BPN Prabowo Usul Jenazah Petugas KPPS Dibongkar, TKN Jokowi Nilai Menjijikkan
Nasional

Menurut juru bicara TKN Jokowi, Irma Suryani Chaniago, tidak ada petugas KPPS yang meninggal secara misterius. Oleh sebab itu, ia meminta BPN Prabowo tidak bersikap secara berlebihan.

WowKeren - Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia kala sedang menunaikan tugasnya bertambah menjadi 474 orang hingga Jumat (3/5). Jumlah ini berdasarkan cacatan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantas menilai gugurnya para petugas tersebut bersifat misterius. BPN Prabowo pun mengusulkan agar makam para petugas yang meninggal dibongkar kembali.

Menanggapi usulan BPN Prabowo, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun buka suara. Menurut TKN Jokowi, usulan tersebut berlebihan.

"Nggilani! (Menjijikkan)," ujar juru bicara TKN Jokowi, Irma Suryani Chaniago, pada Jumat (3/5). "Asbun (asal bunyi) banget sih."

Menurut Irma, tidak ada petugas KPPS yang meninggal secara misterius. Oleh sebab itu, ia meminta BPN Prabowo untuk tidak bersikap secara berlebihan.


"Saya enggak dengar tuh ada yang meninggal misterius," jelas Irma. "Meninggal karena kelelahan, sakit, dan lain-lain adalah rahasia Allah, enggak usah lebay lah."

Irma mengaku merasa prihatin karena masih ada pihak yang memunculkan isu negatif atas gugurnya ratusan petugas KPPS tersebut. Ia sendiri ternyata juga sempat menderita kelelahan kronis akibat gelaran Pemilu 2019.

"Kita semua prihatin dengan Pemilu yang melelahkan ini, tapi jangan kemudian malah mau digoreng-goreng enggak karuan. Saya saja menderita kelelahan kronis karena Pemilu serentak ini dan sampai dirawat," ungkap Irma. "Jangan bikin isu yang enggak-enggaklah. Pesta demokrasi sudah usai, mari kita tunggu pemenangnya, ngomong macam orang enggak sekolah saja."

Hal senada juga sempat dilontarkan oleh Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali. Zainudin menolak usulan BPN Prabowo dan menilai mereka telah mempolitisir orang yang sudah wafat demi kepentingannya sendiri.

"Usulan itu berlebihan. Tentu pihak keluarga tidak mau lah," lanjutnya. "Mereka sudah ikhlas dengan kepergian anggota keluarganya, kemudian tiba-tiba dikait-kaitkan dengan politik."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait