi. Akhir tahun kemarin."

Indadari berpendapat tinggal di negara mayoritas non-Muslim memang menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim. Apalagi sejumlah orang non-Muslim di luar negeri juga terkena Islamphobia.

"Saya belum pernah ke sana sih, cuma ya namanya Muslim di negara yang kebanyakan non-Muslim biasanya risikonya begitu ya," kata Indadari. "Nggak semua negara bisa ramah sama muslim, sepertinya terkena syndrom islamphobia (si pelaku)."

Peristiwa penembakan itu juga membuat Indadari merasa sangat bersyukur tinggal di Indonesia. "Muslim kan minoritas disana ya makanya kita tuh bersyukur ih di Indonesia," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...