Respon Dul Jaelani Ada 300 Orang Tanda Tangani Petisi Penangguhan Tahanan Untuk Ahmad Dhani
WowKeren/Fernando
Selebriti

Sebanyak 300 orang yang terdiri dari keluarga, kerabat, rekan kerja serta pemerhati menandatangani petisi untuk penangguhan tahanan Ahmad Dhani dalam kasus ujaran kebencian.

WowKeren - Musisi Ahmad Dhani dipindahkan ke Rutan Medaeng, Sidoarjo untuk menjalani sidang kasus vlog idiot di Pengadilan Negeri Surabaya. Sebelum ditahan di Rutan Medaeng, Dhani mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur dengan vonis selama 1,5 tahun dalam kasus ujaran kebencian.

Soal pemindahan ke Rutan Medaeng tersebut, sebelumnya tim kuasa hukum Dhani mengajukan surat jaminan penangguhan penahanan. Pengajuan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses persidangan yang saat ini dijalani Dhani di Surabaya. Surat penangguhan penahanan Dhani tersebut dijamin oleh politikus yang juga wakil ketua DPR RI Fadli Zon.


Soal alasan penangguhan penahanan tersebut, tim kuasa hukum mengungkapkan Dhani masih sebagai pencari nafkah untuk keluarga. Terlebih suami dari Mulan Jameela itu selama ini selalu kooperatif dengan polisi.

"Ahmad Dhani ini kepala rumah tangga yang mencari nafkah," kata Ali Lubis selaku kuasa hukum Dhani. "Artinya beliau punya dua anak yang masih kecil yang membutuhkan biaya hidup, sekolah."

Penangguhan penahanan Dhani tersebut rupanya menarik simpati publik. Ibunda Dhani, Joyce Theresia Pamela Kohler bersama 300 orang yang terdiri dari kerabat, keluarga, rekan kerja serta pemerhati menggalang petisi agar penangguhan penahanan tersebut segera disetujui.

"Saya mengucapkan terimakasih dan salut yang sebesar-besarnya atas kebersamaan dari alumni Trisakti untuk petisi penangguhan tahanan ini," kata Joyce saat dijumpai WowKeren di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Sabtu (23/3).

"Yang terhormat Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia di Jakarta, kami yang bertandatangan pada lampiran pernyataan adalah keluarga, kerabat, rekan kerja dan pemerhati dengan ini bersedia sebagai penjamin dalam permohonan penangguhan penahanan atas nama Ahmad Dhani Prasetyo umur 46 tahun pekerjaan musisi," bunyi petisi tersebut.

Dalam petisi itu, 300 orang tersebut menjamin Dhani tidak akan melakukan beberapa hal yang menghambat proses hukum tindak pidananya. Di akhir pembacaan petisi tersebut, juga mereka kompak berteriak "Allahu Akbar".

"Sehubungan dengan maksud tersebut, kami menyatakan telah membaca dan atau setidaknya telah memahami ketentuan pasal 31 KUHP maka selaku penjamin kami menyatakan dengan sesungguhnya kami sepenuhnya menjamin bahwa saudara kerabat rekan kerja tersebut atas nama Ahmad Dhani yang sedang atau akan menjalani proses hukum Kasasi di Mahkamah Agung atas perkara pidana yang disangkakan kepadanya tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut 1. tidak akan melarikan diri 2. tidak merusak atau menghilangkan barang bukti 3. tidak mengulangi tindak pidana 4. tidak mempersulit jalannya pemeriksaan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Demikian pernyataan ini kami buat dan ditandatangani dalam keadaan sehat dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar," lanjutan isi petisi tersebut.

300 petisi penangguhan Ahmad Dhani

WowKeren/Fernando

Acara petisi tersebut kemudian dilanjutkan dengan putra sulung Dhani, Al Ghazali membawakan lagu berjudul "Dua Sejoli" yang dipopulerkan oleh Dewa 19. Al terlihat bernyanyi sambil memetik gitarnya. Dul Jaelani yang juga datang dalam acara tersebut mengungkapkan rasa terimakasih dan syukur lantaran masih banyak orang yang peduli pada sang ayah.

"Ya Alhamdulillah saya bersyukur masih banyak orang-orang yang simpati terhadap ayah saya," kata Dul. "Saya rasa hal itu adalah patut disyukuri. Alhamdulillah, bersyukur."

Dalam kesempatan ini, Dul juga menegaskan dirinya hanya datang untuk Dhani. Ia tidak mau ikutan-ikutan atau membahas hal berbau politik.

"Saya disini sebagai divisi musik, saya dapat tawaran pekerjaan, Alhamdulillah saya terima, tidak ada politik," jelas Dul. "Saya di sini hanya menghibur, untuk ayah saya."

Dul menjelaskan alasannya untuk tidak ikut politik seperti Dhani. Remaja berusia 18 tahun ini mengatakan ingin fokus pada kariernya sebagai musisi.

"Wawasan saya soal politik masih sempit, sedangkan untuk mengikuti politik, dibutuhkan wawasan luas seperti sejarah, filsafat, sosial, budaya, jadi saya enggak berani," beber Dul. "Saya InsyaAllah ke musik dulu, kalau saya ke politik agak mengganggu kesenian."

Beberapa waktu lalu, asam urat Dhani dikabarkan sedang kambuh hingga jalannya menjadi pincang. Terkait hal tersebut, Dul menanggapinya dengan santai.

"Sakit wajar lah namanya manusia, mungkin (Dhani) enggak enak badan," kata Dul. "Saya juga sebenarnya sakit, tapi karena ada pekerjaan, ya Alhamdulillah saya bisa hadir. Ya semoga lekas sembuh (Dhani)."

Dul mengatakan belum bisa menjenguk Dhani yang saat ini mendekam dalam Rutan Medaeng karena jadwal pekerjaannya yang padat. Meski begitu, pria yang dikabarkan dekat dengan Aaliyah Massaid ini sudah memberitahu Dhani akan menjenguk usai jadwalnya selesai.

"Saya sudah bilang ke ayah bawha saya ada kerjaan sampai tanggal 30 (Maret) jadi belum bisa ke Surabaya," papar Dul. "Setelah tanggal 30 saya baru ke ayah."

Dul juga sempat ditanya tentang sang kakak, El Rumi yang sedang kuliah di Inggris. Menurut Dul, El tetap perhatian pada Dhani meski sedang berada di luar negeri.

"El itu setau saya easy going," jelas Dul. "Dia tetap menelepon menanyakan kondisi kesehatan ayah, santai saja sih."

Meski sang ayah sedang mendekam dalam penjara dan terjerat banyak kasus, Dul menanggapinya dengan bijak. Ia mengatakan untuk fokus ke depan, bukan menangis terlarut dalam kesedihan.

"Memang saya rasa ini harus dijalani," sambung Dul. "Masa' saya nangis terus kan enggak baik terus-terusan terlarut dalam kekhawatiran, enggak fokus ke depan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...