Air Laut Di Bawah Jembatan Suramadu Terbelah Dua Bak Teluk Alaska, Begini Penjelasan Pakar
Twitter
SerbaSerbi

Warganet dihebohkan dengan video yang memperlihatkan fenomena aneh di bawah Jembatan Suramadu dimana air laut seperti terbelah dua.

WowKeren - Para pengguna jalan yang melintas di wilayah Jembatan Suramadu, Surabaya-Madura, dihebohkan dengan fenomena aneh. Tak seperti biasanya, air laut yang ada di bawah jembatan seolah terbelah menjadi dua.

Peristiwa ini pun diabadikan lewat video dan diunggah di media Instagram oleh akun @ndorobeii. Sontak, kejadian tersebut dengan cepat menjadi viral dan menghebohkan warganet. Dalam video yang diunggah, terlihat warna air laut tidak menyatu sehingga menimbulkan kesan seolah-olah laut terbelah.


Lihat postingan ini di Instagram

Suramadu . Sc Mohammad Fahrizal

Sebuah kiriman dibagikan oleh NDORO (@ndorobeii) pada

Terkait adanya fenomena tersebut, Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya Ady Hermanto memberikan penjelasan. Ia mengatakan apa yang terjadi pada air laut di bawah Jembatan Suramadu adalah akibat adanya gradasi warna yang disebut Halocline.

Adapun fenomena tersebut terjadi karena adanya aliran dari muara sungai di sekitar laut. Masa jenis air laut tidak sama dengan massa jenis sungai. Perbedaan inilah yang menghasilkan gradasi warna pada air laut.

"Ya memang benar gradasi warna itu fenomena yang biasa terjadi karena ketika ada aliran muara sungai di daerah sekitar itu," kata Ady dilansir dari Detik, Rabu (20/3). "Memang gradasi warna itu terjadi karena perbedaan densitas (massa jenis air) air laut."

Ady menjelaskan bahwa perbedaan kedua massa jenis tersebut membuat air laut dan air sungai yang bertemu tidak bisa menyatu. Selain itu, kadar garam (salinitas) yang dimiliki air laut juga jauh lebih tinggi dari air sungai.

"Massa jenis air laut di mana ada salinitas tinggi dan ada yang tidak tinggi," jelas Ady. "Sehingga air tidak bisa menyatu."

Untuk kasus air laut di bawah Jembatan Suramadu, Ady menuturkan bahwa air tawar dari Pelabuhan Ujung Muara Kalimas bertemu dengan air laut dengan kadar garam lebih tinggi dari Selat Madura. Inilah yang membuat kerap terjadi Halocline di area tersebut.

"Pelabuhan Ujung Muara Kalimas kan ada di situ. Air yang keluar di situ kemudian bertemu dengan air laut yang di Selat Madura," terang Ady. "Jadi, massa jenis air laut tidak bisa bersatu. Itulah kenapa di situ sering terjadi (Halocline)."

You can share this post!

Related Posts
Loading...